By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tanggapi Issu Kongres Versi Imanuel, Eksponen GMNI: Jangan Terprovokasi Jika tidak Menyatukan

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 7 Juni 2025 | 19:36 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Bendera GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Polemik internal Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) kembali memanas. Ali Tan, salah satu eksponen GMNI, melontarkan kritik pedas terhadap gelaran Kongres GMNI versi Imanuel yang diklaim sebagai “Kongres Persatuan”.

Ia menilai, klaim itu justru bentuk nyata dari kemunduran berpikir dan pengkhianatan terhadap semangat persatuan yang sesungguhnya.

Kongres bertajuk “Bersatu Melawan Penjajahan Gaya Baru“ yang digagas sepihak oleh kubu Imanuel, menurut Ali, hanyalah manuver politik yang kering substansi.

“Mereka menyebut kongres itu sebagai ‘Kongres Persatuan’, tapi tidak melibatkan kubu Arjuna. Itu omong kosong. Bersatu apa kalau tidak menyatu?,” tegasnya, Kamis (5/6/2025).

Ia mengaku kecewa karena amanat Rapimnas Ancol yang seharusnya menjadi fondasi Kongres Persatuan justru diabaikan oleh kubu Imanuel sendiri.

“Saya bilang ini rusak! Mereka mengusung tema persatuan tapi tindakannya malah memecah. Ini kemunduran total dalam cara berpikir,” sambung Ali.

Ali Tan: Dari Pendukung Fanatik Jadi Pengkritik Tegas

Menariknya, Ali Tan bukan orang sembarangan. Ia dulunya adalah pendukung fanatik Imanuel. Namun, ia mengaku mulai ‘melek’ setelah menyaksikan sendiri banyaknya kejanggalan, termasuk keterlibatan Imanuel dalam tim sukses salah satu capres.

“Aku dulu dukung mati-matian. Tapi makin ke sini makin absurd. Dari kekacauan di Kongres Ambon sampai manuver-manuver politik yang tak masuk akal. Aku melihat semua ini hanya demi kekuasaan semata,” beber Ali.

Ia kini menyatakan berpindah haluan dan mendukung penuh pasangan Arjuna-Dendy sebagai figur yang lebih rasional dan konsisten dalam membawa GMNI kembali ke jalan ideologisnya.

Dua Tafsir, Satu Tujuan: Melemahkan Kubu Arjuna- Dendy?

Ali juga mengungkap ada dua tafsir yang berkembang di kalangan kader GMNI terkait motif di balik pelaksanaan kongres sepihak oleh Imanuel:

Baca Juga:   Pemerintah Godok RUU Disinformasi dan Propaganda Asing, DPP GMNI: Ancaman Serius Terhadap Demokrasi

1. Imanuel sudah merasa terlalu kuat sehingga enggan berdialog atau menyatukan dengan kubu Arjuna-Dendy.

2. Ada strategi memecah dukungan: seolah-olah kubu Arjuna-Dendy tak mampu menggelar kongres, agar kubu Arjuna-Dendy beralih dukungan ke Imanuel-Shojari.

“Ini bukan soal teknis. Ini soal niat. Kongres tanpa dialog bukanlah persatuan, itu penyerobotan untuk melemahkan kubu Arjuna-Dendy dengan membuat agar mereka beralih dukungan ke Imanuel,” ucap Ali dengan nada tinggi.

Pesan Tegas: Jangan Mau Diprovokasi!

Ali Tan pun mengimbau seluruh kader GMNI di seluruh Indonesia agar tidak gampang terbakar isu. Ia meminta semua pihak menunggu pengumuman resmi dari DPP GMNI yang sah secara hukum untuk menyelenggarakan Kongres Persatuan yang sejati.

“Saya minta semua kader sadar! Jangan terprovokasi dengan kongres yang mengatasnamakan persatuan tapi didalamnya justru menyingkirkan satu pihak. GMNI terlalu besar untuk dihancurkan oleh ego segelintir orang. Mari kita jaga keutuhan nasionalisme di tubuh GMNI!,” pungkasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Mari Mengenal PA GMNI sebagai Satu-Satunya Organisasi Alumni yang di Akui dan Ada di Indonesia!

Marhaenist.id - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) adalah organisasi…

Supeni, Pemeluk Teguh Soekarnoisme

Marhaenist.id - Setelah peristiwa berdarah 1 Oktober 1965, Supeni menerima tugas berat…

Tegas Inginkan Persatuan, DPC GMNI Lubuklinggau Nyatakan Sikap Tak Hadiri Kongres GMNI di Bandung

Marhaenist.id, Lubuklinggau - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPC GMNI Jakarta Timur Gelar Diskusi Pilkada oleh DPRD, Bahas Demokrasi Ideal bagi Mahasiswa

Marhaenist.id, Jakarta Timur — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC…

Indonesia di Persimpangan Geopolitik: Peluang dan Tantangan Dalam Menjalin Kerja Sama Dengan Uni Eropa

Marhaenist.id - Pernyataan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Forum Ekonomi Dunia (WEF) di…

Pertarungan Energi dan Genosida Epistemik: Manusia, AI, dan Life 3.0

Marhaenist.id - Sejarah manusia, sejak mula, adalah riwayat keberanian untuk merebut yang…

DPC GMNI Tangsel Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa Katolik di Pamulang

Marhaenist.id, Pamulang Tangsel - Baru-baru ini, sebuah video yang menjadi viral di…

Kedepankan Spirit Gotong-Royong, GMNI Resmi Terbentuk di Bumi Lamaranginang

MARHAENIST - Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Indonesia Luwu Utara menggelar Pekan…

Diduga Tak Taat Bayar Pajak Restoran, GMNI Minta Pemerintah Kota Cabut Izin Mixue dan Menutup Seluruh Cabangnya di Kota Binjai

Marhaenis.id, Binjai - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?