By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Studi Terhadap Prilaku Keserakahan, Seberapa Mengerikannya Manusia? (Bagian 1)

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 3 November 2024 | 21:19 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Seberapa Mengerikannya Manusia?/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Akhir-akhir ini dunia sosial kita disibukkan oleh berita-berita tentang perilaku kejahatan manusia.
Mulai dari pembunuhan, penyiksaan, pembantaian, genosida dan korupsi yang tidak ada habis-habisnya. Di kalangan pemerintah keserakahan pengeksploitasian sumber daya alam menghancurkan tatanan hutan-hutan yang hijau menjadi gersang karena tambang, pemanasan global dan krisis iklim. Agama dijadikan mainan untuk memperoleh kekuasaan. Pemerkosaan, kekerasan seksual, perjudian, pencurian, penipuan dan nafsu birahi yang tidak terelakan.

Semua hal-hal yang dikaitkan dengan sifat setan,seakan seperti diambil alih oleh manusia yang mengagungkan akal. Sepertinya manusia melebihi apa yang bisa diperbuat oleh setan dan mungkin sekarang manusia seperti menjadi sumber kejahatan itu sendiri. Manusia adalah malapetaka bagi dirinya sendiri dan dari semua kejahatan dan kegilaan yang nyata di kehidupan kita. Kita jadi bertanya-tanya apakah kemanusiaan hanya tinggal kenangan dalam kitab-kitab Agama? apa penciptaan manusia memang suatu kesalahan pada asalnya atau memang semengerikan dan semenjijikan itu makhluk yang bernama manusia?

Manusia adalah kemuliaan dan sampah alam semesta demikian kesimpulan Filsuf Prancis Blaise Pascal Pada Tahun 1658 dan sampai saat ini tidak banyak yang berubah. Manusia masih terus mencintai dan terus saja saling membenci. Manusia masih mengeluarkan tangannya pada kemanusiaan dengan terus menerorkan senjatanya pada setiap kepala-kepala manusia. Kita tentu memahami, jika seseorang menyerang sebagai pembalasan atau membela diri. Namun ketika seseorang menyakiti orang yang tidak bersalah kita bertanya tanya bagaimana bisa? ketika berbicara tentang tindak kejahatan kita selalu bernaung pada aturan, etika dan moral.

Dalam aturan, paling tidak kejahatan sering diartikan sebagai perilaku pelanggaran aturan hukum. Akibatnya, seseorang dapat dijerat hukum. Dalam perspektif hukum perilaku kejahatan terkesan aktif, dalam perspektif moral perilaku seseorang dapat disebut sebagai kejahatan hanya jika memiliki dua faktor. Satu Mens Rea (adanya niatan untuk melakukan kejahatan) kedua Aktus Reus (perilaku kejahatan terlaksana tanpa paksaan dari orang lain). Dari segi pelaksanaannya kejahatan bisa dibagi menjadi kejahatan terorganisir yang memiliki sistem dan perencanaan serta keahlian dalam melakukan. Kejahatan yang tidak terorganisir, kejahatan yang dilakukan tanpa perencanaan dan dilakukan oleh orang yang belum punya keahlian khusus atau amatir.

Baca Juga:   Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

Berdasarkan data Pusiknas Polri sejak Tanggal 1 Januari s/d 17 Mei pada tahun 2024 ada 140.335 kejahatan yang terjadi di Indonesia. Jenis kejahatan yang paling banyak ada pada bentuk pencurian, untuk pembunuhan sendiri dalam data tersebut tercatat dalam 4 tahun terakhir sudah lebih dari 3000 kasus yang diungkap oleh kepolisian. Dalam kasus pembunuhan tersebut, pelaku dan korban justru saling mengenal. Pertanyaannya dari mana asal semua kejahatan ini?. Dari beberapa kasus pembunuhan yang telah disebutkan ada banyak faktor yang membuat manusia-manusia tersebut memutuskan untuk melakukan pembunuhan. Motif utamanya kebanyakan muncul karena faktor emosional seperti sakit hati dan dendam.

