By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Rencana Pembangunan Pasar Rakyat di Tanah Milik Jenol oleh PJ Bupati Mamasa, GMNI Soroti Anggaran Pembebasan Lahannya

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 24 Juli 2024 | 15:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 2 Menit
Foto: Gabriel D Swares, Ketua DPC GMNI Mamasa Sulbar/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Mamasa – Dengan adanya pernyataan Pj. Bupati Mamasa yang akan segera membangun pasar Jenol, Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa Gabriel D Swares menyoroti besaran angka anggaran pembebasan lahan.

“Dengan diputuskannya pasar Jenol sebagai tempat pembangunan pasar maka kami mempertanyakan berapa anggaran pembebasan lahannya,” ujarnya saat dalam keterangan persnya, Rabu (24/7/2024).

Menurut pengakuannya, angka anggaran yang mencapai sampai 30 miliar adalah pemborosan dibalik keuangan APBD Mamasa yang tidak stabil.

“Kami dengar-dengar angkanya sampai mencapai 30 Miliar, apakah angka itu benar? Jika benar menurut kajian kami itu adalah pemborosan anggaran. Katanya kondisi keuangan Mamasa tidak stabil, kok mau membebaskan lahan dengan biaya yang cukup fantastis?,” sambungnya.

Ia juga meminta Pj Bupati untuk mempertimbangkan pembangunan pasar tersebut, katanya, kalau pasar itu dibangun ditanah milik pemda tak jadi masalah sehingga meminimalisir pengeluaran anggaran untuk pembebasan lahan.

“Kami meminta PJ. Bupati Mamasa untuk mempertimbangkan kembali keputusan itu. Kalau pasar dibangun di tanah milik Pemda tak harus lagj mengeluarkan biaya lagi sehingga biaya yang mau dialokasikan kepada pembebasan lahan itu digunakan untuk hal-hal yang lebih perlu,” lanjutnya.

Saat ini juga, ia juga menjelaskan bahwa anggaran pilkada sampai saat ini juga belum dituntaskan oleh Pemda dengan alasan tidak ada anggaran, belum lagi adanya seorang guru untuk gaji triwulan ke 2 belum terbayarkan dengan devisif anggaran.

“Anggaran Pilkada belum tuntas, ditambah lagi Tamsil seorang guru untuk gaji triwulan ke 2 belum terbayarkan dengan alasan defisit anggaran. Pasar tua juga yang disulap menjadi taman kota yang tidak ada asas manfaatnya seharusnya sangat strategis untuk dibangun kembali dengan bertingkat dan tidak harus ada pembebasan lahan lagi,” jelasnya.

Baca Juga:   Persatuan Alumni GMNI dan GMNI Touna Gelar Donor Darah dalam Rangka Bulan Bung Karno

Diakhir, GMNI meminta Pj. Bupati Mamasa agar dapat membangun pasar ditanah milik Pemda untuk mengantisipasi adanya pemborosan anggaran dari pembayaran ganti rugi lahan.

“Oleh karna itu kami dari GMNI dengan tegas meminta PJ. Bupati Mamasa untuk membangun pasar di tanah milik Pemda dan tidak ada pengeluaran untuk pembebasan lahan,” tandasnya.***

Penulis: Bung Ardes/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Mahasiswa Jakarta Bergerak: Menantang Prabowo Diskusi Terbuka dan Siap Lapor Balik Prabowo Subianto

Marhaenist.id, Jakarta- Mahasiswa Jakarta Bergerak akan melaporkan Prabowo Subianto terkait dengan pelanggaran…

Menimbang Arah Indonesia dari Cermin Sejarah

Marhaenist.id - “Sejarah berulang,” begitulah teori klasik yang mengonfirmasi bacaan kita tentang…

Relevansi Ajaran Bung Karno Ditengah Distrosi Ideologi dan Perang Proxi

Marhaenist.id - Bulan bung karno sudah berlalu namun bukan berarti ingatan akan…

Airlangga Hartarto Mundur Dari Ketua Umum Golkar, Ada Apa?

Marhaenist, Jakarta - Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum (Ketum)…

Megawati, Demokrasi dan Hari Ini

Marhaenist.id - Saya lupa dimana pernah saya baca ketika Sukarno menceritakan bagaimana…

DPD GMNI Sulbar Minta Kejati Usut Tuntas Dugaan Korupsi di Perusda Milik Pemprov

Marhaenist.id, Mamuju - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Barat (Sulbar) memanggil mantan Gubernur…

Soekarno Dalam Berbagai Kurun Perjalanan Waktu

Marhaenist - Ir. Soekarno adalah orang pertama yang mencetuskan konsep Pancasila sebagai…

Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Marhaenist.id, Jakarta - Walaupun mendapat penolakan di masyarakat, DPR tetap mengesahkan revisi…

Bangkitnya Massa Marhaen Penentu Kemenangan Ganjar

Banyak kalangan dari kaum Nasionalis menilai bahwa transisi kepemimpinan kali ini punya…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?