By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Bung Yusuf, Api yang Kembali Menyala Buat GMNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 26 Juli 2025 | 10:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi Yusuf saat kembali ke GMNI dan disambut hangat dengan pelukan/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sudah enam tahun lamanya ia meninggalkan kampus. Namanya Yusuf, dulu dikenal sebagai salah satu kader GMNI yang paling lantang bersuara dalam forum-forum ideologis. Tahun 2018, setelah berbagai persoalan hidup dan keluarga, ia terpaksa meninggalkan bangku kuliah. Bukan karena malas, bukan pula karena kehilangan arah—tapi karena hidup memaksa dia memilih jalan bertahan.

Namun hari ini, di tahun 2024, ia kembali menjejakkan kaki di kampus. Langkahnya agak berat, tapi sorot matanya menyala. Ia bukan lagi mahasiswa muda yang haus panggung. Ia adalah lelaki yang kembali dengan luka, tapi juga dengan tekad yang baru.

Di depan sekretariat GMNI cabang itu, Yusuf berdiri mematung. Pintu itu dulu sering ia buka dengan tangan penuh semangat, kini terasa seperti gerbang penghakiman. Apakah mereka masih menganggapnya bagian dari rumah ini?

Tiba-tiba dari dalam, terdengar suara tawa, diskusi keras, dan nyanyian perjuangan.

“Bangsa yang besar bukanlah bangsa yang banyak uang, tapi bangsa yang tahu jalan pikirannya!”

Yusuf menarik napas dalam, mengetuk pintu. Seorang adik kader membukakan.

“Bung… eh… maaf, bisa bantu? Saya Yusuf. Pernah aktif dulu di sini, tapi… saya sempat berhenti kuliah sejak 2018. Baru kuliah lagi sekarang. Saya cuma mau tanya…”

Suara Yusuf gemetar.

“…masih bisakah saya kembali jadi bagian dari ini semua? Atau saya cuma bayang-bayang masa lalu?”

Adik kader itu terdiam. Tapi dari dalam, seorang suara keras dan berwibawa menyahut.

“Bung Yusuf!”

Keluar dari dalam, seorang senior dengan pin GMNI di dadanya mendekat. Ia memeluk Yusuf tanpa ragu sambil berkata “Kau pikir api yang pernah menyala bisa padam begitu saja? Tidak, Bung. Api itu hanya redup sementara. Dan hari ini kau datang bukan sebagai kenangan, tapi sebagai kader yang lahir kembali.”

Baca Juga:   Dies Natalis ke-72 GMNI, DPC Jakarta Timur Gelar Diskusi Publik Bahas Relevansi Politik Bebas Aktif di Tengah Geopolitik Global

Yusuf tak bisa menahan air mata.

“Aku belum jadi alumni. Aku belum selesai kuliah. Tapi aku takut aku pun bukan anggota lagi…”

Senior itu menggenggam bahunya erat.

“Kau kembali kuliah? Kau kembali ke rumah ini? Maka kau adalah kader, Bung! Kader yang tahu rasanya jatuh dan memilih untuk bangkit. Itu bukan kelemahan. Itu keberanian yang tidak semua orang punya!”

Malam itu, Yusuf duduk di ruang diskusi, mendengarkan materi ideologi yang bahkan dulu pun belum sempat ia cerna sepenuhnya. Ia sadar, bukan status formal yang membuatnya hidup dalam organisasi ini, tapi semangat untuk terus berproses, berjuang, dan berdiri tegak sebagai Marhaenis sejati.

Dan ketika rapat ditutup dengan teriakan:

“Merdeka!!!”

Yusuf berdiri paling depan, tangannya mengepal, air matanya tumpah, dan ia menjawab dengan lantang:

“MERDEKA, BUNG! MERDEKA, SARINAH!”

Jika kau masih punya semangat, maka organisasi ini akan selalu menjadi rumah. Dan Yusuf adalah buktinya: bahwa seorang kader sejati bukan yang tak pernah jatuh, tapi yang selalu memilih untuk kembali bangkit.✊🔥.***


Penulis: Moses Serihollo, Kader GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Marhaenist.id - GMNI Cabang Bandung, atau yang akrab dikenal sebagai GMNI Kancil,…

Kader GMNI FKIP Universitas Khairun Desak DPC GMNI Ternate Percepat Pelantikan: Jangan Terjebak Polemik DPP

Marhaenist.id, Ternate - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) sebagai organisasi perjuangan marhaenis…

Terus Kembangkan Potensi Diri, Pesan Bupati Purworejo Untuk GMNI

Marhaenist - Dewan Pengurus Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Purworejo…

DPC GMNI Kendari Tantang Polda Sultra Usut Tuntas Dugaan BBM Oplosan

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

6 Keistimewaan Bung Karno di Mata Ajudan Bapak Mayor Korps Komando Angkatan Laut Bambang Widjanarko

Marhaenist.id - November 1960, Mayor Korps Komando Angkatan Laut Bambang Widjanarko melapor…

Kutipan Kata-Kata Bung Karno Saat Lebaran Idul Fitri

Marhaenist.id - Sebagai seorang yang beragama Islam, Bung Karno kerap menyambut Hari…

Kemerdekaan Yang Tidak Pasti: Potret Kekerasan Perempuan Tak Kunjung Usai

MARHAENIST - Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-79 adalah momentum yang ditunggu oleh…

Revisi UU Minerba, Apakah Solusi atau Musibah?

Marhaenist.id - Pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia, khususnya di sektor…

Dari Penjajahan Bambu Runcing ke Penjajahan Bambu Modern

Marhaenist.id - Bung Karno yang secara nyata sejak kecil sampai dewasa memiliki…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?