Dalam dunia kriminologi ada teori Rasional Choice Theory atau teori pilihan rasional yang menyebabkan beberapa faktor yang membuat seseorang mau menjadi pembunuh atau termotivasi melakukan pembunuhan. Faktor utamanya adalah materi dan perhitungan untung rugi, dalam hal ini untung rugi tidak
selalu berkaitan dengan uang tetapi bisa berkaitan dengan banyak hal. Misalnya, kebebasan rasa senang dan kepuasan.

Hal-hal seperti ini dalam Rasional Choice Theory menjadi daya tarik yang sangat kuat untuk
melakukan pembunuhan. Faktor kedua adalah emosi, emosi seperti kita ketahui dan sering kita rasakan sendiri bahwa emosi kerap kali bersifat dinamis. Untuk itu, emosi secara psikologis berperan besar dalam memotivasi seseorang untuk melakukan pembunuhan.

Seseorang yang memiliki rasa dendam kondisi jiwanya sering kali tidak stabil. Mereka merasa sakit hati, kecewa, marah dan tidak mampu menerima dan memaafkan perlakuan buruk dari orang lain. Emosi inilah yang bisa menjadi pembangkit mengapa seseorang mau menjadi pembunuh. Faktor ketiga, seseorang melakukan pembunuhan karena merasa dirinya mampu. Faktor keempat adanya suatu kuasa, seseorang yang memiliki kekuasaan tertentu secara psikologis merasa mampu untuk menghilangkan segala jejak perbuatannya agar terhindar dari jerat pidana. Untuk faktor kuasa, tentu kita sering menemukannya dalam kasus-kasus yang melibatkan aparat negara.

Baca Juga:   Pentingnya Keterwakilan Unsur Mahasiswa Didalam Satgas PPKS Unpam

Dave Grossman penulis buku “On Killing: The Psychological Cause Of Learning To Kill In War and Society” menyatakan bahwa manusia memiliki sifat dasar seperti primata lainnya. Dave yang juga merupakan mantan tentara Amerika ini menganalogikan manusia seperti kera dalam kerajaan primatanya. Dalam hal ini, Dave menyatakan bahwa mayoritas para kera tidak ingin membunuh spesiesnya sendiri kecuali muncul sesuatu hal yang mengganggu.

Jika muncul konfrontasi antar kelompok yang dianggap mengganggu maka pihak musuh dianggap inferior sekaligus marabahaya yang harus dilenyapkan. Maka untuk mendapatkan posisi sebagai Superior para kera ini melakukan pertarungan hingga tak jarang sampai menghilangkan nyawa dari lawannya.

Bersambung….>>


Penulis: Ahmad Saepul Bahri, Kader GMNI Kabupaten Tanggerang, Provinsi Banten.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

PDIP Lantik Pengurus Baru, Diantaranya Alumni GMNI, Siapa Aja Yang Kamu Kenal?

Marhaenist - Sekertaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto dalam acara pelantikan pengurus…

GMNI Halut Kepemipinan Erik Sibu dan Fridodis Korois Resmi Memasuki Sekretariat Baru

Marhaenist.id, Halut - Erik Sibu dan Fridodis Korois yang baru saja terpilih…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

Teror Kepala Babi dan Intimidasi Terhadap Pers

Marhaenist.id - Kita hidup di era di mana pertarungan ideologi dan kepentingan…

Hati-Hati Advokat! KUHP Baru Bisa Menjerat Jika Langgar Etika, Ini Tips Waketum PERADI

Marhaenist.id, Jakarta — Dengan diberlakukannya Pasal 509 KUHP baru dalam UU No.1…

Pengakuan Bung Karno Soal Pergumulan Batin: Dari ‘Islam Raba-raba’ menjadi ‘Islam yang Yakin’

Marhaenist.id - Saat ini, mungkin masih ada sebagian orang Indonesia yang setelah…

GMNI Penajam Desak Evaluasi Proyek RDMP Bukti Lemahnya Pengawasan Disnaker & DPRD

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Duka mendalam menyelimuti kalangan masyarakat Penajam usai insiden longsor…

Sukarno: Islam Harus Berjuang Mengalahkan Kekolotan

MARHAENIST - Sukarno membayangkan perjuangan paling bermanfaat bagi umat Islam adalah perjuangan…

Soekarno-Khrushchev Diantara Kemesraan Indonesia dan Uni Soviet

Marhaenist - Sejak masa awal kemerdekaan Indonesia, Indonesia dan Uni Soviet menjalin…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?