By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Rawe-Rawe Rantas, Malang-Malang Putung: Refleksi Kepemimpinan dalam Perjuangan Ber-GMNI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 10 Maret 2026 | 14:52 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI UBP Karawang dengan kaos polo putih dan gordon GMNI menjadi pemantik diskusi bersama kader-kader DPK GMNI UBP Karawang (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist id – Dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, pidato-pidato Soekarno selalu menjadi sumber inspirasi bagi banyak generasi. Salah satu pidato penting yang sering dikutip adalah pidato beliau di Yogyakarta pada 17 Agustus 1947 yang kemudian dimuat dalam buku Pedoman untuk Melaksanakan Amanat Penderitaan Rakyat jilid 2 cetakan ke-3 yang disusun oleh Moch. Said dari Seksi B.K.I Peperda/Pedarmilda Jawa Timur. Selain itu, ungkapan tersebut juga dapat ditemukan dalam buku Di Bawah Bendera Revolusi jilid II cetakan ke-2 yang diterbitkan oleh Panitia Penerbit Di Bawah Bendera Revolusi.

Dalam pidato tersebut, Bung Karno menutup dengan kalimat yang sangat terkenal: “Rawe-rawe rantas, malang-malang putung.” Ungkapan ini memiliki makna mendalam: setiap rintangan harus disapu bersih, setiap penghalang harus dipatahkan. Kalimat tersebut lahir dalam situasi revolusi ketika Indonesia yang baru merdeka harus menghadapi ancaman dari kembalinya kolonialisme, yang kemudian meletus dalam Agresi Militer Belanda I. Dalam kondisi genting itu, Bung Karno mengingatkan rakyat bahwa perjuangan mempertahankan
kemerdekaan membutuhkan keteguhan, keberanian, dan konsistensi.

Semangat inilah yang sebenarnya tidak hanya relevan dalam perjuangan bangsa, tetapi juga dalam kehidupan organisasi, termasuk di tubuh Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Organisasi kader seperti GMNI dibangun di atas semangat perjuangan ideologis dan keberanian untuk menghadapi tantangan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam organisasi itu sendiri.

Sebagai Ketua Dewan Pengurus Komisariat GMNI di Universitas Buana Perjuangan Karawang, saya merasakan secara langsung bagaimana dinamika organisasi tidak selalu berjalan mulus. Dalam perjalanan kepemimpinan, tidak jarang muncul berbagai bentuk “jegalan” atau hambatan, bahkan dari mereka yang lebih dahulu berproses di GMNI. Para senior yang seharusnya menjadi pembimbing dan penguat kaderisasi, terkadang justru menjadi pihak yang tidak mendukung atau meragukan arah kepemimpinan di era sekarang.

Baca Juga:   Indonesia Darurat Part 2, 100 Hari Kerja = 1000 Masalah

Fenomena seperti ini sebenarnya bukan hal baru dalam organisasi kader. Setiap generasi memiliki cara pandang dan pendekatan yang berbeda dalam menjalankan organisasi. Namun perbedaan tersebut sering kali berubah menjadi resistensi ketika ada ketidakpercayaan terhadap generasi penerus. Di sinilah makna dari kalimat Bung Karno tadi menjadi sangat relevan.

“Rawe-rawe rantas, malang-malang putung” tidak harus dimaknai sebagai sikap konfrontatif terhadap sesama kader atau senior. Sebaliknya, ia dapat dimaknai sebagai keteguhan untuk tetap menjalankan amanat organisasi dengan penuh tanggung jawab, meskipun dihadapkan pada keraguan, kritik, atau bahkan hambatan internal.

Kepemimpinan bukanlah soal mencari dukungan dari semua pihak, tetapi tentang kemampuan untuk tetap berdiri tegak ketika dukungan tidak selalu datang dari arah yang diharapkan. Dalam organisasi kader seperti GMNI, kepemimpinan juga berarti berani mengambil keputusan, menjaga marwah organisasi, dan memastikan proses kaderisasi tetap berjalan.

Justru dalam situasi seperti inilah nilai-nilai perjuangan diuji. Jika setiap hambatan membuat kita mundur, maka organisasi tidak akan pernah berkembang. Namun jika setiap rintangan dijadikan pelajaran untuk memperkuat konsolidasi kader, maka organisasi akan tumbuh lebih matang.

Semangat yang diwariskan oleh Bung Karno bukanlah semangat untuk memecah belah, melainkan semangat untuk tetap teguh dalam perjuangan demi tujuan yang lebih besar. Dalam konteks GMNI, tujuan itu adalah mencetak kader-kader yang berideologi, berpihak pada rakyat, dan mampu melanjutkan cita-cita kemerdekaan.

Oleh karena itu, setiap tantangan dalam kepemimpinan harus dilihat sebagai bagian dari proses perjuangan. Seperti pesan Bung Karno dalam pidatonya di Yogyakarta tahun 1947, rintangan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti. Sebaliknya, rintangan adalah ujian yang justru menegaskan komitmen kita terhadap perjuangan.

Pada akhirnya, kepemimpinan di organisasi bukanlah tentang siapa yang paling lama berproses, tetapi tentang siapa yang paling siap memikul tanggung jawab perjuangan pada zamannya. Dan selama perjuangan itu masih berpihak pada nilai-nilai organisasi dan kepentingan rakyat, maka semangat “rawe-rawe rantas, malang-malang putung” akan selalu menemukan relevansinya.***

Baca Juga:   Pilkada Melalui DPRD: Ancaman Sentralisme Kekuasaan dan Lonceng Kematian Demokrasi Lokal

Penulis: Jeje Zaenudin, Ketua DPK GMNI Universitas Buana Perjuangan Karawang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:02 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:55 WIB
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:54 WIB
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:21 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

DPD GMNI Sulbar Kecam Keras Insiden Rantis Brimob Lindas Pengemudi Ojol

Marhaenist.id, Mamuju - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Quo Vadis Hari Anak Nasional 2024: Telaah Kritis

Marhaenist.id - Momentum Hari Anak Nasional tak cukup sekedar dilaksanakan secara seremonial,…

Dugaan Perzinahan Seret Oknum Polisi di Halut, GMNI Minta Kapolres Lakukan Evaluasi dan Pembinaan

Marhaenisdt.id, Halmahera Utara – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Atikoh Sapa Warga dan Tokoh Masyarakat Se-Jombang: Ajak Awasi Pemilu

Marhaenist.id, Jombang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo mengajak…

DPC GMNI Dairi Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu dan Warga Padang Halaban

Marhaenist.id, Dairi — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Praktek Neo-kolonialisme dan Imperialisme dalam Perang Amerika Serikat vs Iran

Marhaenist.id - Kondisi geopolitik yang semakin memanas antara Amerika Serikat, Israel Versus…

Darurat Penegakan Hukum, GMNI Nias Selatan Soroti Lemahnya Aparat Penegakan Hukum

Marhaenist.id, Nisel - Banyaknya laporan masyarakat di Kepolisian Resort (Polres) Nias Selatan…

Aristoteles: Kegagalan adalah Pelajaran, Tetapi Menyerah adalah Kekalahan Sejati

Marhaenist.id - Aristoteles mengungkapkan bahwa Hidup adalah perjalanan penuh tantangan. Di setiap…

DPC GMNI Padangsidimpuan Kecam Tindakan Represif Aparat terhadap Ketua GMNI Labuhanbatu dan Masyarakat Padang Halaban

Marhaenist.id, Padangsidimpuan — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Padangsidimpuan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?