By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Skuad DPC GMNI Situbondo (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Situbondo — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Situbondo dibawah kepemimpinan Dony Anugerah Putra dan Moch Nabil Quraisi menyatakan sikap tegas dan tanpa kompromi menolak wacana pengembalian mekanisme pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Daftar Konten
Pilkada oleh DPRD: Pemiskinan DemokrasiPersoalan Demokrasi Bukan Sekadar EfisiensiSikap Resmi GMNI Situbondo

Wacana tersebut dinilai bukan sebagai solusi atas persoalan demokrasi, melainkan bentuk kemunduran yang mengancam kedaulatan rakyat.

GMNI Situbondo menilai, gagasan pilkada oleh DPRD yang dibungkus dengan dalih efisiensi biaya dan stabilitas politik justru berpotensi mereduksi makna demokrasi itu sendiri. Demokrasi tidak sedang membutuhkan pemangkasan partisipasi rakyat, melainkan penyelamatan dari cengkeraman elite politik yang alergi terhadap kedaulatan rakyat.

“Rakyat yang seharusnya menjadi subjek demokrasi kini justru diposisikan sebagai beban. Hak pilih dianggap mahal, ribut, dan menyulitkan elite. Ini adalah logika yang berbahaya bagi masa depan demokrasi,” tegas GMNI Situbondo dalam pernyataan resminya yang diterima Marhaenist.id melalui via Whatsaap. Selasa (13/1/2025).

Pilkada oleh DPRD: Pemiskinan Demokrasi

GMNI Situbondo menegaskan bahwa pemilihan kepala daerah melalui DPRD merupakan bentuk “demokrasi yang disunat”. Hak pilih rakyat yang diperjuangkan melalui reformasi berisiko ditarik kembali secara legalistik namun tidak substantif. Model ini dinilai menghidupkan kembali praktik demokrasi semu ala Orde Lama dan Orde Baru.

Mengutip pemikiran Bung Karno, GMNI Situbondo mengingatkan bahwa demokrasi yang dikendalikan elite berpotensi melahirkan demokrasi borjuis—demokrasi yang berlangsung di ruang-ruang tertutup, jauh dari denyut kehidupan rakyat. Kepala daerah yang lahir dari mekanisme tersebut berisiko lebih loyal kepada partai dan elite politik daripada kepada rakyat.

Selain itu, pilkada oleh DPRD tidak serta-merta menghilangkan politik uang, melainkan memusatkannya. Praktik transaksional yang semula kasat mata di tengah masyarakat berpotensi bergeser menjadi transaksi senyap di balik meja rapat, yang jauh lebih sulit diawasi publik.

Baca Juga:   Aksi Nyata untuk Lingkungan yang Lebih Hijau, GMNI Malang dan Kaliku Gelar Gerakan Penanaman Pohon di Sepadan Kali Curungrejo

Persoalan Demokrasi Bukan Sekadar Efisiensi

GMNI Situbondo menilai bahwa mahalnya biaya politik dan konflik dalam pilkada langsung tidak dapat dijadikan alasan untuk memangkas hak politik rakyat. Persoalan utama justru terletak pada lemahnya tata kelola demokrasi, buruknya sistem pendanaan politik, serta penegakan hukum pemilu yang belum adil dan tegas.

“Demokrasi tidak boleh direduksi menjadi soal efisiensi prosedural. Demokrasi adalah proses pendidikan politik, ruang pembelajaran kolektif, dan sarana membangun kesadaran warga negara,” tegas GMNI Situbondo.

Oleh karena itu, GMNI Situbondo mendorong perbaikan kualitas demokrasi melalui penguatan pendidikan politik, pembenahan sistem kepartaian yang oligarkis, transparansi pendanaan politik, serta penegakan hukum pemilu yang konsisten.

Sikap Resmi GMNI Situbondo

GMNI Situbondo menyatakan sikap sebagai berikut:

  1. Menolak segala bentuk pengembalian mekanisme pilkada melalui DPRD.
  2. Menolak demokrasi elitis yang menyingkirkan rakyat dari proses politik.
  3. Mendorong perbaikan kualitas demokrasi, bukan pemangkasan hak politik rakyat.

GMNI Situbondo menegaskan akan terus berdiri di barisan rakyat, menjaga nilai-nilai Marhaenisme, serta melawan setiap upaya pembajakan kedaulatan rakyat.

Sebagaimana Bung Karno mengingatkan, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah.” Menarik kembali hak pilih rakyat berarti mengkhianati sejarah panjang perjuangan demokrasi Indonesia.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ketua GMNI Jatim Ajak Masyarakat Kawal Pemilu 2024

  Marhaenist.id, Surabaya - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Marhaenist id - Demutualisasi bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan modernisasi pasar…

GMNI Jombang Dukung Forum Nasional Komunikasi Persatuan: Langkah Konkret Akhiri Dualisme

Marhaenist.id- Jombang - Dalam semangat persatuan dan nilai-nilai perjuangan ideologis, Dewan Pimpinan…

Perlu Perubahan Paradigma dan Sistem untuk Pembangunan UMKM dan Koperasi

Marhaenist.id - Sudah berpuluh tahun program pembinaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)…

Pulau Buru dan Pengarahan Tenaga Kerja Tapol

Marhaenist.id - Pada tahun 1969, 800-an tahanan politik yang dituduh terlibat dalam…

Isi Masa Tenang, Ganjar Pilih Kongkow Lesehan Bareng Warga

Marhaenist.id, Semarang - Ganjar Pranowo mengisi masa tenang kampanye menonton Slank bersama…

Dana Bawaslu tak Terbayar, GMNI Sulbar Nilai Pj Bupati Mamasa dan Pj Gubernur Sulbar tak Serius Laksanakan Perintah Mendagri

Marhaenist.id, Mamasa - Polemik Dana Pilkada Bawaslu Mamasa tidak terbayarkan, Gerakan Mahasiswa…

Bung Yusuf, Api yang Kembali Menyala Buat GMNI

Marhaenist.id - Sudah enam tahun lamanya ia meninggalkan kampus. Namanya Yusuf, dulu…

Tanggapi Issu Kongres Versi Imanuel, Eksponen GMNI: Jangan Terprovokasi Jika tidak Menyatukan

Marhaenist.id, Jakarta – Polemik internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali memanas.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?