By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Artikel

Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Burkina Faso, sebagai negara agraris di kawasan Afrika Barat, selama bertahun-tahun menghadapi persoalan serius berupa serangan hama belalang yang merusak tanaman pangan rakyat. Hama ini tidak hanya mengancam hasil panen, tetapi juga berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional serta kesejahteraan petani kecil yang menggantungkan hidupnya pada pertanian subsisten.

Di bawah kepemimpinan Presiden Ibrahim Traoré, Burkina Faso mulai memperkenalkan pendekatan kebijakan yang lebih berbasis kemandirian, ekologi, dan pemberdayaan rakyat. Salah satu kebijakan yang menarik perhatian internasional adalah pemanfaatan ayam sebagai pengendali alami hama belalang di lahan pertanian.

Kebijakan ini berangkat dari prinsip sederhana namun strategis, yakni memanfaatkan keseimbangan alam sebagai solusi atas persoalan pertanian.

Ayam merupakan predator alami berbagai jenis serangga, termasuk belalang, ulat, dan larva hama lainnya. Dengan mendorong petani memelihara ayam secara masif dan terintegrasi dengan lahan pertanian, pemerintah tidak hanya berupaya menekan populasi hama belalang, tetapi juga mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal serta berpotensi merusak lingkungan dan kesehatan manusia.

Dalam praktiknya, pemerintah Burkina Faso menjalankan program distribusi ayam secara terkoordinasi kepada petani desa, disertai pelatihan sistem pertanian terpadu dan pendampingan berbasis komunitas.

Ayam dilepas secara terkontrol di area pertanian pada fase tertentu setelah masa tanam, sehingga mereka memakan belalang dan serangga pengganggu tanpa merusak tanaman utama. Pola ini terbukti membantu menjaga hasil panen sekaligus meningkatkan produktivitas lahan secara berkelanjutan.

Lebih jauh, kebijakan ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi rakyat. Ayam tidak hanya berfungsi sebagai pengendali hama, tetapi juga menjadi sumber pangan dan pendapatan tambahan melalui produksi telur dan daging. Dengan demikian, satu kebijakan mampu menjawab beberapa persoalan sekaligus: perlindungan tanaman pangan, peningkatan asupan gizi masyarakat, serta penguatan ekonomi keluarga petani.

Baca Juga:   Namanya Tan Malaka!

Pada akhir 2025, Presiden Ibrahim Traoré secara resmi mengumumkan pelepasan satu juta ayam ke ladang-ladang pertanian untuk memerangi serangan hama belalang yang mengancam panen sorgum dan mijo—dua komoditas pangan utama rakyat Burkina Faso. Pelaksanaan program ini melibatkan pengiriman ayam menggunakan truk ke desa-desa, dengan relawan pemuda setempat turut mengawasi agar pelepasan ayam tetap terkendali dan tidak mengganggu keseimbangan ekologi.

Langkah ini sempat menuai kritik dan ejekan dari sejumlah media Barat, khususnya di Paris dan Madrid. Mereka menyebut kebijakan tersebut sebagai keputusan gegabah, tidak realistis, bahkan “ide gila” yang dinilai berisiko gagal total. Media-media tersebut mempertanyakan mengapa pemerintah Burkina Faso tidak memilih penggunaan insektisida konvensional yang dianggap lebih “modern” dan cepat.

Namun, Traoré menegaskan bahwa kebijakan ini didasarkan pada pengalaman lokal dan pengetahuan rakyat, yang selama ini membuktikan bahwa ayam efektif memangsa larva belalang dan hama lainnya, sekaligus memperkuat kedaulatan pangan. Ia menolak ketergantungan pada pestisida impor dan bantuan asing yang sering kali menciptakan ketergantungan baru serta merugikan petani kecil dalam jangka panjang.

