By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kapitalisme

Investor Khawatirkan Stabilitas Keuangan RI Imbas Program Makan Siang Gratis

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Selasa, 9 Juli 2024 | 18:02 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Program makan siang gratis untuk anak sekolah diusung oleh presiden terpilih Prabowo Subianto. FILE/Katadata
Bagikan

Marhaenist – Program makan siang gratis untuk anak sekolah yang diusung oleh presiden terpilih Prabowo Subianto membuat pasar utang dan mata uang negara cemas, karena rencana tersebut.

Prabowo dan timnya berusaha keras untuk menghindari kesan pemborosan fiskal serta meyakinkan para pelaku pasar bahwa pemerintahan baru akan mematuhi batas utang resmi yang membatasi defisit anggaran hingga 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Namun, bagi pasar yang terbiasa dengan stabilitas dan pendekatan fiskal yang hati-hati di bawah kepemimpinan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, usulan belanja bernilai jumbo saja sudah cukup meresahkan.

Imbal hasil obligasi naik dan nilai tukar rupiah terdepresiasi, meskipun sebagian besar melemahnya rupiah lebih disebabkan oleh ketangguhan dolar AS.

“Kami percaya situasi saat ini lebih merupakan sebuah kegaduhan, tetapi kami melihat adanya risiko fiskal yang meningkat. Oleh karena itu, pasar mungkin mulai membutuhkan premi risiko yang lebih tinggi pada obligasi Pemerintah Indonesia,” kata Jenny Zeng, Kepala Investasi untuk Pendapatan Tetap wilayah Asia Pasifik di Allianz Global Investors, dilansir (09/07/2024).

“Risiko lainnya juga adalah karena adanya pergantian para menteri,” kata Zeng, merujuk pada ketidakpastian mengenai siapa yang akan menduduki posisi menteri keuangan di bawah kepemimpinan Prabowo nanti.

Seorang banker di sebuah lembaga perbankan China di Indonesia mengatakan bahwa kekhawatiran fiskal mendorong mereka untuk memindahkan sekitar 30 persen dari portofolio mereka ke instrumen dengan tenor lebih rendah, termasuk diversifikasi ke dalam surat utang jangka pendek yang denominasinya dalam rupiah (SRBI) yang diterbitkan oleh Bank Indonesia.

Rencana makan gratis Prabowo yang perkirakan akan menelan dana sebesar Rp71 triliun pada 2025, seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran.

Baca Juga:   Ekonomi Lesu, Larangan Jual Rokok Ketengan Sangat Tidak Tepat

Meskipun awalnya dikategorikan sebagai obligasi sampah pada awal abad ini, kini obligasi Indonesia dianggap memiliki peringkat investasi.

Beberapa investor bahkan berpendapat bahwa pemerintah Prabowo sebaiknya menggelontorkan dana untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen. Namun, masih ada ketidakpastian mengenai seberapa besar anggaran yang akan dihabiskan Prabowo untuk program-programnya, serta apakah ia akan mengurangi subsidi BBM dan investasi lainnya untuk menjaga keseimbangan keuangan negara.

Clifford Lau, seorang manajer portofolio di William Blair, mengatakan, “Tampaknya akan ada lebih banyak ketidakpastian daripada kepastian. Saya masih tetap berinvestasi, tetapi mungkin tidak sebanyak sebelumnya.”

Investasi dari luar negeri dalam portofolio menyusut. Investor asing menarik $2,8 miliar dari obligasi pemerintah dalam bentuk rupiah dan pasar saham hingga Juni tahun ini.

Nilai tukar rupiah saat ini mencapai titik terendah dalam empat tahun terhadap dolar AS, mengalami kerugian lebih dari 5 persen sepanjang tahun ini. Penurunan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan imbal hasil (yield) obligasi AS dan penguatan dolar, yang juga mempengaruhi mata uang negara-negara berkembang lainnya.

Para investor yang mencari obligasi dengan imbal hasil lebih tinggi juga beralih ke India, yang obligasinya tidak hanya memiliki imbal hasil yang sebanding tetapi juga baru saja masuk ke dalam indeks global JP Morgan.

