By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tolak Perusahaan Sawit di Wilayah Adat Suku MOI Kabupaten Sorong Papua

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 9 Juni 2025 | 16:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Melkior Paa, Sekretaris DPC GMNI Kota Sorong/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dengan Kabar baru dari pemerintah pusat melalui menteri ESDM bahwa akan diturunkan Perusahaan asing besar-besaran di wilayah tanah Papua, Papua Barat Daya yang ditujukan langsung kepada pemerintah daerah yaitu pemerintah Kabupaten Sorong. Perusahaan sawit di wilayah Kabupaten Sorong Tanah Adat Malamoi yang hari terkenal dengan Migas, Minyak bumi, Gas Sawit yang sedang berlangsung untuk mensuplai kepada pemerintah pusat untuk menunjang keberlangsungan pengelolaan negara republik Indonesia. Dan masih lagi mau turunkan Perusahaan sawit di wilayah adat Suku MOI yang mendiami kabupaten Sorong.

Menurut saya sebagai Sekretaris kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong sudah sangat cukup bila di kelola dengan baik tidak perlu harus ada penambahan perusahaan sawit lagi karena dari ketiga perusahaan besar yang sudah masuk beroperasi di wilayah perintah kabupaten Sorong terlebih khusus wilayah adat suku MOI yang mendiami wilayah kabupaten Sorong.

Kami sadar bahwasanya jika ketiga perusahaan ini dikelola oleh pemerintah pusat dengan baik maka negara Republik Indonesia ini akan lebih maju jika tidak ada pimpinan yang memikirkan sak pribadi nya tetapi jika pimpinan berfikir untuk membangun negara ini dengan baik maka rakyatnya sejahtera tidak lagi menjadi negara yang di sebut negara termiskin di dunia percuma banyak perusahaan yang masuk namun tidak terkelola dengan baik.

Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong menegaskan bahwasanya masyarakat kabupaten Sorong terlebih khusus suku MOI yang mendiami wilayah adat kabupaten Sorong sudah tidak lagi menerima perusahaan sawit yang masuk di wilayah adat kami dulu MOI. Kami sudah kasih lebih dari apa yang menjadi milik kita yang milik alam leluhur kita melalui MIGAS Minyak bumi, gas dan sawit.

Baca Juga:   Sarinah dan Cita-Cita Kesetaraan: Perempuan dalam Bingkai Nasionalisme

Kami tidak membutuhkan perusahaan manapun yang mau turun di wilayah adat kami yaitu masyarakat suku MOI di kabupaten Sorong. Dengan demikian kami menolak dengan tegas perusahaan asing yang mau masuk menghancurkan tanah adat kami tanah MOI. Kami tidak membutuhkan perusahaan karena kami bisa hidup tanpa perusahaan sawit tetapi kami tidak bisa hidup tanpa hutan adat kami.

Hutan adat kami adalah ibu yang membesarkan kami memberikan kehidupan kepada kami maka itu kami tolak dengan tegas semua rupa perusahaan yang di turunkan dari pemerintah pusat melalui keputusan menteri ESDM.

UU Otsus sangat jelas dalam aturan yang sudah di putuskan bahwasanya dalam UU Otsus PP nomor 106 dan 107 sudah jelaskan bahwa. Karena hutan kami akan memberikan sekolah bagi anak,cucu dan juga menjadi ibu dan kehidupan kepada kita di wilayah adat suku MOI maka kami menolak perusahaan sawit di wilayah adat suku MOI yang mendiami wilayah pemerintahan kabupaten Sorong.

Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong, saya menegaskan kepada bapak menteri ESDM untuk mencabut izin perusahaan sawit dan tidak lagi menerima perusahaan asing lainnya di wilayah adat suku MOI yang mendiami wilayah pemerintahan kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya.***


Penulis: Melkior Paa, Sekretaris Ksderisasi DPC GMNI Kota Sorong.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

Jaga Demokrasi, Ribuan Alumni Perguruan Tinggi se-Jawa Barat Deklarasi Dukung Ganjar

Marhaenist.id, Jakarta - Ribuan alumni perguruan tinggi se-Jawa Barat mendeklarasikan diri untuk…

GMNI Penajam Paser Utara Nilai Pilkada DPRD Langgar Putusan MK dan Legalkan Politik Dagang Sapi

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Wacana pemilihan kepala daerah (Pilkada) melalui Dewan…

Kawal Putusan MK, GMNI Airlangga Inisiasi Gerakan Demonstrasi Respons Kemelut RUU Pilkada

MARHAENIST - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia atau GMNI Airlangga bersiap melakukan aksi…

Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Aceh Tengah, DPC GMNI Bener Meriah: Itu Tidak Manusiawi

Marhaenist.id, Benar Meriah - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Rifqi Sukarno (Founder Depok Youth Movement)/Marhaenist.id.

Founder Depok Youth Movement Ajak Masyarakat Berefleksi atas 25 Tahun Kota Depok dan Pentingnya Partisipasi Pemuda

Marhaenist.id, Depok - Dalam rangka merayakan 25 tahun berdirinya Kota Depok, pendiri…

Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual

Marhaenist.id, Palu — Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Palu, Sahrul…

ABC Dialektika Materialis, Trotsky 1939

Marhaenist.id - Belakangan ini, terutama sejak runtuhnya Tembok Berlin, ada serangan yang…

Alexander Pekuali (Ketua Umum HIPMA Flobamora)/MARHAENIST.

Gubernur NTT Menyerbu Kampung Adat: Transisi Energi atau Kolonialisme Baru?

Marhaenist.id – Kunjungan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?