By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Warisan Nasionalisme Indonesia: Nilai yang Mempertemukan Perbedaan Dalam Ikatan Persatuan
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Mari Mengenal 9 Istri Bung Karno!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 14 Februari 2025 | 07:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 7 Menit
Foto: Istri-istri Bung Karno (Sumber foto: Hops.id)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dalam perjalanan hidupnya, Soekarno atau akrab disebut Bung Karno sering dikelilingi oleh sejumlah wanita-wanita cantik. Hal ini membuat Bung Karno selalu memberikan perhatian lebih terhadap wanita yang dijumpainya, bahkan Bung Karno kadang mengungkap rasa ketertarikannya jika menyukainya lalu mempersuntingnya menjadi pasangan hidupnya. Dari itu Bung Karno memiliki 9 orang istri. Inilah 9 istri Bung Karo tersebut:

1. (Siti Oetari)

Siti Oetari merupakan putri sulung H.O.S Tjokroaminoto sekaligus sosok istri pertama dari Presiden Soekarno. Keduanya resmi menikah pada tahun 1921 di usia Oetari yang masih terbilang muda, yakni 16 tahun. Sementara itu, Soekarno menikahi Oetari di usia 20 tahun. Pertemuan pertama antara Soekarno dan Siti Oetari terjadi di rumah Oetari, Ketika Soekarno tengah mengenyam pendidikan di Surabaya.

Pernikahan Soekarno dan Siti Oetari sebenarnya tidak didasari karena cinta. Siti Oetari menikahi Soekarno semata-mata karena perjodohan dari sang ayah. Akibat ketidakcocokan dan kesibukan politik Soekarno, bahtera rumah tangga mereka akhirnya kandas pada tahun 1923. Hal ini sebagaimana yang tertulis dalam buku Kiprah Politik Soekarno karya Yonita Yulia Yalinda.

2. (Inggit Garnasih)

Di antara istri Presiden Soekarno lainnya, kisah Inggit Garnasih termasuk yang paling mengesankan dan menyentuh hati. Inggit Garnasih merupakan istri kedua Soekarno yang lahir pada 17 Februari 1888 di Banjaran, Kabupaten Bandung. Mengutip dari buku Hidup dan Perjuangan Soekarno Sang Bapak Bangsa oleh Andi Setiadi, Inggit Garnasih dikenal sebagai sosok istri yang setia mendampingi Soekarno di masa-masa sulitnya.

3. (Fatmawati)

Siapa yang tidak mengenal nama istri Presiden Soekarno ini? Pernikahan Fatmawati dengan Soekarno dikaruniai lima orang anak. Salah satunya yaitu Megawati Soekarnoputri yang merupakan sosok presiden perempuan pertama di Indonesia.

Baca Juga:   Menelisik Kunjungan Bung Karno ke AS 16 Mei 1956

Ikatan cinta antara Fatmawati dan Presiden Soekarno terjalin saat Soekarno sedang menjalani masa pengasingan selama 5 tahun di Bengkulu. Kala itu, hampir setiap hari Fatmawati membawakan makanan untuk bung Karno. Soekarno yang terkesan dengan paras dan kepandaian memasak Fatmawati akhirnya memilih untuk menikahinya pada 1 Juni 1943.

Sebagaimana Inggit Garnasih sebelumnya, Fatmawati juga selalu setia mendukung perjuangan Soekarno dalam meraih kemerdekaan. Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih yang dikibarkan saat proklamasi kemerdekaan adalah bentuk jasa dari Fatmawati yang akan selalu dikenang oleh rakyat Indonesia.

4. (Hartini)

Kunjungan Presiden Soekarno ke Salatiga menjadi awal mula tumbuhnya benih cinta antara Soekarno dengan istri keempatnya, Hartini. Berbeda dengan latar belakang istrinya sebelumnya yang rata-rata berusia muda, Hartini merupakan seorang janda berumur 29 tahun yang sudah memiliki lima anak. Namun, Soekarno yang telah jatuh hati mantap memutuskan untuk meminang Hartini.

