By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Dukung Persatuan, DPD GMNI Sultra Apresiasi Terbentuknya Forum Nasional Komunikasi Persatuan dalam Konsolidasi Nasional di Blitar

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 22 Juni 2025 | 21:43 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Muhamad Amang, Ketua DPD GMNI Sultra/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Kendari – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Tenggara (Sultra) dukung adanya pembentukan Badan Pekerja Kongres Nasional XXII untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang telah berlangsung sejak Kongres Ambon 2019.

Sebelumnya, pada Jumat (10/6/2025) secara resmi Forum Nasional Komunikasi Persatuan dengan tujuan untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan GMNI itu terbentuk yang diprakarsai oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Surabaya dan Jember, sebagai upaya mengembalikan GMNI pada khittah perjuangannya yang berlandaskan ideologi Marhaenisme.

Dalam keterangan persnya, Muhamad Amang Ketua DPD GMNI Sultra mengatakan dualisme kepemimpinan DPP GMNI antara kubu Arjuna Putra Aldino dan Imanuel Cahyadi harus segera diakhiri karena telah menghambat jalannya konsolidasi nasional di GMNI.

“Pembentukan Forum Nasional Komunikasi Persatuan ini harus menjadi momentum penyatuan yang harus kita apresiasi dan dukung. Dengan semangat persatuan inilah, dualisme di GMNI harus segera diakhir karena selalu menghambat jalannya konsolidasi Nasional,” ujarnya Bung Amang, sapaan akrabnya, Minggu (22/6/2025).

Meskipun DPD GMNI Sultra tak hadir dalam konsolidasi nasional tersebut, ia memastikan bahwa pihaknya akan terus memantau dan menyepakati hal-hal yang perlu untuk perbaikan organisasi kedepannya termasuk nantinya akan ada pembentukan Badan Pekerja Kongres Nasional.

“Kami akan terus memantau perkembangan Konsolidasi Nasional selanjutnya sampai Kongres Persatuaan itu terwujud. Kami siap menjadi peserta dan menyepakati hal-hal yang dianggap perlu demi kebaikan organisasi meskipun tak ada dalam forum konsolidasi itu,” sambung Bung Amang.

Ia juga menegaskan bahwa GMNI harus kembali fokus pada perjuangan ideologis, bukan malah terus-terusan tenggelam dalam konflik internal yang saling menyerang sesama kader.

“Yang kami inginkan adalah GMNI harus fokus pada perjuangan ideologis berdasarkan Marhaenisme. Mari kita akhiri konflik internal dalam GMNI dengan semangat menyelenggarakan kongres persatuan!,” tegas Bung Amang.

Baca Juga:   GMNI Sambut Hangat Kehadiran Paus Fransiskus di Indonesia

Rujukan kongres persatuan, kata Amang harus dilandasi dengan semangat Marhaenisme yang didalamnya ada Sosio Nasionalisme dan kata Bung Karno: ‘Kuat karena bersatu, bersatu karena kuat”

“Yang membuat kita terkotak-kotak hingga saling menyerang satu sama lain adalah karena kita tidak menjadikan mahaenisme sebagai landasan semangat yang menyatukan kita dalam GMNI. Seperti kata Bung Karno, ‘Kita kuat karena bersatu dan bersatu karena kuat’ maka kekuatan itu terletak karena kita bersatu untuk menjadi Gerakan Indonesia,” tambah Bung Amang.

Diakhir, Amang juga menyampaikan bahwa GMNI harus fokus menatap arah organisasi kedepan agar dapat menjadi bagian dalam mewujudkan Indonesia emas dan meninggalkan konflik internal dalam organisasi yang menghambat kerja-kerja organisasi.

“GMNI harus bisa menatap arah organisasi kedepan untuk menjadi bagian dalam mewujudkan Indonesia Emas. Dari itu, hilangkan konflik internal yang menghambat kerja-kerja GMNI dan yang ada hanyalah kepentingan organisasi dengan semangat menuju untuk melaksanakan kongres persatuan,” tandas Ketua DPD GMNI Sultra itu. ***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Mendorong Pelaksanaan UHC: Tidak Menyisakan Ketimpangan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Selasa, 13 Januari 2026 | 18:01 WIB
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Asa untuk Sumatera

Marhaenist.id - Di balik hiruk-pikuk pembangunan nasional, Pulau Sumatera kembali menuntut perhatian…

GMNI dan Teologi Perlawanan: Iman yang Menggugat, Ideologi yang Menghukum

Marhaenist.id - Indonesia hari ini adalah panggung besar tempat kekuasaan menari di…

Api Perjuangan Marhaenisme: Merayakan 70 Tahun GMNI dalam Mempertahankan Kesejahteraan Kaum Marhaen

Marhaenist.id - Dalam memperingati Dies Natalis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yang…

Hadiri Sidang Palti Hutabarat, Ganjar: Ini Soal Persaudaraan dan Kemanusiaan

Marhaenist - Mantan Capres dan politisi PDIP, Ganjar Pranowo hadir langsung dalam…

Foto: Dhiva Trenadi Pramudia, Institut Marhaenisme 27/MARHAENIST.

6 Buku untuk Memahami Mengapa Gelar Pahlawan Nasional bagi Soeharto Harus Ditolak

Marhaenist.id - Mendorong Soeharto menjadi pahlawan nasional bukan sekadar kekeliruan historis, melainkan…

Gelar Aksi Kemanusiaan, GMNI Touna Serakan Bantuan untuk Korban Gempa Poso

Marhaenist.id, Touna - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una (Touna) menyerahkan…

Hadiri Aksi 1000 Lilin di Nagekeo, GMNI NTT Desak Proses Hukum Para Pelaku Penganiayaan Prada Lucky

Marhaenist.id, Nagekeo - Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD GMNI)…

Che Guevara – Sosialisme dan Manusia di Kuba

Kawan tercinta: Meskipun terlambat, saya tetap berusaha menyelesaikan catatan ini dalam rangkaian…

Pasangan Hasto-Wawan Temui Warga Masyarakat Penerima PIP

MARHAENIST - Pasangan calon walikota dan wakil walikota Yogyakarta yang diusung oleh…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?