By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelHistorical

Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 22 Desember 2024 | 09:08 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi Ibu dan Anak yang lagi bermain dipinggir pantai dibawah sinar bulan di malam hari (Sumber Foto: Bola.com)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari Ibu merupakan momen penting untuk menghargai jasa serta pengorbanan seorang ibu.

Tapi, tahukah anda bagaimana tentang sejarah lahirnya hari ibu? Ikuti ulasan singkat berikut ini untuk mengetahui sejarahnya:

Hari Ibu di Indonesia memiliki sejarah yang panjang dan terkait dengan perjuangan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan hak-hak dan kesetaraan gender.

Dalam sejarah Perjuangan Kemerdekaan, Perempuan Indonesia telah berperan aktif dalam perjuangan kemerdekaan sejak awal abad ke-20. Mereka berpartisipasi dalam berbagai organisasi dan gerakan, seperti Organisasi Wanita Sosialis (OWS), Kongres Wanita Indonesia, dan lain-lain.

Organisasi-organisasi perempuan ini membuat sebuah organisasi persatuan wanita di Indonesia dalam sebuah Kongres Wanita Indonesia I yang menjadi cikal bakal lahirnya hari Ibu di Indonesia.

Kongres Wanita Indonesia bermula pada tanggal 22-25 Desember 1928, Kongres itu diadakan di Yogyakarta. Kongres ini dihadiri oleh 30 organisasi wanita dari seluruh Indonesia dan memutuskan untuk membentuk Persatuan Wanita Indonesia.

Oleh Pemerintahan Bung Karno pada tahun 1953, Peringatan Hari Ibu ditetapkan tanggal 22 Desember. Tanggal ini dipilih untuk memperingati peringatan Kongres Wanita Indonesia pertama itu.

Pada tahun 1953 itu pula, tanggal 22 Desember resmi dijadikan sebagai Hari Ibu oleh pemerintah Indonesia sebagai penghormatan terhadap kontribusi perempuan dalam perjuangan kemerdekaan dan pembangunan bangsa. Peringatan Hari Ibu ini tidak hanya menghargai peran ibu dalam keluarga, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya perjuangan perempuan dalam pembangunan bangsa.***

Kata Penulis mewakili Anak Indonesia untuk Para Ibu

Ayo, jadikan semangat hari ibu untuk merayakan semua ibu yang telah memberikan cinta, kekuatan, dan inspirasi tanpa batas.

Cinta yang ada dalam diri kita adalah fondasi bagi keluarga, dan Ibu adalah anugerah bagi kita semua. Terima kasih telah menjadi hati dan jiwa bagi kita semua wahai Ibu.💖

Baca Juga:   Mengenang Tragedi Trisakti di Bulan Mei 1998

Ibuku, Ibumu, dan Ibu untuk semua masyarakat Indonesia adalah sosok pelindung, penghibur dan inspirasi bagi kita semua. Sosok yang mungkin jasanya tak kan pernah terbalas oleh kita. Mari di hari spesial ini dan seterusnya untuk memberikan doa dan hal terbaik bagi Ibu.

Selamat Hari Ibu!


Sumber Sejarah berasal dari Pertanyaan Penulis dari kepada IA (Kecerdasan Buatan dari Meta) yang disusun oleh La Ode Mustawwadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

Marhaenist.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai…

Sukses Gelar Muskom, Karsan-Riani Terpilih Sebagai Nahkoda DPK GMNI STIMIK Bina Bangsa

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Gelar Audiensi dengan Kejari, GMNI Jaktim Bahas Dugaan Korupsi Pengadaan Mesin Jahit dan Peran Pemuda dalam Pengawasan Hukum

Marhaenist.id, Jakarta Timur – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Alumni GMNI Pemalang Hadiri Acara Ziarah Makam Bung Karno Dengan Khidmat

Marhaenist - Puluhan alumni dan kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Akhiri Dualisme Kepeminpinan Nasional, GMNI Sumsel Deklarasikan Forkomcab dan Serukan Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Sumsel - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Sumatera Selatan (Sumsel)…

Koperasi dan Era Anthropocene: Menjawab dengan Praktik atas Krisis Kemanusiaan dan Lingkungan

Seri Belajar Koperasi #1 Marhaenist - Praktik sistem kapitalisme industri yang berkembang…

GMNI Berduka: Ketua Panitia Kongres Persatuan GMNI Ke – XV Nizis Edward Julistris, Telah Tutup Usia

Marhaenist.id, Bangka Tengah - Kabar duka kembali menyelimuti Keluarga Besar Alumni Gerakan Mahasiswa…

Populisme Kanan dan Tantangan Demokrasi Marhaen di Era Digital

Marhaenist.id - Demokrasi Indonesia tengah menghadapi tantangan serius. Bukan dari absennya prosedur…

Nasrani-Yahudi Dalam Tinjauan Madilog

AGAMA NASRANI Jesus Nazrenus Rex Jodioram Jesus dari Nazaret Rajanya Yahudi Agama…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?