Pernikahan Presiden Soekarno dan Hartini dikaruniai dua orang putra Bernama Taufan dan Bayu. Bagi Soekarno, Hartini merupakan sosok istri yang setia, berbakti, dan mampu diajak bertukar pikiran. Meski kemudian Soekarno menikah dengan perempuan lainnya, Hartini tetap setia pada bung Karno hingga wafatnya sang presiden pada tahun 1970.

5. (Kartini Manoppo)

Tidak banyak buku sejarah yang mencatat kisah rumah tangga Soekarno dan Kartini Manoppo. Itu sebabnya, kalangan masyarakat tidak begitu familiar dengan sosok istri kelima bung Karno ini. Meski begitu, ada beberapa informasi terkait Kartini Manoppo yang terungkap ke publik.

Kartini Manoppo berasal dari keturunan keluarga terpandang di Bolaang Mongondow, Sulawesi. Ia berprofesi sebagai model dan pramugari maskapai Garuda Indonesia. Soekarno pun pertama kali terpana oleh kecantikan Kartini saat melihat sosoknya yang menjadi model dalam lukisan karya Basuki Abdullah. Setelah menikah pada tahun 1959, pasangan Soekarno-Kartini dibuahi seorang anak laki-laki bernama Totok Suryawan Sukarno.

Baca Juga:   Berjuang Tak Selalu Harus Dengan Moncong Senjata

6. (Ratna Sari Dewi)

Ratna Sari Dewi yang memiliki nama asli Naoko Nemoto merupakan satu diantara sosok istri Soekarno lainnya yang dikenal masyarakat. Ratna Sari Dewi atau disebut juga Dewi Soekarno lahir di Tokyo, 6 Februari 1940. Soekarno dan Dewi bertemu untuk pertama kalinya di Hotel Imperial, Jepang.

Presiden Soekarno menikahi Dewi pada 1962 di saat Dewi masih berusia 19 tahun. Keduanya terpaut perbedaan usia yang cukup jauh. Pasalnya, saat menikahi Dewi, Soekarno sudah berumur 57 tahun. Soekarno dan Dewi memiliki seorang anak perempuan yang diberi nama Kartika Sari Dewi.

Dewi Soekarno sempat bermukim di Paris menjelang redupnya masa kejayaan Soekarno. Ia Kembali ke Jakarta pada 1983 namun Kembali menetap di Tokyo, Jepang pada tahun 2008 silam.

7. (Haryati)

Sama halnya dengan Kartini Manoppo, hubungan Soekarno dengan Haryati juga cukup jarang diekspos. Sebuah buku karya Cindy Adams menyebutkan bahwa keduanya bertemu di Istana Tampaksiring, Bali yang kala itu bertepatan dengan kunjungan Presiden Filipina, Diosdado Macapagal. Presiden Soekarno dan Haryati secara sah menikah di hadapan KUA Gambir pada 21 Mei 1963. Hubungan pernikahan Soekarno dan Haryati memang sengaja tidak diungkapkan pada masyarakat luas atas keinginan dari Bung Karno sendiri. Pada akhirnya, Soekarno menceraikan Haryati karena alasan ketidakcocokan.

8. (Yurike Sanger)

Setelah Haryati, Presiden Soekarno kemudian jatuh cinta pada Yurike Sanger, seorang anggota Barisan Bhinneka Tunggal Ika yang masih duduk di bangku SMP. Singkat cerita, setelah beberapa Waktu menjalin hubungan asmara, Soekarno pun mempersunting Yurike menjadi istrinya pada tahun 1964.

Mengutip dari buku Trah Politik Sang Proklamator karya Radis Bastian, rumah tangga Yurike dan Soekarno hanya bertahan selama 4 tahun. Situasi yang tak menentu pasca pemakzulannya, menyebabkan bung Karno memohon pada Yurike untuk mengajukan cerai.

Baca Juga:   Benarkah Soekarno Komunis?

9. (Heldy Djafar)

Heldy Djafar adalah sosok perempuan terakhir yang dinikahi oleh Presiden Soekarno. Heldy lahir pada 11 Juni 1947 di Tenggarong, Kalimantan Timur dan merupakan anak bungsu di keluarganya. Keduanya menikah pada tahun 1966 di era tenggelamnya kekuasaan Soekarno. Kala itu, Heldy masih berusia 18 tahun. Sedangkan Soekarno sudah berusia senja sekitar 65 tahun.

