By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
(Bagian Pertama) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Panas yang Menetap, Negara yang Tertinggal: Kita Tak Bisa Melawan Alam, Tapi Masih Bisa Menyiasatinya
Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional
Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik
Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tata Regulasi Ditengah Disrupsi Teknologi, Ayo Dukung Bitcoin Sebagai Bagian dari Cadangan Devisa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 28 Februari 2025 | 13:02 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Kemas Fadli Safari, S.E., Salah satu Penggerak Golkar Marhaen Indonesia, Pengurus DPP PA GMNI Bidang Sosial/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam satu dekade terakhir, perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan Blockchain telah mengubah berbagai sektor industri secara fundamental. Dari otomatisasi pekerjaan hingga desentralisasi keuangan, dua teknologi ini membawa peluang sekaligus tantangan bagi negara dalam mengatur ekosistem digital yang semakin kompleks.

Teknologi Blockchain menawarkan transparansi dan desentralisasi dalam berbagai aspek, mulai dari keuangan, logistik, hingga tata kelola pemerintahan.

Mata uang Kripto seperti Bitcoin dan Ethereum telah mengguncang sistem keuangan tradisional, memunculkan pertanyaan besar tentang peran Negara dalam mengatur aset digital yang sulit dikendalikan.

Negara Indonesia harus bisa menyeimbangkan antara regulasi yang ketat dan memberikan ruang bagi inovasi maka ini akan cepat beradaptasi dengan tren teknologi akan lebih siap menghadapi masa depan, sementara yang lamban dalam merespons bisa tertinggal dalam persaingan global.

Neraga Indonesia mestinya harus dapat belajar dari Negara Elsavador. Bagaimana negara itu bisa mencapai kesuksesan dengan Bitcoin? Ini berkat keputusan berani Presiden Nayib Bukele untuk menerima Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah pada September 2021 lalu.

Keputusan ini membuka peluang bagi warga Elsalvador untuk menggunakan Bitcoin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam transaksi bisnis dan pengiriman uang.

Salah satu contoh kesuksesan akibat penerapan Bitcoin alat pembayaran yang sah di Negara Elsavador adalah kisah Napoleon Osorio, seorang sopir taksi yang menjadi jutawan kripto berkat adopsi Bitcoin. Ia memperluas bisnisnya dan meraih keuntungan besar dari kenaikan harga Bitcoin.

Pemerintah El Salvador juga memperkenalkan dompet digital Chivo Wallet, yang memungkinkan pengiriman dan penerimaan Bitcoin tanpa biaya. Meskipun adopsi Bitcoin belum mencapai harapan pemerintah, kisah sukses seperti Osorio membuktikan potensi besar dari mata uang digital ini.

Baca Juga:   Persatuan GMNI se-Indonesia: Belajar dari Konferda Persatuan GMNI Sulbar

Selain itu, El Salvador juga memiliki lebih dari 2.000 Bitcoin yang bernilai lebih dari $150 juta, membuat negara ini menjadi salah satu negara terkaya di dunia karena kepemilikan Bitcoin-nya.

El Salvador terus membuat langkah besar dalam upayanya menuju kemandirian finansial. Setelah mengumumkan bahwa mereka tidak lagi akan meminjam utang eksternal untuk mendanai anggaran negara.

Langkah ini adalah upayaca dan komitmen Presiden Nayib Bukele untuk mengurangi ketergantungan pada sumber dana luar negeri dan akan memperkuat perekonomian negara melalui adopsi teknologi baru, khususnya kripto.

Belajar dari Elsavador: Mengakhiri Ketergantungan pada Utang Luar Negeri

Akun Twitter resmi pemerintahan El Salvador telah membagikan salah satu berita terbesar, yakni pengumuman dari Presidennya, Nayib Bukele, yang menyatakan bahwa negara tersebut tidak akan lagi meminjam utang eksternal atau luar negeri.

Mulai 2025, negara itu akan membiayai anggarannya sepenuhnya dari sumber daya internal, sebuah langkah yang jarang dilakukan oleh negara-negara berkembang yang biasanya bergantung pada pinjaman internasional untuk mendanai proyek-proyek besar dan operasional pemerintah.

Penghapusan utang eksternal ini dilakukan dengan harapan untuk menghindari ketergantungan pada lembaga keuangan internasional yang sering kali memberikan syarat ketat dalam pinjaman mereka.

Dengan cara ini, negara di Amerika Tengah ini berharap untuk membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan berkelanjutan, tanpa beban bunga dan pembayaran utang yang terus meningkat setiap tahun.

“Ini adalah momen bersejarah bagi El Salvador. Kami tidak akan lagi menghabiskan lebih banyak uang daripada yang kami hasilkan setiap tahunnya. Manfaat dari pendekatan ini akan langsung terasa dan akan terus bertambah setiap tahunnya, yang akan berkontribusi pada perekonomian yang lebih kuat dan negara yang mandiri secara finansial,” ujar Presiden Bukele, dilansir dari El Salvador English.

