By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Republik Jenderal Multitasking
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Indonesiana

Jangan Dengar Apa Kata Deddy, Ayo Tolak RUU TNI!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 18 Maret 2025 | 21:17 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Ayo Tolak RUU TNI!/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Deddy Corbuzier dalam videonya menyebut bahwa penolakan rapat DPR di Hotel Fairmont Jakarta dilakukan oleh “orang tak dikenal.”

Framing ini berbahaya dan menyesatkan. Kenapa?

Mari kita bahas!

Sekelompok orang dalam video itu bukan “orang tak dikenal,” melainkan perwakilan Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri dari puluhan organisasi kredibel seperti Imparsial, YLBHI, KontraS, Amnesty, AJI, ICJR, WALHI, dan banyak lagi.

Organisasi-organisasi ini punya eksistensi yang jelas, rekam jejak panjang, dan ahli di bidangnya. Mereka bukan kelompok anonim yang tiba-tiba muncul, melainkan bagian dari gerakan sipil yang sudah lama mengadvokasi demokrasi dan hak asasi manusia di Indonesia.

Dengan menyebut mereka “orang tak dikenal,” Deddy meremehkan dan mengecilkan peran masyarakat sipil. Seolah-olah kritik terhadap RUU TNI ini datang dari pihak yang tidak kredibel atau tidak punya kepentingan untuk memperjuangkan demokrasi.

Kenapa framing ini berbahaya?
👉 Bisa mengarah pada delegitimasi gerakan sipil
👉 Mempermudah stigmatisasi aktivis sebagai “perusuh”
👉 Mengalihkan perhatian dari substansi kritik terhadap RUU TNI.

Sebarkan penjelasan ini untuk mengurangi dampak dari framing yang melemahkan masyarakat sipil!

Mengapa RUU TNI harus ditolak?

Kalau sampai disahkan, maka pintu bagi militer untuk masuk ke pemerintahan sipil bakal terbuka lebar. Kita bukan cuma ngomongin satu atau dua posisi strategis, tapi ini bisa jadi awal dari kembalinya dominasi militer dalam urusan negara.

Bayangkan kalau banyak posisi menteri, kepala daerah, atau bahkan lembaga lain diisi oleh tentara aktif. Demokrasi yang sudah susah payah dibangun bisa runtuh pelan-pelan.

Kita udah pernah ngalamin zaman di mana militer punya kekuasaan terlalu besar. Orde Baru adalah bukti nyata bagaimana dwi fungsi ABRI menghilangkan kebebasan berpendapat, membungkam oposisi, dan memastikan rakyat cuma bisa tunduk tanpa bisa melawan.

Baca Juga:   Momentum Sumpah Pemuda, Andi Aditya: Kemenpora Perlu Luas dalam Program Pemuda!

Kalau RUU ini disahkan, kita bakal kembali ke pola yang sama. Demokrasi cuma jadi formalitas, sementara keputusan sebenarnya diambil oleh segelintir elite yang bermental komando. Siap laksanakan, nggak boleh dibantah.

Masyarakat harus sadar, ini bukan sekadar aturan biasa. Ini bisa mengubah arah negara.

Ayo Masyarakat Indonesia #TolakRUUTNI melalui petisi dari kawan-kawan Koalisi Masyarakat Sipil. 🔥

https://www.change.org/p/tolak-kembalinya-dwifungsi-melalui-revisi-uu-tni


Oleh: Koalisi Masyarakat Sipil.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Gelar Seri Diskusi Publik Edisi V, PA GMNI Jakarta Raya Tekankan Front Marhaenis Ambil Peran untuk Berdaulat, Berdikari, Berbudaya
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:40 WIB
Program PKPA Beasiswa Peradi Utama Berlanjut, 140 Kader Ikuti Pertemuan Keempat dengan Materi Tata Acara Pengadilan Pidana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 23:04 WIB
Front Marhaenis Ditengah Kekacauan Politik, Hukum, dan Ekonomi Indonesia Hari Ini
Sabtu, 6 Desember 2025 | 22:30 WIB
Republik Jenderal Multitasking
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:46 WIB
DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana
Sabtu, 6 Desember 2025 | 12:24 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Diskusi Bersama Para Pakar, GMNI Jaksel Bahas Otoritarianisme Legal: Antara Hukum dan Kekuasaan

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pancasila di Persimpangan Jalan: Ideologi, Identitas, dan Realitas Sosial

Marhaenist.id - Setiap tanggal 1 Juni, kita memperingati Hari Lahir Pancasila —…

PERADAH Jakarta/MARHAENIST

Lokasabha PERADAH Jakarta, Bryan Pasek – Eka Dharmayudha Fokus Pemberdayaan Ekonomi Keumatan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Provinsi Perhimpunan Pemuda Hindu Indonesia Provinsi DKI…

Seleksi KI DKI Jakarta, Donny Yoesgiantoro: Itu Kewenangan Pemprov

Marhaenist.id, Jalarta - Ketua Komisi Informasi (KI) Pusat, Donny Yoesgiantoro, mengeluarkan pernyataan…

Kecubung Tak Lagi Digunakan Sebagai Obat Tradisional, Ini Alasannya

Marhaenist - Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional Jamu Indonesia (PDPOTJI) menyatakan bahwa…

Islamisme dan Komunisme, Haji Misbach 1925

Marhaenist - Apabila kita berbicara mengenai Islam dan Komunisme di Indonesia, kita…

Airlangga Buka Suara Terkait Pemeriksaan Kasus Korupsi CPO

Marhaenist.id - Mantan Ketua Umum Golkar yang baru saja mengundurkan diri secara mendadak,…

Sambut HUT Ke-16, GMNI Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Pemkot Tangsel

Marhaenist.id, Tangsel - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Materialisme Ala Karl Marx dan Syech Siti Jenar

Marhaenist.id - Kalau diamati Karl Marx dan Syech Siti Jenar itu sama-sama…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?