Pada kenyataannya, pernikahan antara Heldy dan Soekarno juga tidak bertahan lama. Hubungan mereka mulai merenggang Ketika Soekarno diasingkan di Wisma Yaso. Setelah perceraiannya dengan Bung Karno, Heldy Djafar Kembali menikah dengan pria Bernama Gusti Suriansyah Noor pada pertengahan tahun 1968.

Selain 9 istri Soekarno yang telah disebutkan, ada dua sosok lain yang kerap disebut sebagai pendamping sang pendiri RI. Namun tidak banyak informasi yang bisa diperoleh terkait sosok Maharani Wisma Susana Siregar dan Sakiko Kanase.

Dari pernikahannya, Soekarno dianugerahi 9 orang putra-putri dan dua anak angkat. Tak hanya romantisme, 9 istri Soekarno memiliki peran yang besar mendukung usaha kemerdekaan Indonesia.***


Disusun Oleh La Ode Mustawwadhar dari berbagai macam sumber.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Warisan Nasionalisme Indonesia: Nilai yang Mempertemukan Perbedaan Dalam Ikatan Persatuan
Minggu, 5 April 2026 | 12:58 WIB
Kunjungan DPK GMNI UBP Karawang ke DPP GMNI Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Berbasis Marhaenisme
Sabtu, 4 April 2026 | 08:53 WIB
Tanggapi Dugaan Keracunan Massal MBG di Duren Sawit, Direktur Eksekutif Sentra Institute Soroti Lemahnya Pengawasan dan Transparansi Vendor
Jumat, 3 April 2026 | 21:24 WIB
RTH Penting, GMNI Jakarta Timur: Jangan Sampai Menumbalkan Rakyat dan Jadi Lahan Korupsi
Jumat, 3 April 2026 | 20:00 WIB
Tan Malaka Bukan Pendiri Republik?
Jumat, 3 April 2026 | 18:34 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Detik-detik Seorang Jurnalis di Morowali ditangkap oleh Aparat Kemanan yang berpakaian preman dan bersenjata Laras Panjang (Sumber: Portal Hukum Indonesia)/MARHAENIST.

Viral! Jerit Tangis di Torete: Saat Laras Panjang Membungkam Hak Warga, Roy Diseret Tanpa Dialog

Marhaenist.id, Morowali – Suasana Desa Torete yang semula tenang, mendadak berubah mencekam…

Bertemu Ganjar di Kota Ambon, Aktivis Gemini Club Merasa Seperti Bertemu Saudara Kandung yang Terpisah

Marhaenist.id, Ambon - Kedatangan Ganjar Pranowo dalam Kampanye terbukanya di lapangan Merdeka…

TAP MPRS MPRS 33/1967 Dicabut, Bung Karno Bebas Dari Segala Tuduhan Terkait Komunisme

MARHANEIST - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyerahkan surat pimpinan MPR…

Implementasikan Tridharma, Mahasiswa UMIKA Galang Dana Kemanusiaan

Marhaenist - Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Mitra Karya Kota Bekasi (HMTI…

Taufiq Kiemas dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia

MARHAENIST - Palembang, siang hari yang terik, 19 Agustus 1960. Remaja yang…

Skenario Perbaikan Demokrasi dan Pemerintahan Dibutuhkan Oleh Masyarakat Sipil

MARHAENIST - Di tengah kondisi kehidupan bangsa yang tengah menurun dalam berbagai…

Mao Zedong, Beberapa Masalah Mengenai Metode Memimpin

Marhaenist.id - Mao Zedong adalah mantan pemimpin Republik Rakyat China atau disingkat RRC.…

Foto: Nurfani Ici saat terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Kota Ternate periode 2026-2028 (Dokpri)/MARHAENIST.

Catat Sejarah Baru, Sarinah Nurfani Ici jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC GMNI Kota Ternate

Marhaenist.id, Ternate - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Diduga Dikeroyok, Kader GMNI di Sukabumi Tewas Mengenaskan

Marhaenist.id, Sukabumi - Seorang mahasiswa di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) berinisial RR…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?