By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tanggapi Issu Kongres Versi Imanuel, Eksponen GMNI: Jangan Terprovokasi Jika tidak Menyatukan

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Bendera GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Polemik internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali memanas. Ali Tan, salah satu eksponen GMNI, melontarkan kritik pedas terhadap gelaran Kongres GMNI versi Imanuel yang diklaim sebagai “Kongres Persatuan”.

Ia menilai, klaim itu justru bentuk nyata dari kemunduran berpikir dan pengkhianatan terhadap semangat persatuan yang sesungguhnya.

Kongres bertajuk “Bersatu Melawan Penjajahan Gaya Baru“ yang digagas sepihak oleh kubu Imanuel, menurut Ali, hanyalah manuver politik yang kering substansi.

“Mereka menyebut kongres itu sebagai ‘Kongres Persatuan’, tapi tidak melibatkan kubu Arjuna. Itu omong kosong. Bersatu apa kalau tidak menyatu?,” tegasnya, Kamis (5/6/2025).

Ia mengaku kecewa karena amanat Rapimnas Ancol yang seharusnya menjadi fondasi Kongres Persatuan justru diabaikan oleh kubu Imanuel sendiri.

“Saya bilang ini rusak! Mereka mengusung tema persatuan tapi tindakannya malah memecah. Ini kemunduran total dalam cara berpikir,” sambung Ali.

Ali Tan: Dari Pendukung Fanatik Jadi Pengkritik Tegas

Menariknya, Ali Tan bukan orang sembarangan. Ia dulunya adalah pendukung fanatik Imanuel. Namun, ia mengaku mulai ‘melek’ setelah menyaksikan sendiri banyaknya kejanggalan, termasuk keterlibatan Imanuel dalam tim sukses salah satu capres.

“Aku dulu dukung mati-matian. Tapi makin ke sini makin absurd. Dari kekacauan di Kongres Ambon sampai manuver-manuver politik yang tak masuk akal. Aku melihat semua ini hanya demi kekuasaan semata,” beber Ali.

Ia kini menyatakan berpindah haluan dan mendukung penuh pasangan Arjuna-Dendy sebagai figur yang lebih rasional dan konsisten dalam membawa GMNI kembali ke jalan ideologisnya.

Dua Tafsir, Satu Tujuan: Melemahkan Kubu Arjuna- Dendy?

Ali juga mengungkap ada dua tafsir yang berkembang di kalangan kader GMNI terkait motif di balik pelaksanaan kongres sepihak oleh Imanuel:

Baca Juga:   DPP GMNI Apresiasi Kemenangan Ekologis Masyarakat Adat Tano Batak

1. Imanuel sudah merasa terlalu kuat sehingga enggan berdialog atau menyatukan dengan kubu Arjuna-Dendy.

2. Ada strategi memecah dukungan: seolah-olah kubu Arjuna-Dendy tak mampu menggelar kongres, agar kubu Arjuna-Dendy beralih dukungan ke Imanuel-Shojari.

“Ini bukan soal teknis. Ini soal niat. Kongres tanpa dialog bukanlah persatuan, itu penyerobotan untuk melemahkan kubu Arjuna-Dendy dengan membuat agar mereka beralih dukungan ke Imanuel,” ucap Ali dengan nada tinggi.

Pesan Tegas: Jangan Mau Diprovokasi!

Ali Tan pun mengimbau seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia agar tidak gampang terbakar isu. Ia meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi dari DPP GMNI yang sah secara hukum untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan yang sejati.

“Saya minta semua kader sadar! Jangan terprovokasi dengan kongres yang mengatasnamakan persatuan tapi didalamnya justru menyingkirkan satu pihak. GMNI terlalu besar untuk dihancurkan oleh ego segelintir orang. Mari kita jaga keutuhan nasionalisme di tubuh GMNI!,” pungkasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Sepakbola Indonesia di selimuti awan hitam menyusul tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (01/10/2022) malam WIB. FILE/Ist. Photo

Tragedi Kanjuruhan, GBN Desak Jokowi Segera Mereformasi Polri

Marhaenist - Gerakan Bhinneka Nasionalis (GBN) turut berbelasungkawa sekaligus menyatakan prihatin, atas…

Kemerdekaan Yang Tidak Pasti: Potret Kekerasan Perempuan Tak Kunjung Usai

MARHAENIST - Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 adalah momentum yang ditunggu oleh…

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS

Indonesia Berharap Kehadiran Xi Jinping di KTT G20

Marhaenist - Indonesia selaku tuan rumah KTT G-20 kembali menyampaikan harapannya agar…

Satgas Koperasi Bermasalah Jangan Jadi Bagian dari Masalah

Marhaenist.id - Kementerian Koperasi kembali telah meluncurkan Satuan Tugas (Satgas) Koperasi Bermasalah.…

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi…

Bulan Bung Karno, Momentum Kembali ke Jalan Ideologi

Marhaenist.id - Bulan juni bukan sekadar bulan kelahiran Bung Karno bagi kami…

Dukung Ganjar, Caleg Demokrat Alumni GMNI Ini Tak Peduli Disanksi Partai

Marhaenist.id, Malang - Caleg DPRD Dapil V Jatim dari Partai Demokrat sekaligus…

JAMKI Bedah Mandeknya Pemberantasan Korupsi, Firman Tendri Masengi: Hukum Bergerak atas Tekanan Opini Publik dan Viralitas Media Sosial

Marhaenist.id, Jakarta — Mandeknya pemberantasan korupsi di Indonesia kembali disorot dalam Diskusi Publik…

Kritik Inteligensia dan Legitimasi Kekuasaan: Dari Situasi Hindia Belanda ke Indonesia “Merdeka” Hari Ini

Marhaenist.id - Dalam karya sejarahnya yang monumental Revolusi: Indonesia dan Lahirnya Dunia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?