By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tambang Menguat, Pendidikan Melemah?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 20 Maret 2026 | 16:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Dio Oktavio, Kader GMNI Komisariat FISIP UBB (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Indonesia dalam sejarahnya dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Kekayaan tersebut tersebar di berbagai sektor seperti kehutanan, perikanan, pun dengan pertambangan.

Di berbagai daerah, aktivitas pertambangan sudah menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Namun, dengan potensi ekonomi yang menjanjikan dari sektor tersebut, bagaimana dengan nasib pendidikan?

Dalam praktiknya, seringkali pertambangan dan pendidikan tidak berjalan berirama malah justru terkadang bertolak belakang. Pertambangan memang berpeluang membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat secara instan.

Dalam konteks Bangka Belitung, banyak masyarakat menggantungkan hidupnya pada sektor tambang. Akan tetapi, kondisi tersebut sering kali berkonsekuensi sosial yang cukup memprihatinkan, terutama dengan sektor pendidikan.

Kondisi anak-anak dan remaja, hendaknya dipandang perlu dalam konteks di kawasan tambang, karena mereka adalah generasi penerus sekaligus sebagai generasi yang memutuskan untuk melakukan aktivitas pertambangan dibandingkan dengan pendidikan.

Pendapatan yang instan dan menggiurkan menjadi alasan untuk menambang dibandingkan mengenyam pendidikan yang jauh lebih memberikan manfaat secara jangka panjang.

Hal tersebut akhirnya berdampak terhadap meningkatnya angka putus sekolah. Selain itu, terbentuknya pola pikir masyarakat yang memandang pendidikan bukanlah hal yang penting, melainkan sekedar pilihan.

Perlu dipahami bahwasanya pertambangan adalah sektor yang sepenuhnya tidak berkelanjutan. Sumber daya alam seperti timah bersifat terbatas dan lambat laun akan habis. Ketika habis sumber daya alam tersebut atau aktivitas pertambangan yang berhenti, maka dampak terbesarnya kembali ke masyarakat.

Umumnya beresiko besar kepada kelompok masyarakat yang tidak berpendidikan dan tidak memiliki keterampilan khusus. Sehingga, perlu menilai bahwa pendidikan menjadi investasi jangka panjang yang mampu membuka banyak peluang.

Lebih lanjut, dengan adanya industri pertambangan tidak semerta-merta dilihat sebagai aktivitas ekonomi belaka. Pihak perusahaan maupun pemerintah memiliki tanggung jawab yang besar untuk memastikan bahwa kawasan tambang perlu diintegralkan dengan sektor pendidikan.

Baca Juga:   Kepemimpinan Baduy Menjaga Pangan Indonesia

Menghadirkan beasiswa, fasilitas yang mapan, dan peningkatan kualitas tenaga pengajar merupakan upaya untuk memastikan bahwa masyarakat tidak hanya menjadi subjek aktivitas pertambangan. Pendidikan berperan penting dalam upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sumber daya alam.

Dengan adanya pendidikan, generasi muda memahani bahwasanya kekayaan alam bukan semata-mata dieksploitasi, melainkan dikelola dengan bijak untuk keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan bersama. Selain itu, pendidikan juga berperan sebagai penghubung antara kepentingan ekonomi dan tanggung jawab ekologis.
Pertambangan dan pendidikan tidak semestinya diposisikan sebagai dua sektor yang bertentangan, melainkan berjalan beriringan.

Pertambangan memberikan ekonomi secara instan dan jangka pendek, sedangkan pendidikan menyediakan fondasi masa depan yang berkelanjutan. Kedua sektor tersebut hendaknya dikelola dengan seimbang sehingga kekayaan alam bukan hanya menghasilkan keuntungan sesaat, akan tetapi berpeluang membuka jalan bagi generasi yang berpendidikan.***


Penulis: Dio Oktavio, Kader GMNI Komisariat FISIP UBB.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kehilangan yang Tidak Disadari: Suku Terasing di Ambang Lenyap
Rabu, 25 Maret 2026 | 09:44 WIB
Dirgahayu GMNI ke-72, Heri Pudyatmoko Serukan Penguatan Marhaenisme dan Persatuan
Selasa, 24 Maret 2026 | 09:31 WIB
Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”
Senin, 23 Maret 2026 | 14:20 WIB
Dies Natalis Ke 72, GMNI Jaktim Serukan Tetaplah di Garis Marhaen meski berada di Persimpangan Jalan antara Idealisme dan Realistis
Senin, 23 Maret 2026 | 10:30 WIB
Konflik Geopolitik dalam Perspektif Marhaen antara Perebutan Kuasa Global dan Nasib Rakyat Kecil
Jumat, 20 Maret 2026 | 16:53 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Ditangkap dan Ditersangkakan, Kader GMNI Dikriminalisasi Oleh Polres Binjai?

Marhaenist.id, Binjai – Penangkapan aktivis masyarakat sekaligus Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Endus dugaan Terima Suap dalam Perekrutan Pandis, GMNI Minta Ketua Bawaslu Mimika Segera Diganti

Marhaenist.id, Mimika – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Mimika, Frans Wetipo, diduga…

Marhaenis Muda Harus Mengawal Demokrasi dari Desa

Marhaenist.id - Demokrasi Indonesia tidak bisa hanya dipahami dari dinamika politik nasional…

Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

Marhaenist.id - Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari…

Penangkapan Nicolas Maduro dan Intervensi di Venezuela Bukti Nyata Kebiadapan Amerika Serikat Ingin Memonopoli Dunia

Marhaenist.id - Barusan kita disuguhkan sebuah kabar yang sangat memilukan, dimana Presiden…

GMNI Minta PJ Bupati Mamasa Tepati Janjinya Tentang Penanganan Longsor di Desa Mambulilling

Marhaenist.id, Mamasa - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Mungkin Lebih Baik GMNI Dibubarkan Saja!

Marhaenist.id - Sebagai mantan aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ),…

DPK GMNI UNM Siap Jadi Patron Persatuan GMNI di Kota Makassar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pengesahan RUU KUHAP Dinilai Mengancam Demokrasi: DPR Dituding Abaikan Gelombang Kritik Publik

Marhaenist.id, Jakarta - Pengesahan Rancangan Undang-Undang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUU…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?