By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Intania Putri Mardiyani: Dilema Perempuan Modern

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 18 Maret 2025 | 13:09 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Intania Putri Mardiyani, Kabid Kesarinahan DPC GMNI Jakarta Timur/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Dilema perempuan modern masih menjadi perdebatan yang cukup hangat dan panjang. Meskipun perempuan telah bekerja keras di berbagai sektor, kenyataan menunjukkan bahwa mereka masih menghadapi banyak ketidakadilan.

Mulai dari upah yang lebih rendah, beban kerja ganda, hingga diskriminasi gender di tempat kerja maupun ruang publik.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bidang Kesarinahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Timur, Intania Putri Mardiyani dalam diskusi yang membahas peran dan tantangan perempuan diera modern.

Menurut Intania Putri Mardiyani, sistem sosial dan ekonomi yang ada masih belum sepenuhnya berpihak kepada perempuan.

“Perempuan sering kali harus bekerja lebih keras untuk mendapatkan pengakuan yang sama dengan laki-laki. Di satu sisi mereka dituntut profesional dalam pekerjaan, tapi di sisi lain masih terbebani dengan peran domestik yang dianggap sebagai tanggung jawab utama mereka,” ujarnya, Selasa (18/3/2025).

Selain itu, Intania Putri Mardiyani juga menyoroti bagaimana bias gender masih menjadi hambatan utama bagi perempuan dalam mengembangkan karier.

“Di dunia kerja, masih banyak perempuan yang mengalami diskriminasi, baik dalam bentuk upah yang tidak setara, minimnya kesempatan promosi, hingga pelecehan di lingkungan kerja. Ini adalah kenyataan yang harus kita ubah,” tambahnya.

Sarinah menegaskan bahwa perjuangan perempuan bukan hanya tentang bertahan di sistem yang ada, tetapi juga memperjuangkan perubahan yang lebih adil.

“Kesetaraan gender bukan sekadar wacana, tetapi harus diwujudkan dalam kebijakan konkret. Pemerintah, perusahaan, dan masyarakat harus bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih inklusif bagi perempuan,” katanya.

Ia juga mendorong perempuan untuk lebih berani menyuarakan hak-haknya dan tidak takut melawan ketidakadilan.

“Sudah saatnya kita mengubah narasi bahwa perempuan harus selalu berjuang sendirian. Perubahan harus melibatkan semua pihak agar kesetaraan bisa benar-benar terwujud,” ungkapnya.

Baca Juga:   Surat Cinta dari Timur Buat GMNI: Perpecahan! Nasionalisme?

Hentikan Objektifikasi! Perempuan Bukan Sekadar Fisik!

Intania Putri Mardiyani juga menegaskan perempuan harus dilihat lebih dari sekadar penampilan fisik.

Ia menyoroti bagaimana standar kecantikan yang sempit terus menekan perempuan untuk memenuhi ekspektasi yang tidak realistis.

“Kita hidup di masyarakat yang sering kali lebih memperhatikan bagaimana perempuan terlihat daripada apa yang mereka pikirkan atau kontribusikan. Padahal, tubuh perempuan bukan objek, melainkan ruang eksistensi dan kebebasan bagi dirinya sendiri,” jelasnya.

Menurutnya, obsesi terhadap bentuk tubuh, warna kulit, atau standar kecantikan tertentu hanya mempersempit ruang gerak perempuan dalam mengekspresikan diri.

Industri kecantikan dan media sering kali membentuk persepsi bahwa nilai seorang perempuan terletak pada penampilannya, bukan pada gagasan atau karya yang mereka hasilkan.

“Kita harus mulai menggeser perspektif ini. Inklusivitas sejati bukan sekadar menerima keberagaman fisik perempuan, tetapi juga menghargai pemikiran, intelektualitas, dan peran mereka dalam masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Intania Putri Mardiyani menegaskan bahwa perempuan tidak boleh terus-menerus terjebak dalam tekanan sosial yang membatasi potensi mereka.

“Saatnya perempuan membebaskan diri dari ekspektasi yang tidak adil dan mulai menuntut pengakuan atas kapasitas mereka sebagai individu yang berdaya dan berkontribusi bagi dunia,” tandasnya.***

Penulis: Reirisky (PilarParlemen.id)/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB
Jelang Konfercab GMNI Purwokerto 2026, Eks Ketua DPK GMNI Humaniora UMP Tekankan Tiga Pilar Regenerasi
Sabtu, 18 April 2026 | 17:53 WIB
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

Marhaenist.id - Tukang sablon, tukang jahit, pemasang baliho, digital printing, biro iklan,…

Dr. H. Sutrisno, SH., MHum.: Posisi Advokat Tetap Kuat di Tengah Judicial Review KUHAP

Marhaenist.id, Jakarta — Advokat adalah profesi mandiri yang memiliki tanggung jawab besar…

Gelar Konsolidasi Nasional di Kota Biltar, GMNI Bentuk Forum Nasional Komunikasi Persatuan

Marhaenist.id, Blitar – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar Konsolidasi Nasional dan…

Membaca Ulang Demokrasi Nepotik dalam Politik Indonesia

Marhaenist.id - Demokrasi yang kita anut—“dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”—dalam…

Di Forum MKRI–MK Mesir, Prof. Arief Hidayat Angkat Marhaenisme sebagai Etika Konstitusi

Marhaenist.id, Kairo — Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI) kembali menegaskan perannya dalam…

Penyataan Sikap DPC GMNI Malang: Menolak Dualisme, Memperjuangkan Persatuan Organisasi

Marhaenist.id – Setelah merayakan Dies Natalis ke-71 Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Imanuel Chayadi vs Independesi GMNI: Siapakah Pemenangnya?

Marhaenist.id - Ada sebuah berita yang berjudul "GMNI Tolak Ikut Gerakan Pemakzulan…

Sejarah Baru di Bumi Serumpun Sebalai, PA GMNI Gelar Konfercab dan Konferda Perdana se-Bangka Belitung

Marhaenist.id, Pangkalpinang — Momentum bersejarah bagi kaum nasionalis di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung…

Reformasi Polri Dimulai dengan Mencopot Sigit sebagai Kapolri

Marhaenist.id - Seruan reformasi kepolisian kembali menggelegar di ruang publik. Seruan ini…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?