By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Infokini

Ditangkap dan Ditersangkakan, Kader GMNI Dikriminalisasi Oleh Polres Binjai?

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 9 Juli 2024 | 13:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi Kriminalisasi/Dok. Ist/Marhaenist
Bagikan

Marhaenist.id, Binjai – Penangkapan aktivis masyarakat sekaligus Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Sumatera Utara (USU) yakni Edy Sentosa Ginting dan juga 3 orang temannya di Dusun Percihen Desa Tanjung Gunung Kecamatan Sei Bingai Kabupaten Langkat terus menjadi sorotan oleh GMNI dan Warga Percihen.

Penangkapan tersebut dinilai sebagai bentuk kriminalisasi dan sudah melanggar HAM karena tidak sesuai prosedur hukum yang berlaku. Apalagi, Edy Sentosa Ginting dan rekannya yakni Lisen Apulinta Sembiring, Andian Syahputra dan Sopiandi Sembiring, bukan merupakan pelaku kriminal pencuri kelapa sawit sebagaimana yang dituduhkan oknum BKO Polres Langkat di Perkebunan PT Serdang Hulu.

Sebagaimana hal itu disampaikan oleh Penasihat Hukum aktivis GMNI dan Warga Dusun Percihen itu, Tommy Aditia Sinulingga.

Pengacara sekaligus Dosen di Fakultas Hukum USU itu, juga mengatakan bahwa peristiwa penangkapan itu berawal dari Edy Sentosa Ginting dan kawan-kawan yang melakukan pengawasan terhadap lahan kontrakan milik Edward Sipayung atas perintah saudaranya Edward.

Disana mereka mendapati pekerja dari PT Serdang Hulu sedang melakukan pemanenan buah sawit di lahan kontrakan milik Edward.

Melihat hal tersebut, Edy Sentosa dan kawan-kawan langsung mengimbau agar para pemanen berhenti melakukan pemanenan, karena lahan yang dipanen oleh para pekerja PT Serdang Hulu telah melewati batas HGU perusahaan tersebut.

Kemudian, berselang 15 menit datang sekitar 15 orang karyawan PT Serdang Hulu bersama dengan BKO perusahaan yang merupakan anggota Polres Binjai bernama Darmawan Surbakti (Iwan Surbakti), langsung melakukan penangkapan terhadap Edy Sentosa dan kawan-kawan.

Ironisnya, penangkapan tersebut tanpa menunjukkan surat perintah penangkapan dan juga tidak menjelaskan alasan kenapa mereka ditangkap.

Baca Juga:   Kabar Duka! Titiek Puspa, Mantan Penyanyi Istana Era Bung Karno Meninggal Dunia

Penangkap tersebut juga terekam dalam sebuah video yang memperlihatkan oknum polisi yang mengaku sebagai BKO PT Serdang Hulu langsung membawa Edy Sentosa dkk dengan cara paksa. Tidak hanya itu, ada juga dua oknum BKO TNI lain yang ikut dalam penangkapan tersebut.

Di video tersebut terlihat bahwa salah satu teman dari Edy Sentosa Ginting, yaitu Andi diborgol oleh 2 orang sipil karyawan PT Serdang Hulu.

“Salah satu karyawan yang memborgol tersebut bernama Cotna Gurusinga warga Dusun Tinambunen Desa Tanjung Gunung,” ujar Tommy.

Menurut pengakuan Andi salah satu korban, dirinya sempat dipukul dibagian perut belakang oleh Cotna Gurusinga sembari mengatakan ‘Engko sikerasna je me’ (Kau yang paling keras disini ya). Padahal saat itu Andi hanya pasrah saja dibawa meski tanpa surat penangkapan dan sebenarnya tidak ada alasan mereka untuk melakukan penangkapan.

“Saya sempat dipukul dibagian perut belakang oleh Cotna Gurusinga sambil mengatakan ‘Engko sikerasna je me’ (Kau yang paling keras disini ya) dan saya hanya pasrah,” ungkap Andi.

