By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

UKM (Usaha Kok Merugi)

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Kamis, 4 Juli 2024 | 15:21 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi pelaku UMKM (Shutterstock)
Bagikan

Marhaenist – Begitulah kira-kira persepsi masyarakat luas tentang para pejuang keluarga atau yang biasa dikenal dengan sebutan para UMKM atau yang sering juga di sebut para UKM yang mana profesi tersebut lebih banyak di dominasi oleh para Ibu-ibu yang memang motivasinya melakoni untuk berjuang menghidupi keluarga. Di lain sisi beberapa pegiat UKM mengatakan, peran pemerintah dalam menciptakan peluang pasar yang berlanjut kepada UKM kebanyakan hanya menjadi narasi kosong belaka.

Belum ada satu pun keberhasilan pemerintah yang nyata untuk bisa diandalkan secara berkala oleh masyarakat yang berprofesi sebagai UKM (usaha kecil mikro). Kebanyakan program yang dilaksanakan tidak memiliki konsep berkelanjutan dan tidak memiliki dampak untuk keberlanjutan usaha para UKM.

Entah apa target dan tujuan dari program yang hanya bertumpu pada pelatihan dengan tempat yang nyaman tetapi tentuna hanya menghabiskan anggaran yang lumayan (hanya menguntungkan pengusaha besar) tetapi kegiatan tidak memiliki dampak langsung seperti adanya potensi buying produk berkelanjutan milik UMKM yang bisa di lakukan oleh pemerintah. Dibeberapa selang waktu yang lalu, Diskusi mengenai hal tersebut senantiasa menjadi topik diskusi oleh para pegiat UKM .

Pertanyaan yang selalu muncul yakni seperti “Apakah pemerintah kita sudah acuh tak acuh dalam melaksanakan perintah UU yang bertumpu pada negara melalui pemerintah berkewajiban menggerakan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan demi terciptanya pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya? Semoga saja tidak demikian, kita harus terus mendorong pemerintah untuk lebih aktif lagi dalam mencari pola yang tepat dalam menciptakan iklim usaha yang berkelanjutan.

Tentunya hanya waktu yang bisa menjawab keresahan tersebut, mari kita nantikan”. Begitulah hasil diskusi para kawan-kawan pegiat pemerhati dan para aktivis UMKM dan para UMKM sendiri tentunya, baik saat bertemu langsung dalam ruang diskusi resmi maupun semi formal ataupun sekedar curhat di beberapa ruang komunikasi berbasis group komunitas seperti WhatsApp dan lainnya.

Baca Juga:   Dari Penjajahan Bambu Runcing ke Penjajahan Bambu Modern

Banyak cerita kisah yang mengharukan dari para pejuang keluarga ini, cerita seru-seruan saat berkumpul belajar bersama, cerita ttg bagaimana saat para pejuang keluarga tersebut harus berposisi sebagai pendampingan dan pelatih demi terciptanya makna berjuang bersama untuk tumbuh bersama.

Ya, UKM UMKM pada dasarnya bisa bertahan seperti saat ini oleh karena berdiri di atas kaki sendiri atau yang biasa dikenal dengan istilah “BERDIKARI” sebuah konsepsi memajukan Ekonomi Bangsa berbasis Kerakyatan nan Berkeadilan sebuah rumusan peninggalan para pendiri Bangsa untuk segenap Rakyat Indonesia yang dalam konteks kekinian masih relevan untuk gunakan agar segenap anak bangsa yang ingin BERDIKARI dalam hal Kemandirian Ekonomi harapannya melalui konsep tersebut segenap anak bangsa akan berdiri tegap dan bangga berjuang bersama untuk mewujudkan harapan akan kesejahteraan sosial bagi segenap anak bangsa.

Pertanyaan berikutnya, apakahn narasi BERDIKARI tersebut bisa diwujudkan? Apakah anekdot “UKM (Usaha Kok Merugi)” bisa dirubah menjadi “UKM Usaha Kelompok Makmur)”? Jawabannya, tentunya bisa salah satunya dengan cara terus berikhtiar kepada Yang Maha Kuasa meminta pertolongan serta memaksimalkan konsep Gotong Royong (kolaborasi) dalam aksi nyata untuk mewujudkan hal tersebut secara bersama-sama, semoga. Amiin

___________________________

Abta Paonganan Aktivis UMKM

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Minta Jokowi Evaluasi Kinerja Menkominfo Terkait Amburadulnya Penghentian Siaran TV Analog

Marhaenist - Kebijakan penghentian siaran TV analog atau Analog Swicth Off (ASO)…

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

FORKOMCAB GMNI Sumsel Gerakkan Solidaritas Publik: Open Donasi untuk Korban Banjir & Longsor Sumatera

Marhaenist.id, Sumsel — Gelombang banjir dan longsor yang melanda berbagai wilayah di…

Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta - Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono, menegaskan…

Serentak, 899 Kampus di Indonesia Gelar Aksi Menolak Politik Dinasti

Marhaenist.id, Jakarta - Mahasiswa Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menggelar aksi membagikan selebaran dan stiker…

Sambut HUT Ke-16, GMNI Gelar Aksi Evaluasi Kinerja Pemkot Tangsel

Marhaenist.id, Tangsel - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Banyaknya Kasus Bunuh Diri, Ganjar: Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Marhaenist - Ketua Umum Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada (Kagama) Jogjakarta yang…

Refleksi Juni, DPK GMNI FISIP UHO Kendari Buka Mimbar Bebas Kenang Perjuangan Sukarno

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Kota Tangerang Gelar PPAB Sekaligus Deklarasi Cabang

Marhaenist - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melaksanakan kegiatan Pekan Penerimaan Anggota…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?