By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Anggota Bawaslu RI, Herwyn J.H. Malonda (kanan) bersama Kepala Pusat Penelitian, Pengembangan, Pendidikan dan pelatihan Bawaslu Roy Siagian memberikan penjelasan saat Bawaslu menggelar peluncuran buku dengan tema Bawaslu di Tengah era Big Data di Jakarta (Foto: Poskotaonline)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Di era di mana informasi mengalir lebih cepat daripada Sungai Citarum saat musim hujan, buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data” karya Dr. Herwyn J.H. Malonda dan Dr. Irene R.H.T. Tangkawarow datang sebagai angin segar. Diluncurkan oleh Bawaslu RI pada Kamis (12/3/2026), karya ini seperti peta jalan yang menggambarkan bagaimana lembaga pengawas pemilu kita harus menavigasi lautan data digital. Saya, sebagai komisioner di tingkat kota, merasa terpanggil untuk merespons buku ini karena ia tak hanya menganalisis peluang, tetapi juga mengingatkan kita pada risiko yang mengintai demokrasi Indonesia.

Penulis buku, dengan latar belakang hukum dan teknologi yang kuat, menyajikan analisis yang komprehensif. Mereka memulai dengan menggambarkan big data sebagai aset strategis yang bisa merevolusi pengawasan pemilu. Di bab pertama, mereka menekankan urgensi adaptasi Bawaslu terhadap perubahan lanskap politik digital, seperti penyebaran hoaks dan manipulasi algoritma. Ini relevan sekali, mengingat pemilu kita sering diramaikan oleh isu-isu yang memecah belah. Saya setuju dengan pandangan mereka bahwa data bukan lagi barang mati, melainkan alat hidup untuk mendeteksi pola pelanggaran, seperti micro-targeting yang menyasar pemilih secara pribadi.

Lebih lanjut, bab kedua menyuguhkan inovasi-inovasi menarik, seperti pengembangan sistem informasi berbasis big data dan analisis sentimen media sosial. Penulis buku ceritakan bagaimana teknik data mining bisa memprediksi risiko, mirip mata super yang melihat apa yang tak kasat mata. Ini menginspirasi, karena di Bekasi, tak sedikit kami berhadapan dengan kampanye digital yang licin. Bab ketiga, sebagai klimaks, mengungkapkan risiko seperti weaponisasi data pribadi dan bots yang menyebarkan berita bohong. Penulis buku mengingatkan kasus Pemilu AS 2016 sebagai pelajaran, dan saya mengapresiasi ketajaman mereka dalam menyoroti ancaman ini bagi integritas demokrasi kita.

Baca Juga:   PA GMNI Usulkan Utusan Golongan dan Daerah Kembali Jadi Bagian MPR RI

Strategi di Bab keempat seperti peningkatan kapasitas SDM dan kerja sama dengan platform digital serta transformasi kelembagaan di Bab kelima menunjukkan visi optimis penulis. Mereka menggambarkan Bawaslu sebagai “guardian of digital democracy”, dengan restrukturisasi organisasi dan integrasi AI untuk monitoring real-time. Buku ini tak hanya untuk ahli, tapi untuk masyarakat, mengajak kita semua menjaga pemilu yang adil.

Namun, sebagai praktisi di lapangan, saya merasa buku ini bisa lebih mendalam dalam membahas kebutuhan mendasar untuk tatanan demokrasi riil. Era informasi disruptif, terutama jelang masa kampanye, dipenuhi hoaks dan hate speech yang marak. Bawaslu sering jadi sasaran netizen, dituduh lamban, padahal mandat kami terbatas pada pengawasan partai politik dan peserta terregistrasi. Kesulitan menindak buzzer tersembunyi yang sering terafiliasi secara rahasia dengan calon tertentu menjadi tantangan nyata. Mungkin, penulis buku bisa lebih menekankan penguatan regulasi yang memungkinkan Bawaslu berkolaborasi dengan aparat penegak hukum untuk menelusuri afiliasi semacam itu, agar pengawasan tak hanya reaktif, tapi proaktif. Ini bukan kritik pedas, melainkan saran agar buku selanjutnya lebih grounded pada realitas lapangan, seperti di Kota Bekasi, di mana media sosial jadi medan perang opini.

Secara keseluruhan, buku ini adalah panggilan aksi yang berharga. Mari kita implementasikan idenya, sambil memperkuat fondasi demokrasi dengan literasi digital masyarakat. Demi pemilu yang bersih, Bawaslu butuh dukungan semua pihak. Terima kasih kepada penulis buku atas kontribusinya, semoga menjadi katalisator perubahan positif.***


Penulis: Jhonny Sitorus, Anggota Bawaslu Kota Bekasi, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Ganjar Pranowo: Politik Machiavellian Gunakan Penegak Hukum Jadi Alat Untuk Menakuti

MARHAENIST - Politik Machiavellian sepertinya sedang terjadi akhir-akhir ini. Rasa takut sengaja…

DPP GMNI Soroti Tragedi Siswa SD di NTT, Cermin Gagalnya Sistem Pendidikan

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kenapa Harus Adili Jokowi?

Marhaenist.id - Sepuluh tahun Jokowi berkuasa, pembangunan Indonesia selalu dibungkus dengan cerita…

Foto: Nurfani Ici saat terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Kota Ternate periode 2026-2028 (Dokpri)/MARHAENIST.

Catat Sejarah Baru, Sarinah Nurfani Ici jadi Perempuan Pertama yang Pimpin DPC GMNI Kota Ternate

Marhaenist.id, Ternate - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Sikapi Situasi Nasional Saat Ini, DPP GMNI Terbitkan ‘Seruan Pejuang Pemikir – Pemikir Pejuang’

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah eskalasi demonstrasi nasional yang dipicu oleh ketimpangan…

Kenang Tewasnya Randy-Yusuf sebagai Pahlawan Demokrasi, Front GMNI dan PMII Kendari Ingin Monumennya Segera Berdiri

Marhaenist.id, Kendari - Front Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Pergerakan Mahasiswa…

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI…

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. MARHAENIST

Ganjar: Pemotongan Bantuan Bentuk Pengkhianatan Pada Negara

Marhaenist - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tegas mengatakan mereka yang bermain…

Marhaenisme: Gerakan Anti Kapitalisme, Liberalisme, dan Kolonialisme (Pidato Bung Karno di Kongres GMNI)

Marhaenist.id - Terlebih dahulu saya mengucapkan selamat dengan Konferensi Besar GMNI ini.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?