By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Atatürk, Prabowo, dan Arah Baru Geopolitik Indonesia: Membaca Sinyal Negara Kuat di Tengah Turbulensi Global
Inilah Alasan Soekarno tidak Menginginkan Masjid Istiqlal Dibangun dengan Kayu
Pemuda Sumba Timur Soroti Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumba Timur
Indonesia Menggugat: DPC GMNI Jakarta Timur Desak Evaluasi Kapolri dan Pecat Menteri HAM
Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Indonesia Menggugat: DPC GMNI Jakarta Timur Desak Evaluasi Kapolri dan Pecat Menteri HAM

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 26 Februari 2026 | 18:29 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Jansen Henry Kurniawan, Ketua DPC GMNI Jakarta Utara (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur menyampaikan pernyataan sikap bertajuk “Indonesia Menggugat” sebagai respons atas dinamika nasional yang dinilai menyentuh fondasi negara hukum, supremasi sipil, dan komitmen terhadap hak asasi manusia.

Ketua DPC GMNI Jakarta Timur, Jansen Henry Kurniawan, menegaskan bahwa sikap organisasi berangkat dari ideologi Marhaenisme dan ajaran Soekarno yang menempatkan negara sebagai alat perjuangan kaum marhaen serta instrumen pembebasan dari ketidakadilan.

Menurutnya, polemik pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat bersama Komisi III DPR RI pada 26 Januari 2026 yang menyebut “lebih baik menjadi petani” perlu dimaknai secara kritis.

DPC GMNI Jakarta Timur memandang simbol petani dalam tradisi Marhaenisme sebagai lambang kemandirian dan kerja produktif, namun di sisi lain mengingatkan pentingnya menjaga fokus kelembagaan Polri pada mandat konstitusional sebagai pelindung, pengayom, dan penegak hukum.

“Secara simbolik, bertani adalah pilihan pengabdian yang terhormat. Namun secara institusional, Polri harus kembali sepenuhnya pada khitah konstitusionalnya dan menghindari pelebaran fungsi yang berpotensi menimbulkan disorientasi tugas,” ujar Jansen.

Sorotan Tragedi di Kota Tual

DPC GMNI Jakarta Timur juga menyoroti peristiwa meninggalnya seorang pelajar MTs, Arianto Tawakal, di Kota Tual pada 19 Februari 2026 yang diduga melibatkan oknum aparat. Peristiwa tersebut dinilai sebagai tragedi kemanusiaan yang menyentuh hak hidup sebagai hak asasi paling fundamental.

Organisasi tersebut menuntut proses hukum yang transparan dan independen, tanpa perlindungan struktural terhadap pelaku apabila terbukti bersalah. “Keadilan yang setengah hati hanya akan memperdalam krisis kepercayaan publik terhadap institusi negara,” tegasnya.

Kritik terhadap Pernyataan Menteri HAM

Selain itu, DPC GMNI Jakarta Timur mengkritik pernyataan Menteri HAM Natalius Pigai pada 22 Februari 2026 yang melabeli kritik terhadap program pemerintah sebagai sikap anti-HAM. GMNI menilai narasi tersebut berpotensi mempersempit ruang demokrasi dan membungkam kritik publik.

Baca Juga:   Refleksi Juni, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Buka Mimbar Bebas Kenang Perjuangan Sukarno

“HAM bukan instrumen legitimasi kekuasaan, melainkan pagar pembatasnya. Negara yang percaya diri tidak anti kritik,” lanjut Jansen.
Desakan kepada Presiden dan DPR.

Pernyataan sikap DPC GMNI
Jakarta Timur

DPC GMNI Jakarta Timur juga mengeluarkan pernyataan sikap, sebagai berikut:

1.       Mendukung secara simbolik pernyataan Kapolri untuk “menjadi petani” sebagai refleksi sosial, dengan penegasan bahwa Polri harus kembali fokus pada mandat utama penegakan hukum.

2.       Menuntut pengusutan transparan, independen, dan berkeadilan atas dugaan pelanggaran hak hidup di Kota Tual.

3.       Mengutuk keras segala bentuk penyempitan makna HAM yang membungkam kritik publik.

4.   Mendesak Presiden RI Prabowo Subianto untuk memecat Menteri HAM serta memastikan perlindungan hak konstitusional warga negara berjalan optimal.

5.   Evaluasi menyeluruh terhadap orientasi kelembagaan aparat keamanan demi menjaga profesionalisme dan supremasi sipil.

Revolusi Belum Selesai

Menutup pernyataannya, DPC GMNI Jakarta Timur menegaskan bahwa semangat perjuangan belum selesai. Demokrasi, menurut mereka, menuntut supremasi sipil, perlindungan hak hidup, dan ruang kritik yang bebas dari stigmatisasi.

“Selama hak hidup belum dijaga sepenuhnya dan kritik masih dicurigai, maka perjuangan moral dan konstitusional harus terus dijalankan. Negara harus berdiri tegak di sisi rakyat,” tutup Jansen Henry Kurniawan.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Atatürk, Prabowo, dan Arah Baru Geopolitik Indonesia: Membaca Sinyal Negara Kuat di Tengah Turbulensi Global
Minggu, 1 Maret 2026 | 02:28 WIB
Inilah Alasan Soekarno tidak Menginginkan Masjid Istiqlal Dibangun dengan Kayu
Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:23 WIB
Pemuda Sumba Timur Soroti Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumba Timur
Jumat, 27 Februari 2026 | 23:46 WIB
Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?
Kamis, 26 Februari 2026 | 16:23 WIB
Foto: Deodatus Sunda Se, Ketua DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Hidup 13 Hari, Disebut Tidak Miskin: DPD GMNI DKI Jakarta Bongkar Kemiskinan Semu Versi Negara
Kamis, 26 Februari 2026 | 08:13 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Pandeglang Ingatkan Anggota Dewan, Masih Banyak Jalan Rusak

Marhaenist.id, Pandeglang- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan…

Ahmad Yandi Khadafi: Hakim Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan: Wujudkan Asas Keadilan, Bebaskan Hasto!

Tangerang, Marhaenist.id - Proses hukum terhadap Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kini…

Krisis Pengungsi Rohingya Berlarut, GMNI: Bukti Lemahnya Diplomasi Pertahanan Kita

Marhaenist.id, Jakarta - Sebanyak 157 orang pengungsi Rohingya mendarat di Desa Karang Gading,…

Surat Cinta dari Timur Buat GMNI: Perpecahan! Nasionalisme?

Marhaenist.id - Jika tidak ada Kongres persatuan, mari kita anggota serta para…

DPD GMNI DKI Jakarta Gelar Konferensi Daerah Pertama, Usung Tema Transformasi Jakarta Menuju Kota Global

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menggelar Konferensi…

GMNI dan GSNI Gelar Audiensi dengan Ketua DPRD Surabaya: Soroti Program MBG, Efiensi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Marhaenist.id, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menemui warga yang berunjuk rasa saat peresmian Flyover Ganefo, Mranggen, Kabupaten Demak, Kamis (13/10/2022). MARHAENIST/Dok Humas Jateng

Gercep! Ganjar Bereskan Demo dan Tuntutan Warga di Flyover Ganefo

Marhaenist - Tidak butuh waktu lama bagi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo…

Gelar FGD, DPC GMNI Kendari Ajak Kaum Milenial Cerdas Dalam Bermedia Sosial

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Wacana Penulisan Ulang Sejarah Indonesia, GSNI Surabaya Khawatir Bentuk Pengkhianatan Integritas Bangsa

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Siswa Nasional Indonesia (GSNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?