Proyeksi dan Harapan Investor

Beberapa investor tetap menaruh harapan terhadap pemerintahan Prabowo. Mereka merujuk pada bagaimana pemerintahan Prabowo juga ingin mengerek pendapatan dan meningkatkan kepatuhan pajak, dan membatasi defisit fiskal sebesar 2,8 persen dari PDB, meskipun lebih tinggi dari target tahun ini sebesar 2,3 persen.

“Dia juga menyoroti pentingnya meningkatkan pendapatan fiskal, jadi sebenarnya ini tidak hanya tentang meningkatkan pengeluaran,” ujar Jerome Tay, seorang manajer investasi pendapatan tetap Asia dari Aberdeen. Ia bahkan memiliki pandangan positif terhadap obligasi pemerintah Indonesia dalam jangka menengah.

Baca Juga:   Tarif Listrik Nasional Berubah, Cek Nominal Tarif/kWh Terbarunya

Para investor pasar negara berkembang telah lama tertarik pada obligasi tersebut karena menawarkan tingkat imbal hasil tinggi atau ‘carry’.

Perbedaan dalam imbal hasil antara obligasi Indonesia dan AS saat ini telah mengecil menjadi separuh dari 600 basis poin sebelum Federal Reserve mulai menaikkan suku bunga pada 2022, tetapi tetap menarik bagi investor di pasar pendapatan tetap.

Indonesia juga dipandang tidak terlalu rentan pada saat ini, mengingat kepemilikan asing hanya sebesar 14 persen dari obligasi pemerintah yang beredar. Padahal sebelumnya para investor tersebut mengusai separuh obligasi satu dekade lalu.

Harapan bahwa Federal Reserve akan segera mulai memangkas suku bunga memberikan sedikit kenyamanan bagi investor rupiah dan obligasi Indonesia, kata Rudiyanto, seorang direktur di perusahaan manajemen aset lokal Panin.

Namun ada risiko lain yang perlu diwaspadai, terutama terkait utang jatuh tempo yang junlahnya sangat signifikan, diperkirakan mencapai sekitar Rp 800 triliun pada 2025, hampir dua kali lipat dari jumlah tahun ini. Sri Mulyani menyatakan bahwa refinancing tidak akan menjadi masalah selama pemerintah dapat menjaga kepercayaan pasar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep menyampaikan pidatonya setelah dilantik sebagai ketua umum partai dalam rapat umum partai di Jakarta (25/9). ANTARA/Aditya Pradana Putra

Menghilangnya Kaesang Disebut Rugikan PSI dan Sulitkan KPK

MARHAENIST - Sekelompok eksponen Aktivis 98 melayangkan laporan orang hilang untuk putra…

Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Marhaenist.id, Jakarta - Direktur Eksekutif Megawati Institute, Hilmar Farid, menyampaikan keprihatinan mendalam atas…

Impian Reformasi Polri dalam Hiruk Pikuk Hut Bhayangkara

Marhaenist.id - Dikutip dari buku Sejarah Perkembangan Kepolisian Indonesia, terdapat perbedaan tugas…

Pesan Bung Karno Pada GMNI: Revolusi Adalah Menjebol dan Membangun!

Marhaenist.id - Bagi Bung Karno, semangat mengabdi kepada bangsa dan tanah air,…

Kolam Koalisi dalam Sistem Pemerintahan di Indonesia Saat ini

Marhaenist.id - Mendengar kata koalisi mungkin tidak asing bagi para elit politik,…

Revolusi Etika Hukum: Jalan Terakhir Menyelamatkan Keadilan

Marhaenist.id - Krisis hukum di Indonesia bukanlah takdir. Ia adalah hasil kelalaian…

PPN Meningkat, Kelas Menengah Sekarat!

Marhenist.id - Sehubungan dengan disahkannya kenaikan PPN menjadi 12% dalam UU No.7…

GMNI Jakarta Selatan Bedah Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno dalam Dialog Sejarah dan Ideologi

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan kembali menunjukkan…

Suport Dunia Pendidikan, PA GMNI Jalin Kerjasama Dengan UBK

Marhaenist - Universitas Bung Karno (UBK) menjalin kerjasama dengan Dewan Pimpinan Pusat…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?