Seiring berjalannya waktu, respons media Eropa pun mulai bergeser. Dari semula mengejek, sebagian mulai mendiskusikan kebijakan ini secara lebih serius setelah laporan-laporan dari petani menunjukkan hasil positif. Warga desa menyambut program tersebut dengan antusias karena selain hama berkurang, ketersediaan telur dan daging di rumah tangga mereka juga meningkat.

Pendekatan Presiden Ibrahim Traoré ini mencerminkan arah politik pembangunan yang menolak dominasi solusi impor dan teknologi mahal dari luar negeri. Sebaliknya, Burkina Faso memilih mengoptimalkan sumber daya lokal dan pengetahuan rakyat sebagai fondasi pembangunan nasional. Hal ini sejalan dengan semangat kedaulatan nasional dan kemandirian pangan yang menjadi narasi besar kepemimpinan Traoré.

Baca Juga:   Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Secara ideologis, kebijakan pengendalian hama belalang melalui pemanfaatan ayam juga dapat dibaca sebagai bagian dari semangat pan-Afrikanisme kontemporer: membangun Afrika dengan kekuatan sendiri, berbasis kearifan lokal, dan berpihak pada rakyat kecil. Dalam konteks ini, ayam bukan sekadar ternak, melainkan simbol pendekatan pembangunan yang membumi, berdaulat, dan berkelanjutan.

Melalui kebijakan ini, Presiden Ibrahim Traoré menunjukkan bahwa solusi atas krisis pangan dan pertanian tidak selalu harus datang dari teknologi mahal dan intervensi asing.

Justru dengan keberanian politik, keberpihakan pada rakyat, serta pemanfaatan potensi lokal, negara dapat membangun sistem pertanian yang lebih adil, mandiri, dan berkelanjutan bagi masa depan kedaulatan pangan di Burkina Faso.***


Disusun oleh La Ode Mustawwadhaar (Redaksi Marhaenist.id) dari berbagai sumber.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Prof. Arief Hidayat Purnabakti dari Mahkamah Konstitusi, Tutup 13 Tahun Pengabdian

Marhaenist.id, Jakarta – Prof. Dr. Arief Hidayat,S.H., M.S resmi mengakhiri masa jabatannya…

Kader GMNI Jombang Inisiasi Program Krupuk Ikan Jendhil

Marhaenist.id - Cepu, Blora - Dalam rangka melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)…

Refleksi Hari Perempuan Internasional: Guyonan Seksis, Cerminan Mentalitas Bobrok!

Marhaenist.id - Perempuan selalu dielu-elukan sebagai simbol keindahan, kelembutan, dan inspirasi. Namun,…

Kemenangan Rakyat dan Ganja di Thailand

Marhaenist - Langkah pemerintah Thailand membatalkan rencana memasukkan ganja sebagai narkoba dan…

Semarak Dies Natalies GMNI ke 71 Tahun, GMNI Touna Berbagi Takjil dan Berbuka Puasa bersama Pihak Kepolisian

Marhaenist.id, Touna - Dalam rangka memperingati Dies Natalis GMNI ke 71 Tahun, Gerakan…

Menghidupkan Marhenisme: Lanfang dan Monterado sebagai Warisan Geopolitik Nusantara

Marhaenist.id - Nusantara bukan hanya ruang geografis. Ia adalah budaya maritim, jaringan…

Layangkan Penyataan Sikap Ke Pemerintah, GMNI Se-Indonesia Tolak Pemberian Gelar Pahlawan Kepada Suharto

Marhaenist.id, Jakarta – Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98, kami Aktivis GMNI…

Satresnarkoba Polres Binjai di Bawah Komando AKP Ismail Pane: Garda Terdepan Lindungi Generasi Muda dari Narkoba

Marhaenist.id, Binjai — Upaya pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di Kota Binjai…

Indonesiaku Lagu Baru Erros Djarot, Menerawang, Memandang Tentang ke Indonesiaan

Marhaenist.id - Nasionalis, siapa sih di sini yang enggak kenal dengan Erros Djarot?…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?