By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bahlil Lahadalia dan Reorientasi Ideologis Golkar: Mengembalikan Partai Karya ke Akar Marhaenisme Soekarno
KPK dan Tangan Besi Sudewo ‘Bupati Pati’
Hadiri Kaderisari GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Aktif Laporkan Masalah Kebencanaan
Keraton Surakarta dan Gagasan Negara Kebudayaan Soekarno
DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Korupsi di DJP: Pajak Rakyat Tidak Aman

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Kader PMII Diserang OTK, DPD GMNI Sultra Desak Aparat Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 19 Maret 2024 | 15:40 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Risal Papalia, Ketua Bidang Organisasi DPD GMNI Sultra/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Kendari – Seorang bernama Awaludin Sisila (28) yang merupakan Kader dan Aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadi korban penyerangan Orang Tidak Dikenal (OTK), meskipun dirinya sempat melakukan perlawanan.

Dari penusuran Marhaenist.id, dilapangan, peristiwa penyerangan itu terjadi di perempatam lampu merah McDonald’s, Jalan Edy Sabara, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kendari, Senin (18/3) sekitar pukul 00.01 Wita. Kala itu Awaludin hendak menuju pulang ke rumahnya, namun secara tiba-tiba ia diserang OTK yang membawa senjata tajam (sajam).

Akibat dari penyerangan OTK tersebut, membuat baju yang dikenakan Kader PMII itu hanya mengalami sobek dan untungnya tidak melukai tubuhnya dari tusukan sajam yang diarahkan kepadanya.

Atas perstiwa itu, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Sulawesi Tenggara (Sultra) melalui Ketua Bidang Organisasinya, Risal Papalia mengecam tindakan itu dan meminta pihak kepolisian segera bertindak cepat untuk menangkap pelaku.

“Kami mengecam tindakan itu, karena kami punya ikatan yang kuat dengan PMII yang saling mengikat dalam ikatan Kelompok Cipayung, maka itu kami dari GMNI meminta Pihak Kepolisian untuk segera mengambil langkah cepat dalam menangkap pelaku demi meningkatkan kepercayaan terhadap masyarakat,” ujarnya kepada Marhaenist.id, Selasa (19/3/2024).

Risal sapaan akrabnya, juga berkata bahwa Kota Kendari saat ini dalam keadaan darurat dari perbuatan kriminal, apalagi pada tengah malam. Hal ini kata Risal, bisa dilihat dari banyaknya aksi kriminal terutama pembusuran dan pembacokan serta penikaman yang dilakukan sekitar jam 01.00 malam keatas sampai mejelang subuh.

Dari itu pula Risal menghimbau agar masyatakat lebih berhati-hati kalau keluar malam dan menghindari orang-orang yang tak dikenal yang ditemuinya saat dalam perjalanan, apalagi ditemuinya dijalan sunyi dan gelap.

Baca Juga:   GMNI Mendorong KPK untuk Melakukan Pendalaman Kasus Gratifikasi yang Melibatkan Bupati PPU

“Di Kota Kendari saat ini telah darurat dari perbuatan kriminal bahkan sampai meninggal dunia. Hal itu selalu terjadi ditengah malam, antara jam 01.00 sampai menjelang subuh. Jadi kita harus waspada kalau keluar malam dan harus menghindari orang-orang yang tidak dikenal saat berpapasan dijalan, apalagi ditempat-tempat yang sunyi dan gelap,” sambungnya.

Risal menyarankan Pemerintah Kota Kendari, TNI, dan Pihak Kepolisan agar memberlakukan aturan jam malam bagi anak terutama yang masih dibawah umur dan anak muda yang sering kumpul dijalanan tanpa sebab serta mensosialisasikannya kepada Para orang tua agar anaknya tak diberikan izin untuk keluar dimalam hari sekitar jam 01.00 agar terhindar dari tindakan kriminal.

Hal itu dikatakan Risal karena banyaknya para pelaku adalah mereka yang sering kumpul dijalan, yakni; anak muda belia seumuran SMA dan anak muda yang hanya cari sensasi dengan melukai orang lain yang kurang pengawasan dari orang tua mereka.

“Terkadang para anak muda selalu mencari sensasi agar terlihat wow dimata temannya yang lain, apalagi kalau mereka sudah ngumpul-ngumpul dijalanan dan melakukan miras. Dari itulah perbuatan kriminal itu terjadi. Jadi menyarankan agar Pemkot Kendari, TNI, dan Kepolisian memberikan sosialisasi kepada para orang tua agar anaknya tidak diberi izin untuk keluar rumah diatas jam 01.00,” tandasnya ***

Penulis: Wadhar/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Bahlil Lahadalia dan Reorientasi Ideologis Golkar: Mengembalikan Partai Karya ke Akar Marhaenisme Soekarno
Selasa, 20 Januari 2026 | 08:47 WIB
KPK dan Tangan Besi Sudewo ‘Bupati Pati’
Selasa, 20 Januari 2026 | 08:34 WIB
Hadiri Kaderisari GMNI, Bawaslu Kota Bekasi Dorong Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Aktif Laporkan Masalah Kebencanaan
Senin, 19 Januari 2026 | 23:13 WIB
Keraton Surakarta dan Gagasan Negara Kebudayaan Soekarno
Senin, 19 Januari 2026 | 21:12 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Korupsi di DJP: Pajak Rakyat Tidak Aman
Senin, 19 Januari 2026 | 21:11 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Menyalakan Api Konferensi Asia-Afrika

Marhaenist.id - Tujuh puluh tahun lalu, Bandung menjadi saksi sebuah kebangkitan moral…

Pertamax Kian Sulit, DPK GMNI Hukum Uniba Desak Pemkot Segera Evaluasi Pengawasan Distribusi BBM di Kota Balikpapan

Marhaenist.id, Balikpapan – Dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat Kota Balikpapan diperhadapkan…

Semaoen, Sang Pendiri Partai Komunis di Indonesia

Marhaenist.id - Dialah Semaoen pendiri Partai Komunis Indonesia atau PKI. Semaun adalah…

Pemerintah Lakukan Diskriminasi dalam Penghapusan Utang UMKM

Marhaenist.id - Pemerintah lagi lagi melakukan kebijakan diskriminatif terhadap lembaga keuangan koperasi. Utang…

Ciptakan Regenerasi Kader Marhaenis, GMNI Makassar Gelar PPAB Akbar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Naik Bus, Ganjar-Mahfud Hadiri Sidang Putusan Sengketa Pilpres di MK

Marhaenist.id, Jakarta - Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor…

Dua Kubu GMNI Resmi Bersatu, Akhiri Dualisme Kepemimpinan Diantara Mereka

Marhaenist.id, Denpasar — Dua kubu Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) yakni Kubu…

Tigalisme, Klimaks Kehancuran GMNI: Persatuan???

Marhaenist.id - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), sebagai organisasi kader yang lahir…

Foto: Abdy Yuhana bersama Para Hadirin yang hadir mengikuti kegiatan Peluncuran Buku itu (Kredit foto: Abdy Yuhana)/MARHAENIST.

Amendemen Konstitusi Dinilai Problematik, Abdy Yuhana: Pendiri Bangsa Kembali Menjadi Rujukan

Marhaenist.id, Jakarta - Setelah empat kali amendemen, konstitusi Indonesia dinilai problematik. Gagasan para…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?