Atas kejadian tersebut, Edy Sentosa dkk diamankan di Polres Binjai dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan langsung ditahan sebelum adanya barang bukti dan terkesan terlalu dipaksakan oleh penyidik Unit Pidum Reskrim Polres Binjai.

“Kan aneh. Gak ada barang bukti yang dibawa, tapi Edy Sentosa Ginting Dkk ditetapkan sebagai tersangka pencurian. Padahal, pihak PT. Serdang Hulu sampai saat ini tidak mampu menunjukkan batas HGU atas lahan yang dikuasainya,” tandas Andi.

Atas kejadian tersebut Edy Sentosa dkk sampai saat ini masih ditahan di Polres Binjai. Sehingga, pihak Tim Penasihat Hukum dan aktivis USU akan melakukan perlawanan secara hukum serta akan melakukan aksi dengan massa yang lebih besar.

Baca Juga:   Dipecat Akibat Asusila, Ketua KPU Justru Senang dan Riang Gembira

Penulis: Rudy Hartono (topmetro.news/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

GMNI Jember Tegaskan Pembebasan Kader Bukan Akhir Perjuangan, Melainkan Awal Babak Baru Gerakan
Rabu, 17 Desember 2025 | 00:13 WIB
Perajin membersihkan kedelai di salah satu rumah industri di Jakarta, Kamis (6/10). Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu dan Tempe Indonesia (Gakopindo) Aip Syarifuddin mengatakan kenaikan harga kedelai impor satu bulan terakhir rata-rata berada di kisaran Rp6.900 - Rp7.000 per kilogram di tingkat koperasi yang sebelumnya Rp6.300 - Rp6.500 sedangkan harga di pasaran lebih tinggi yakni Rp10.597 per kilogramnya. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa/pras/16.
Berhenti Mendewakan Investasi Asing, Pembangunan Harus Bertumpu Pada Kekuatan Rakyat
Selasa, 16 Desember 2025 | 19:45 WIB
Ibu Pertiwi Dilanda Musibah
Selasa, 16 Desember 2025 | 14:06 WIB
IMIP, Investasi, dan Kehancuran
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:18 WIB
Buntut Hina Suporter Persib dan Suku Sunda, GMNI Secara Tidak Hormat Pecat Youtuber Resbob
Selasa, 16 Desember 2025 | 13:16 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Gelar Kunjungan Kasih, GMNI Nias Selatan Berbagi di Panti Asuhan Mercy Indonesia

Marhaenist.id, Nisel - Dewan Pengurus Komisariat (DPK), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ahmad Yandi Khadafi: Hakim Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan: Wujudkan Asas Keadilan, Bebaskan Hasto!

Tangerang, Marhaenist.id - Proses hukum terhadap Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kini…

Minim Subtansi, Maha Sakti Esa Jaya: Debat Pilkada Penajam Paser Utara Jadi Ajang Jual Program

Marhaenist.id, Penajam Paser Utara - Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Maha Sakti…

Jokowi Sedang Menggali Kuburnya Sendiri?

Marhaenist - Dalam perhelatan Pilpres 2024, walaupun tidak dinyatakan secara terbuka, semua…

Kucing Hitam Atau Kucing Putih dan Deng Xiaoping

MARHAENIST - Ketika mendengar ungkapan "Kucing Hitam Kucing Putih", pikiran tentang kucing…

Dilanda Banjir, Poros Rakyat Salurkan Bantuan 1 Ton Beras ke Masyarakat Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa

Marhaenist.id, Mamasa - Poros Rakyat Mamasa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional…

Persatuan Alumni GMNI Konsolidasikan Kaum Nasionalis di Sumbar

Marhaenist - Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA…

Rasio Manusia vs Rasio Algoritma: Negara Kafka dalam Rezim Algoritmik

Marhaenist.id - Kita sedang hidup dalam sebuah zaman yang dapat disebut sebagai…

GMNI Berduka, H Soenardi Ex Presidium GMNI 1976 – 1979 Telah Berpulang Disisi Tuhan Yang Maha Esa

Marhaenist.id, Tengsel - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) saat ini dilanda kesedihan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?