By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Republik Jenderal Multitasking
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tragedi Kecelakaan Bus SMK Lingga Kencana Depok: Luka Mendalam dan Evaluasi Total!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 19 Mei 2024 | 08:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Penulis: Agustinus Ndejeng, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id – Kecelakaan maut bus rombongan siswa SMK Lingga Kencana Depok di Subang pada 11 Mei 2024 merupakan tragedi yang menggemparkan dan meninggalkan duka mendalam bagi seluruh masyarakat.

Hilangnya 11 jiwa, termasuk 10 siswa dan 1 guru, serta puluhan korban luka-luka, menjadi luka mendalam bagi keluarga korban, sekolah, dan bangsa ini.

Di tengah rasa duka cita, mari kita jadikan tragedi ini sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan study tour. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu kita pertanyakan dalam konteks ini, yakni:

Apakah perencanaan dan persiapan study tour sudah matang dan sesuai dengan standar yang berlaku
Bagaimana kelayakan kendaraan dan kondisi supir yang dipakai?

Apakah pengawasan dan pendampingan siswa selama study tour memadai?

Bagaimana prosedur penanganan darurat jika terjadi kecelakaan?

Pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab dengan tuntas dan transparan.
Pihak sekolah, dinas pendidikan, dan seluruh pihak terkait harus bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tragedi seperti ini tidak terulang kembali.

Dari sudut pandang keamanan dan keselamatan, tragedi ini menjadi pengingat keras bahwa kelalaian dan ketidak patuhan terhadap peraturan lalu lintas dapat membawa konsekuensi fatal.

Sopir bus yang diduga lalai dan tidak memiliki SIM untuk kendaraan besar, serta kondisi bus yang tidak layak jalan, menjadi faktor utama yang memicu kecelakaan ini.

Di sisi lain, peristiwa ini juga mengungkapkan celah dalam sistem penyelenggaraan study tour.

Kurangnya pengawasan dan prosedur keselamatan yang memadai, serta minimnya edukasi dan pelatihan bagi para penyelenggara study tour, turut berkontribusi dalam tragedi ini.

Kritik terhadap Penyelenggaraan Study Tour:

Kecelakaan ini memicu kritik terhadap penyelenggaraan study tour, khususnya terkait dengan keamanan dan kesiapan.

Baca Juga:   Tidak Cukup Minta Maaf: Tuntut Tindakan Nyata untuk Kematian Pengemudi Ojol

Ada yang mempertanyakan prosedur dan standar keselamatan yang diterapkan dalam study tour tersebut.

Muncul desakan untuk memperketat regulasi dan pengawasan terhadap penyelenggaraan study tour.

Kecelakaan ini menantang kita semua untuk melakukan refleksi mendalam dan mengambil langkah-langkah konkret untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

1. Peningkatan Keselamatan Lalu Lintas:

2. Penegakan hukum lalu lintas yang lebih tegas dan konsisten,

3. Peningkatan kualitas infrastruktur jalan, khususnya di daerah rawan kecelakaan,

4. Peningkatan disiplin dan kesadaran pengemudi,

5. Peningkatan edukasi dan pelatihan tentang keselamatan berkendara, penyelenggaraan study tour yang aman dan bertanggung jawab,

6. Pembuatan regulasi dan standar keselamatan yang lebih ketat untuk penyelenggaraan study tour,

7. Peningkatan pengawasan dan monitoring terhadap penyelenggaraan study tour,

8. Pemberian edukasi dan pelatihan yang memadai bagi para penyelenggara study tour, serta

9. Peningkatan partisipasi dan peran aktif orang tua dalam proses perencanaan dan pelaksanaan study tour.

Tragedi ini juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali sistem pendidikan di Indonesia.

Kita perlu memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter dan nilai-nilai positif, seperti tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap keselamatan diri dan orang lain.

Kecelakaan maut bus SMA Lingga Kencana Depok adalah tragedi yang tidak akan terlupakan dan selamanya akan membekas

Mari kita jadikan peristiwa ini sebagai pembelajaran berharga untuk membangun sistem yang lebih aman dan bertanggung jawab, demi masa depan yang lebih cerah bagi generasi penerus bangsa

Tragedi ini bukan saja kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga bagi bangsa ini.

Baca Juga:   Mempertimbangkan Peran Politik Dalam Gerakan Buruh untuk Mewujudkan Perubahan Sosial

Kita telah kehilangan generasi muda yang penuh potensi dan cita-cita. Oleh karena itu, mari kita jadikan tragedi ini sebagai pembelajaran berharga untuk membangun sistem pendidikan yang lebih aman dan bertanggung jawab. Bersama-sama, kita bisa mewujudkan keselamatan dan kebahagiaan bagi semua.


Penulis: Agustinus Ndejeng, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Unitri.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:04 WIB
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:30 WIB
Republik Jenderal Multitasking
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:46 WIB
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:24 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Jika atas Dasar Cinta, Permata Indonesia Tantang Walikota Kendari Permanenkan Penghentian Proyek KOPPERSON di Tapak Kuda

Marhaenist.id, Kendari — Pemerhati Mafia Tanah (Permata):Indonesia menantang Walikota Kendari Siska Imbran…

GMNI Balikpapan Jadi Rumah Ideologis, Tiga Ketua DPP GMNI Siap Hadir di KTD 2025

Marhaenist.id, Balikpapan – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Bung Karno Bukanlah Komunisme!

Marhaenist.id - Sukarno itu Marxis sejati tetapi bukanlah komunis sama sekali, karena…

DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Marhaenist.id - Sejak 25 Agustus 2025, rangkaian demonstrasi yang marak di berbagai…

Nyalon Wali Kota Yogyakarta, Kawier GeHa Kembalikan Formulir Pendaftaran ke DPC PDI Perjuangan

Marhaenist - Bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Senin 20 Mei 2024, Gunawan…

Relevansi Ajaran Bung Karno Ditengah Distrosi Ideologi dan Perang Proxi

Marhaenist.id - Bulan bung karno sudah berlalu namun bukan berarti ingatan akan…

Gelar Aksi, DPK GMNI UM Buton dan PK IMM Faperta UM Buton Desak Pencopotan Dosen atas Dugaan Pelecehan Seksual

Baubau, Marhaenist.id - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ganjar Pranowo: Politik Machiavellian Gunakan Penegak Hukum Jadi Alat Untuk Menakuti

MARHAENIST - Politik Machiavellian sepertinya sedang terjadi akhir-akhir ini. Rasa takut sengaja…

Ganjar Sapa Relawan di Bulungan Jakarta, Sebut Kesukarelawanan Pendukung 03 Paling Top

Marhaenist.id, Jakarta - Ratusan relawan dan simpatisan gegap gempita ketika calon Presiden…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?