Baca Juga:   Jalan Pulang Pemuda Desa Menuju Kedaulatan Pangan Nasional

Konsistensi El Salvador dalam Investasi Bitcoin, dapat Mengakhir Ketergantungan pada Utang Luar Negeri

Selain mengakhiri ketergantungan pada utang luar negeri, pemerintah El Salvador terus berinvestasi dalam Bitcoin, yang kini menjadi bagian integral dari kebijakan ekonomi negara.

Seperti yang telah diberitakanUB sebelumnya, selama 665 hari berturut-turut, El Salvador membeli satu Bitcoin setiap hari, yang kini menambah total cadangan negara sebanyak 3.046 BTC.

Langkah ini dimulai sejak November 2022 dan menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk mengintegrasikan Bitcoin ke dalam sistem keuangan nasional.

Keputusan untuk membeli Bitcoin setiap hari dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan cadangan mata uang negara, yang diharapkan akan memberikan keuntungan besar di masa depan ketika harga Bitcoin kembali naik.

Selain itu, adopsi Bitcoin juga telah meningkatkan profil internasional El Salvador sebagai pionir dalam ekonomi digital.

Tantangan dan Harapan dalam Membangun Kemadirian Ekonomi

Meski langkah-langkah ini dinilai inovatif dan berani, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh pemerintah El Salvador.

Pertama, penghapusan utang eksternal berarti pemerintah harus mengelola anggaran dengan sangat ketat dan memastikan pendapatan dari pajak serta sektor lain seperti pariwisata dan pertanian cukup untuk mendanai semua kebutuhan.

Tantangan lain adalah menjaga kestabilan ekonomi di tengah fluktuasi harga BTC, yang secara alami dapat mempengaruhi cadangan nasional jika tidak dikelola dengan hati-hati.

Namun, meskipun menghadapi risiko, Presiden Bukele tetap optimis bahwa strategi ini akan membawa El Salvador ke era baru dalam hal kemandirian finansial.

Langkah untuk tidak lagi meminjam dari luar negeri dan terus berinvestasi dalam Bitcoin dianggap sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat ekonomi nasional, mengurangi kemiskinan dan menarik lebih banyak investor internasional.

Baca Juga:   Pilkada 2024: Kesadaran Politik Pemilih Muda 

Diakhir, Negara Indonesia harus dapat belajar dari negara Elsavador untuk meneguhkan kemandirian ekonominya dan menjadikannya menjadi negara yang maju agar tidak lagi bergantung pada hutang luar negeri dan bisa menghentikan untuk tidak berutang lagi!***


Penulis: Kemas FS, Pengurus DPP PA GMNI Bidang Sosial.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

(Bagian Pertama) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Sabtu, 2 Mei 2026 | 12:10 WIB
Panas yang Menetap, Negara yang Tertinggal: Kita Tak Bisa Melawan Alam, Tapi Masih Bisa Menyiasatinya
Sabtu, 2 Mei 2026 | 11:56 WIB
Krisis Tersembunyi Dibalik Anggaran Besar, DPP GMNI Soroti Ketimpangan Sistem Pendidikan Nasional
Jumat, 1 Mei 2026 | 23:12 WIB
Aktivis Mahasiswa Sebut Konten Amien Rais Sebagai Ad Hominem Bukan Kritik
Jumat, 1 Mei 2026 | 21:38 WIB
Kasus Anak PRT Benhil, Institut Sarinah: Indikasi Kelalaian Serius Aparat, Kompolnas Harus Turun
Jumat, 1 Mei 2026 | 10:29 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kisah Bung Karno Menjelang Idul Fitri

Marhaenist.id - Presiden RI Pertama Ir Soekarno menyimpan sejumlah kisah menarik menjelang…

Refleksi Tiga Tahun DPC GMNI Tojo Una-una: Bergerak dari Desa untuk Mewujudkan Indonesia Emas

Marhaenist.id, Tojo Una-una — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Ahmad Basarah Resmi Ditunjuk Jadi Jubir PDIP, Inilah Tugasnya!

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan…

DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dialektika

Marhaenist - Maka itu, hukum-hukum dialektika diabstraksikan dari sejarah alam dan masyarakat…

Perempuan dan Kesejahteraan Buruh Era Rezim Jokowi

Marhaenist - hampir secara keseluruhan masyarakat internasional, mengetahui bahwa 1 mei merupakan…

Indonesia di Persimpangan Geopolitik: Peluang dan Tantangan Dalam Menjalin Kerja Sama Dengan Uni Eropa

Marhaenist.id - Pernyataan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di…

Foto: Warga Kebon Sayur yang di Tangkap Paksa oleh Aparat (Bapak Juned)/MARHAENIST.

Penangkapan Paksa Warga Kebon Sayur dan Upaya Intimidasi dari aparat Kepolisian

Marhaenist, Jakarta – Pada hari Rabu (13/08/2025) telah terjadi penangkapan paksa oleh…

Dari Keseragaman Menu MBG Hingga Pertanian Monokultur dan Kesejahteraan Petani Lokal

Marhaenist.id — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dipelopori oleh Presiden Prabowo…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?