By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Sukarnoisme

Surat-Surat Islami Sukarno Dari Ende

Indo Marhaenist
Indo Marhaenist Diterbitkan : Rabu, 14 Agustus 2024 | 01:50 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Bung Karno. LIFE
Bagikan

MARHAENIST – Dalam suratnya kepada T.A. Hassan kali ini, Bung Karno kembali bertukar pikiran tentang kemajuan dunia Islam termasuk perjuangan rakyat Palestina.

Menurut Bung Karno, seperti umat Islam di tempat-tempat lain di dunia, orang Palestina juga tak lepas dari sikap ‘conventionalisme’ yang tak bakal mampu untuk membuat perubaha radikal.

Bung Karno menganggap mereka terlalu ‘bedak membedaki satu sama lain’ dan membanggakan sesuatu negeri Islam seperti bangga kepada Mesir dan Turki. “Terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!” kata Bung Karno.

Kepada T.A Hassan, Bung Karno juga mengeluhkan organisasi-organisasi Islam terkemuka yang tak melakukan apapun untuk membina umat muslim di Flores. Sementara di sisi lain mereka ramai-ramai mencela misi Katholik.

Menurut Bung Karno misi itu pantas membanggakan kerja mereka karena memang ‘bekerja mati-matian’ untuk mengembangkan agama di Flores. Mengembangkan misi merupakan hak dan tidak boleh dicela atau digerutui.

“Tapi kita, kenapa kita malas, kenapa kita teledor, kenapa kita tak mau kerja, kenapa kita tak mau giat? Kenapa, misalnya di Flores, tiada seorangpun mubalig Islam dari sesuatu perhimpunan Islam?,” kata Bung Karno.

Lebih lanjut ia membandingkan, dalam beberapa tahun saja misi berhasil mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores namun berapa orang kafir yang bisa ‘dihela’ oleh Islam di Flores?

“Kalau dipikirkan, memang semua itu ‘salah kita sendiri’, bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya dihinakan orang!,” kata Bung Karno.

Untuk lebih lengkapnya, berikut surat lengkap Bung Karno kepada sahabatnya di Bandung itu.

Ende, 15 September 1935

Assalamualaikum,

Paket pos telah kami ambil dari kantor pos. Kami di Ende semua membilang banyak terima kasih atas potongan 50 persen yang Tuan izinkan itu. Kawan-kawan semua bergirang dan mereka ada maksud lain kali akan memesan buku-buku lagi, Insa Allah.

Saya sendiri tak kurang-kurang berterima kasih, mendapat hadiah lagi beberapa brosur. Isi brosur Kongres Palestina itu tak mampu menangkap ‘centre need to Islam’.

Di Palestina, orang tak lepas dari ‘conventionalisme’ tak cukup kemampuan buat mengadakan perubahan yang radikal di dalam aliran yang nyata membawa Islam kepada kemunduran. Juga pimpinan kongres itu ada ‘ruwet’, orang seperti tidak tahu apa yang dirapatkan, bagaimana caranya teknik kongres. Program kongres yang terang dan nyata rupanya tak ada.

Orang tidak ‘zakelijk’ dan saya kira di kongres itu orang terlalu ‘meniup pantat satu sama lain’, terlalu ‘caressting each other’, terlalu ‘mekaar lekker maken’. Memang begitulah gambarannya dunia Islam sekarang ini. Kurang roh yang nyata, kurang tenaga yang wujud, terlalu ‘bedak membedaki satu sama lain’, terlalu membanggakan sesuatu negeri Islam seperti bangga kepada Mesir dan Turki! Terlalu mengutamakan pulasan-pulasan yang sebenarnya tiada tenaga!!

Brosur yang lain-lain sedang say abaca. Insya Allah nanti akan saya ceritakan kepada Tuan saya punya pendapat tentang brosur-brosur itu, terutama brosurnya Tuan A.D. Hasnie itu secara sambil lalu. Bisalah sudah saya katakanan bahwa ‘cara pemerintahan Islam’ yang diterangkan di situ tidaklah memusakan saya karena kurang ‘up to date’.

Begitulah hukum keadaan kenegaraan Islam? Tuan A.D. Hasnie menerangkan bahwa demokrasi perlementer itu cita-cita Islam. Namun, sudahkah demokrasi parlementer itu menyelamatkan dunia?

Memang sudah satu anggapan tua bahwa demokrasi parlementer itu puncaknya ideal cara pemerintahan. Juga Moh. Ali, di dalam ia punya tafsir Al-Quran yang terkenal, mengatakan itu idealnya Islam. Padahal, ada cara pemerintahan yang lebih sempurna lagi, yang bisa dikatakan cocok dengan azas-azas Islam!

