By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

UKM (Usaha Kok Merugi)

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Kamis, 4 Juli 2024 | 15:21 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi pelaku UMKM (Shutterstock)
Bagikan

Marhaenist – Begitulah kira-kira persepsi masyarakat luas tentang para pejuang keluarga atau yang biasa dikenal dengan sebutan para UMKM atau yang sering juga di sebut para UKM yang mana profesi tersebut lebih banyak di dominasi oleh para Ibu-ibu yang memang motivasinya melakoni untuk berjuang menghidupi keluarga. Di lain sisi beberapa pegiat UKM mengatakan, peran pemerintah dalam menciptakan peluang pasar yang berlanjut kepada UKM kebanyakan hanya menjadi narasi kosong belaka.

Belum ada satu pun keberhasilan pemerintah yang nyata untuk bisa diandalkan secara berkala oleh masyarakat yang berprofesi sebagai UKM (usaha kecil mikro). Kebanyakan program yang dilaksanakan tidak memiliki konsep berkelanjutan dan tidak memiliki dampak untuk keberlanjutan usaha para UKM.

Entah apa target dan tujuan dari program yang hanya bertumpu pada pelatihan dengan tempat yang nyaman tetapi tentuna hanya menghabiskan anggaran yang lumayan (hanya menguntungkan pengusaha besar) tetapi kegiatan tidak memiliki dampak langsung seperti adanya potensi buying produk berkelanjutan milik UMKM yang bisa di lakukan oleh pemerintah. Dibeberapa selang waktu yang lalu, Diskusi mengenai hal tersebut senantiasa menjadi topik diskusi oleh para pegiat UKM .

Pertanyaan yang selalu muncul yakni seperti “Apakah pemerintah kita sudah acuh tak acuh dalam melaksanakan perintah UU yang bertumpu pada negara melalui pemerintah berkewajiban menggerakan ekonomi kerakyatan yang berkeadilan demi terciptanya pembukaan lapangan kerja yang seluas-luasnya? Semoga saja tidak demikian, kita harus terus mendorong pemerintah untuk lebih aktif lagi dalam mencari pola yang tepat dalam menciptakan iklim usaha yang berkelanjutan.

Tentunya hanya waktu yang bisa menjawab keresahan tersebut, mari kita nantikan”. Begitulah hasil diskusi para kawan-kawan pegiat pemerhati dan para aktivis UMKM dan para UMKM sendiri tentunya, baik saat bertemu langsung dalam ruang diskusi resmi maupun semi formal ataupun sekedar curhat di beberapa ruang komunikasi berbasis group komunitas seperti WhatsApp dan lainnya.

Baca Juga:   Rupiah, Budaya Geopolitik Nusantara, dan Ujian Marhaenisme

Banyak cerita kisah yang mengharukan dari para pejuang keluarga ini, cerita seru-seruan saat berkumpul belajar bersama, cerita ttg bagaimana saat para pejuang keluarga tersebut harus berposisi sebagai pendampingan dan pelatih demi terciptanya makna berjuang bersama untuk tumbuh bersama.

Ya, UKM UMKM pada dasarnya bisa bertahan seperti saat ini oleh karena berdiri di atas kaki sendiri atau yang biasa dikenal dengan istilah “BERDIKARI” sebuah konsepsi memajukan Ekonomi Bangsa berbasis Kerakyatan nan Berkeadilan sebuah rumusan peninggalan para pendiri Bangsa untuk segenap Rakyat Indonesia yang dalam konteks kekinian masih relevan untuk gunakan agar segenap anak bangsa yang ingin BERDIKARI dalam hal Kemandirian Ekonomi harapannya melalui konsep tersebut segenap anak bangsa akan berdiri tegap dan bangga berjuang bersama untuk mewujudkan harapan akan kesejahteraan sosial bagi segenap anak bangsa.

Pertanyaan berikutnya, apakahn narasi BERDIKARI tersebut bisa diwujudkan? Apakah anekdot “UKM (Usaha Kok Merugi)” bisa dirubah menjadi “UKM Usaha Kelompok Makmur)”? Jawabannya, tentunya bisa salah satunya dengan cara terus berikhtiar kepada Yang Maha Kuasa meminta pertolongan serta memaksimalkan konsep Gotong Royong (kolaborasi) dalam aksi nyata untuk mewujudkan hal tersebut secara bersama-sama, semoga. Amiin

___________________________

Abta Paonganan Aktivis UMKM

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Demo Mahasiswa Soal Cawe-Cawe Jokowi Dibubarkan Paksa Oleh Polisi

Marhaenist - Kepolisian atau Polri berupaya memukul mundur dan membubarkan aksi demo…

Politik Budi Nurani Ir. Sukarno

Marhaenist.id - Dalam menggambarkan tokoh-tokoh yang berani dan bijaksana, saya selalu dihinggapi…

Menyoal Argumentasi Filosofis Konversi Kepemilikan BUMN Menjadi Kepemilikan Langsung oleh Rakyat

Marhaenist.id - Dalam masa kampanye Calon Presiden dan Wakil Presiden (Capres dan Cawapres)…

Konferda PA GMNI Sumbar Digelar di Bukittinggi, Ini Alasannya

Marhaenist - Konferensi daerah (Konferda) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Bung Karno dan Ibundanya Tercinta Ida Ayu Nyomang Rai

Marhaenist.id - Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, dikenal tidak hanya sebagai…

Gelar Acara Silahturahmi, GMNI Kendari Pererat Jalinan Kekeluargaan Antara Anggota dan Kader Se-Kota Kendari

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPD PA GMNI Kaltim Tolak Pemangkasan DBH yang Dinilai Sangat Tidak Adil

Marhaenist.id, Samarinda - Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kalimantan…

Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945

Marhaenist - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan…

Manifesto Politik Konsolidasi Nasional GMNI 2025 di Blitar

"SATU GMNI SATU PERJUANGAN, MARHAENISME SEBAGAI KEKUATAN NASIONAL" Salam Marhaen, Merdeka! Kami,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?