By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
(Bagian Ketiga: Marxisme) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Unjuk Rasa BEM Unpas dan GMNI Peringati HARDIKNAS 2026 di depan Kantor Bupati Bantaeng, Soroti Isu Pendidikan
(Bagian Kedua: Islamisme, Ke-Islam-an) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Megawati Pertanyakan Kasus Penyiraman Air Keras Andrei Yunus: Mengapa Masuk Pengadilan Militer?
Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Unbor, Prof. Arief Hidayat Siap Lahirkan Generasi Hukum Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Rupiah, Budaya Geopolitik Nusantara, dan Ujian Marhaenisme

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Rabu, 14 Januari 2026 | 15:35 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bagikan

Marhaenist.id – Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Selasa (13/1/2026). Rupiah di pasar spot ditutup melemah 0,13 persen ke level Rp16.877 per dolar AS, sementara Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di Rp16.875 per dolar AS. Namun, angka-angka ini sesungguhnya hanya gejala permukaan dari persoalan yang jauh lebih dalam.

Pelemahan rupiah bukan sekadar fluktuasi moneter, melainkan refleksi ketegangan antara budaya geopolitik Nusantara dan tata ekonomi global yang dikuasai logika finansial spekulatif. Sejak 2025, rupiah bergerak dalam tekanan struktural yang menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Indonesia belum sepenuhnya sejalan dengan watak geopolitiknya sendiri.

Budaya geopolitik Nusantara lahir dari sejarah panjang perlawanan terhadap dominasi eksternal. Politik non-blok, kemandirian nasional, dan penolakan terhadap ketergantungan menjadi napas utama diplomasi Indonesia sejak awal kemerdekaan.

Namun dalam arena ekonomi global kontemporer, prinsip tersebut belum sepenuhnya menjelma menjadi kemandirian struktur produksi. Rupiah akhirnya lebih sering dibaca pasar sebagai objek spekulasi, bukan sebagai representasi kekuatan ekonomi rakyat.

Proyeksi pelemahan rupiah hingga mendekati Rp17.000 per dolar AS pada akhir 2026, sebagaimana disampaikan ekonom global, menegaskan satu hal penting: Indonesia masih dipersepsikan sebagai ruang parkir modal jangka pendek, bukan sebagai jangkar ekonomi berjangka panjang. Ini bukan semata soal sentimen, melainkan soal siapa yang menguasai mesin produksi nasional.

Fakta bahwa Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut hingga November 2025 justru memperkuat paradoks tersebut. Surplus dagang tidak otomatis memperkuat rupiah karena nilai tukar hari ini tidak lagi ditentukan oleh ekspor-impor semata, melainkan oleh arus modal dan struktur kepemilikan ekonomi. Selama arus keluar masuk dana portofolio lebih dominan dibandingkan investasi produktif, rupiah akan terus rentan diguncang.

Baca Juga:   IMIP, Investasi, dan Kehancuran

Dalam perspektif Marhaenisme, kondisi ini menyingkap kegagalan mendasar: ekonomi nasional masih terlalu bertumpu pada modal finansial yang tidak berakar, sementara kekuatan produksi rakyat, industri nasional, tenaga kerja, dan nilai tambah domestik, belum menjadi poros utama. Marhaenisme tidak menolak investasi, tetapi menolak ekonomi yang menjadikan rakyat sekadar penonton di tanahnya sendiri.

Berbagai kebijakan strategis telah diklaim sebagai solusi, mulai dari hilirisasi sumber daya alam hingga insentif investasi besar-besaran. Namun selama kebijakan tersebut belum secara nyata menggeser kepemilikan, penguasaan teknologi, dan kontrol produksi ke tangan rakyat, maka yang tumbuh bukanlah kedaulatan ekonomi, melainkan ketergantungan baru dalam wajah modern.

Pelemahan rupiah hari ini dengan demikian adalah cermin krisis penerjemahan budaya geopolitik Nusantara ke dalam sistem ekonomi nasional. Indonesia secara politik berbicara tentang kedaulatan, tetapi secara ekonomi masih tunduk pada ritme modal global. Selama kontradiksi ini tidak diselesaikan, rupiah akan terus menjadi korban dari pertarungan yang tidak seimbang.

Tantangan sejati ke depan bukan sekadar menjaga stabilitas nilai tukar melalui instrumen moneter, melainkan menegakkan Marhaenisme sebagai fondasi ekonomi nasional, menggeser orientasi dari spekulasi ke produksi, dari modal cepat ke kerja rakyat, dari angka ke kedaulatan.

Ketika Marhaen kembali menjadi pusat kebijakan, rupiah tidak hanya bertahan, tetapi menjelma sebagai simbol hidup dari budaya geopolitik Nusantara yang merdeka dan berdaulat.***


Penulis: Bayu Sasongko, Pengamat Budaya Geopolitik Nusantara, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

(Bagian Ketiga: Marxisme) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Sabtu, 2 Mei 2026 | 23:04 WIB
Unjuk Rasa BEM Unpas dan GMNI Peringati HARDIKNAS 2026 di depan Kantor Bupati Bantaeng, Soroti Isu Pendidikan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 20:00 WIB
(Bagian Kedua: Islamisme, Ke-Islam-an) Nasionalisme, Islamisme, Marxisme
Sabtu, 2 Mei 2026 | 19:08 WIB
Megawati Pertanyakan Kasus Penyiraman Air Keras Andrei Yunus: Mengapa Masuk Pengadilan Militer?
Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:53 WIB
Resmi Dikukuhkan sebagai Profesor Emeritus di Unbor, Prof. Arief Hidayat Siap Lahirkan Generasi Hukum Berintegritas dan Berwawasan Kebangsaan
Sabtu, 2 Mei 2026 | 15:01 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Arief Hidayat: Hakim Konstitusi Harus Bertransformasi Menjadi Negarawan, Bukan Lagi Politisi

Marhaenist.id, Jakarta — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Arief Hidayat, menegaskan bahwa…

Ahok: Mas Ganjar Paling Pantas Jadi Presiden, Layak Diperjuangkan

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja mundur dari Komisaris…

Maret 2025, PA GMNI Berduka: 3 Kadernya Telah Pergi

Marhaenist.id - Di Bulan Maret 2025, Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional…

Menimbang Urgensi Perubahan Wantimpres Menjadi DPA

Marhaenist.id - Usul DPR terhadap revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2006…

Save Raja Ampat? Gugat Kolonialisme Ekologis, Kembalikan Kedaulatan ke Tanah Papua!

Marhaenist.id - Di ujung timur Indonesia, tersembunyi sebuah mahakarya alam yang kerap…

Penetapan Diduga Pelaku Penyiraman Air Keras terhadap Andrie Yunus Belum Terjawab, GMNI Jaktim Desak Aparat Buka Fakta Hukum

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Gelar Aksi Solidaritas di Jakarta, 5 Elemen Organisasi Desak Hentikan Penggusuran Petani Padang Halaban

Marhaenist.id, Jakarta — Puluhan massa dari Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Gabungan Serikat…

GMNI Demo KPU dan DPR Yang Adakan Rapat Konsinyering di Malam Hari

MARHAENIST - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar demonstrasi di depan Hotel…

DPD PA GMNI Jakarta Raya Ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?