Brosur almarhum H. Fachroeddin akan berfaedah pula bagi saya karena saya sendiripun banyak bertukar pikiran dengan kaum pastur di Ende. Tuan Tahu itu ada ‘pulau misi’ yang mereka sangat banggakan. Dan memang ‘pantas’ mereka membanggakan mereka punya pekerjaan di Flores itu. Saya sendiri melihat bagaimana mereka ‘bekerja mati-matian’ buat mengembangkan mereka punya agama di Flores.

Saya ada ‘repect’ buat mereka punya kesukaan pekerjaan itu. Kita banyak mencela misi, tetapi apakah yang kita kerjakan bagi menyebarkan agama Islam dan memperkokoh agama Islam?

Bahwa misi mengembangkan ‘roomskatholictisme, itu adalah mereka punya ‘hak’, yang kita tidak boleh cela dan gerutui. Tapi ‘kita’, kenapa ‘kita’malas, kenapa ‘kita’ teledor, kenapa ‘kita’ tak mau kerja, kenapa ‘kita’ tak mau giat? Kenapa, misalnya di Flores, tiada seorangpun mubalig Islam dari sesuatu perhimpunan Islam yang ternama (misalnya Muhammadiyah) buat mempropagandakan Islam di situ buat orang kafir?

Misi dalam beberapa tahun saja bisa mengkristenkan 250.000 orang kafir di Flores, tapi beberapa orang kafir yang bisa ‘dihela’ oleh Islam di Flores itu? Kalau dipikirkan, memang semua itu ‘salah kita sendiri’, bukan salah orang lain. Pantas Islam selamanya dihinakan orang!

Kejadian di Bandung yang tuan beritakan, sebagian saya sudah tahu, sebagian belum. Misalnya, saya belum tahu bahwa Tuan punya anak telah dipanggil ke tempat asal. Saya bisa menduga Tuan punya duka cita dan saya pun semakin insaf bahwa manusia punya hidup adalah sama sekali di dalam genggaman Ilahi.

Yah, kita harus tetap tawakal dan haraplah Tuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal dan haraplah Tuan suka sampaikan saya punya ajakan tawakal itu kepada Saudara-Saudara yang lain-lain, yang tertimpa kesedihan.

Sampaikan salamku kepada semua.

Wassalam

Soekarno

Publisher The Spirit of Islam kini saya sudah tahu: Doran& Co, New York. Saya sudah dapat persanggupan ongkosnya dari saya punya mbakyu dan sudah pesan buku itu. Saya ingin tahu pendapat Ameer Ali, apakah yang menjadikan kekuatan Islam dan apakah sebabnya ‘semangat kambing’ sekarang ini. Cocoklah dengan pendapat dengan pendapat saya atau tidak?

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Berduka: Ketua Panitia Kongres Persatuan GMNI Ke – XV Nizis Edward Julistris, Telah Tutup Usia

Marhaenist.id, Bangka Tengah - Kabar duka kembali menyelimuti Keluarga Besar Alumni Gerakan Mahasiswa…

GMNI Bersama Masyarakat Mamuju Tengah Gelar Aksi di Kantor ATR/BPN, Desak Pencopotan Kepala BPN

Maehaenist.id, Mamuju Tengah -Puluhan kader dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang…

Analisa Kelas-Kelas Dalam Masyarakat Tiongkok, Mao Zedong

Marhaenist - Mao Zedong, seorang tokoh revolusioner dan pemimpin China yang kontroversial,…

Masoud Pezeshkian Seorang Reformis Iran Jadi Pengganti Ebrahim Raisi

Marhaenist.id - Kementerian Dalam Negeri Iran mengumumkan pada Sabtu (06/07/2024) bahwa kandidat…

Empat Syarat untuk Menegakkan Demokrasi di Indonesia

Marhaenist.id, Jakarta - Terdapat 4 syarat yang harus terpenuhi agar demokrasi bisa…

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist - Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral…

DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Marhaenist.id, Humbang Hasundutan — Bencana alam yang kembali melanda sejumlah wilayah di…

Pancasila di Persimpangan Jalan: Ideologi, Identitas, dan Realitas Sosial

Marhaenist.id - Setiap tanggal 1 Juni, kita memperingati Hari Lahir Pancasila —…

Atikoh Sapa Warga dan Tokoh Masyarakat Se-Jombang: Ajak Awasi Pemilu

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengajak…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?