By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional
Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPP GMNI Soroti Pelemahan Rupiah, Desak Evaluasi Menyeluruh Kebijakan Ekonomi Nasional

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 20 Mei 2026 | 17:01 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Rino Bakhtiar, Ketua DPP GMNI Bidang Perekonomian (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) dibawah kepemimpinan Sujarhi-Amir menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus angka Rp17.700 per dolar Amerika Serikat (AS).

Kondisi tersebut dinilai sebagai sinyal serius yang menunjukkan masih rentannya struktur ekonomi nasional di tengah tekanan global yang semakin kompleks.

Ketua DPP GMNI Bidang Perekonomian, Rino Bakhtiar, menegaskan bahwa persoalan utama bukan terletak pada apakah masyarakat menggunakan dolar AS dalam kehidupan sehari-hari, melainkan pada dampak struktural pelemahan rupiah terhadap perekonomian nasional.

“Persoalannya bukan apakah masyarakat desa menggunakan dolar atau tidak. Persoalannya adalah struktur ekonomi nasional masih memiliki ketergantungan tinggi terhadap impor, sehingga pelemahan rupiah tetap berisiko menekan biaya produksi dan daya beli masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Rino, Rabu (20/5/2026).

Menurutnya, masyarakat memang tidak melakukan transaksi langsung menggunakan dolar AS. Namun, pelemahan rupiah tetap berdampak luas karena tingginya ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku, barang modal, dan kebutuhan produksi dari luar negeri.

DPP GMNI pun meminta pemerintah bersama Bank Indonesia segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan ekonomi nasional.

Rino menilai narasi yang menyebut kondisi saat ini tidak seburuk krisis 1998 perlu disikapi secara kritis dan proporsional.

“Memang konteksnya berbeda dengan krisis 1998. Tetapi ketika rupiah menembus Rp17.700 per dolar AS, itu menunjukkan bahwa struktur ekonomi kita masih rentan menghadapi tekanan global,” katanya.

Ia menambahkan, apabila fundamental ekonomi nasional benar-benar kuat, maka tekanan eksternal seharusnya tidak memberikan dampak sebesar yang terjadi saat ini.

“Pemerintah dan Bank Indonesia tidak boleh berlindung di balik narasi stabilitas semu yang hanya meredam kepanikan jangka pendek tanpa menyentuh akar persoalan struktural,” tegasnya.

Baca Juga:   DPC GMNI Bantaeng Kutuk Keras Tindakan Represif Oknum ASN Dinas PUPR Sinjai terhadap Kader GMNI Sinjai

DPP GMNI menilai pelemahan rupiah memang dipengaruhi berbagai faktor eksternal, mulai dari penguatan dolar AS hingga eskalasi geopolitik global.

Namun di sisi lain, kondisi tersebut sekaligus memperlihatkan tingginya ketergantungan ekonomi domestik terhadap faktor luar negeri.

Rino menyebut situasi ini harus dijadikan momentum koreksi nasional untuk membenahi arah pembangunan ekonomi secara lebih mendasar.

“Pelemahan rupiah ini seharusnya menjadi alarm, bukan sekadar kepanikan musiman. Jika akar persoalan tidak dibenahi, kita hanya akan terus mengulang siklus krisis yang sama,” ujarnya.

Lebih lanjut, DPP GMNI menyoroti struktur impor Indonesia yang masih didominasi oleh bahan baku dan barang modal. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kondisi tersebut menunjukkan tingginya ketergantungan industri nasional terhadap kebutuhan eksternal.

“Ketika struktur produksi masih bergantung pada impor, pelemahan rupiah akan selalu menjadi tekanan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional,” jelas Rino.

Karena itu, DPP GMNI menilai pemerintah tidak cukup hanya merespons situasi dengan kebijakan jangka pendek yang bersifat reaktif.

Organisasi tersebut mendorong langkah korektif dan struktural melalui percepatan substitusi impor, penguatan hilirisasi industri nasional, serta sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter yang lebih terukur dan berpihak pada kepentingan nasional.

DPP GMNI menegaskan bahwa ketahanan ekonomi nasional hanya dapat dibangun melalui basis produksi yang kuat dan tingkat ketergantungan eksternal yang rendah.

Dalam konteks tersebut, pelemahan rupiah harus dijadikan momentum untuk kembali meneguhkan arah pembangunan nasional yang berlandaskan semangat Trisakti Bung Karno: berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.

Selain itu, DPP GMNI juga mengajak masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap produk dalam negeri dan usaha rakyat sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi nasional.

Baca Juga:   GMNI Desak Pencopotan Bahlil, Adili Jokowi dan Pembubaran PIK Sebagai PSN

“Ketahanan ekonomi tidak lahir dari ketergantungan yang terus dipelihara, tetapi dari keberanian membangun kemandirian produksi nasional secara serius dan berkelanjutan,” pungkas Rino.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bangun Sinergisitas, DPD PA GMNI Sultra Siap Mengawal Program Kebijakan Pemda untuk Rakyat
Rabu, 20 Mei 2026 | 15:32 WIB
Menuju Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi PERISAI Serukan Perlawanan terhadap Imperialisme dan Tuntut Pembatalan ART
Rabu, 20 Mei 2026 | 01:23 WIB
DPP GMNI Segera Laporkan Dugaan Perampasan Lahan Warga Transmigrasi di Halmahera Utara ke Tiga Instansi Pusat
Selasa, 19 Mei 2026 | 18:30 WIB
Kaya Energi, Miskin Kedaulatan
Selasa, 19 Mei 2026 | 15:35 WIB
Teguhkan Marhaenisme, PPAB III Komisariat Bung Tomo Manajemen Konsolidasikan Gerakan Perubahan
Senin, 18 Mei 2026 | 23:28 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Iran Ajukan Proposal Kontroversial di Islamabad, Pengamat: Tatanan Maritim Dunia Sedang Didefinisikan Ulang

Marhaenist.id, Jakarta – Proposal 10 poin yang diajukan Iran kepada Amerika Serikat dalam…

Megawati Terbahak Dengar Ada Raja Jawa Yang Bisa Bawa Celaka

MARHAENIST - Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri mengatakan…

Kader PMII Diserang OTK, DPD GMNI Sultra Desak Aparat Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

Marhaenist.id, Kendari - Seorang bernama Awaludin Sisila (28) yang merupakan Kader dan…

DPC GMNI Jember Kecam Krisis Etika DPRD Jember: Legislator Gen Z Gagal Menjadi Teladan Politik

Marhaenist.id, Jember — Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Abdy Yuhana: PA GMNI Mendorong Tiga Tokoh Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Marhaenist.id, Bandung - DPP Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari

Marhaenist.id - Dalam dinamika pergerakan kepemudaan di Kota Kendari, hadir sosok yang…

Pilkada Riau Berlangsung Sukses, GMNI Apresiasi KPU Riau

Marhaenist.id, Pekan Baru - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Dr. H. Sutrisno, SH., MHum. Dorong Penguatan KPPU Hadapi Praktik Oligopsoni

Marhaenist.id, Jakarta — Salah satu paradoks terbesar dalam perekonomian Indonesia hari ini…

Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M. S. (Foto: Sang)/MARHAENIST.

Negara Hukum Indonesia Bukan Negara Undang-Undang

  Marhaenist.id - Indonesia menegaskan dirinya sebagai negara hukum. Dalam pengertian ideal,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?