By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Menilai Keterlibatan TNI dalam Pelatihan KPU

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Selasa, 6 Agustus 2024 | 00:13 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Anggota KPU Parsadaan Harahap menutup kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota Periode 2024-2029 Gelombang IX Tahun 2024, di Rindam Jaya, Jakarta, Jumat (2/8/2024)./KPU RI/Marhaenist.id
Bagikan

Marhaenist.id-Pelatihan yang diberikan oleh TNI kepada penyelenggara pemilu, memunculkan sejumlah kekhawatiran yang layak mendapatkan perhatian serius. Salah satu aspek kritis adalah persepsi negatif yang mungkin muncul di kalangan masyarakat mengenai integritas KPU dan Bawaslu. Masyarakat bisa melihat keterlibatan militer ini sebagai indikasi bahwa militer memiliki peran yang terlalu besar dalam proses pemilu, yang seharusnya dijalankan secara sipil dan netral. Keterlibatan militer dalam pelatihan penyelenggara pemilu bisa dianggap sebagai upaya militer untuk memperluas pengaruhnya dalam proses politik. Ini berpotensi mengganggu netralitas dan independensi penyelenggara pemilu yang seharusnya bebas dari intervensi pihak manapun, termasuk militer.

Menurut pemberitaan terbaru, Pelatihan Penyelenggara Pemilu yang diadakan di RINDAM (Resimen Induk Kodam) melibatkan berbagai pelatihan dan simulasi untuk meningkatkan kesiapan penyelenggara pemilu. Berita ini mencatat bahwa pelatihan ini mencakup materi mengenai teknik pengamanan, penanganan kerusuhan, dan prosedur operasi standar yang harus diterapkan dalam pelaksanaan pemilu. Namun, keberadaan pelatihan ini di institusi militer dapat menimbulkan kontroversi mengenai keterlibatan TNI dalam proses yang seharusnya netral dan non-militer.

Ada potensi konflik kepentingan jika militer terlibat dalam pelatihan pengawas pemilu. Militer seharusnya netral dalam urusan politik, dan pelatihan ini bisa menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan kekuasaan atau pengaruh militer dalam proses pemilu. Netralitas militer dalam urusan politik adalah prinsip yang harus dijaga ketat untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam pemilu.

Kalaupun pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengawas pemilu dan memperkuat pemahaman mengenai hukum dan peraturan pemilu, kepolisian lebih tepat untuk melakukannya. Kepolisian memiliki peran yang jelas dan signifikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu. Mereka bertanggung jawab atas pengamanan logistik pemilu, perlindungan terhadap kandidat, serta penanganan konflik yang mungkin terjadi selama kampanye dan hari pemungutan suara. Kepolisian sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam hal pengawasan pemilu dari sisi keamanan. Mereka lebih tepat untuk memberikan pelatihan terkait penanganan pelanggaran dan gangguan keamanan selama pemilu daripada militer yang fungsinya lebih pada pertahanan negara.

Baca Juga:   Atatürk, Prabowo, dan Arah Baru Geopolitik Indonesia: Membaca Sinyal Negara Kuat di Tengah Turbulensi Global

Melibatkan kepolisian dalam pelatihan pengawas pemilu bisa lebih diterima publik karena kepolisian dianggap lebih terkait langsung dengan penegakan hukum dan keamanan sipil. Pelatihan oleh kepolisian tidak akan menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi infiltrasi militer dalam proses politik. Kepolisian memiliki mandat dan keahlian yang relevan untuk menangani isu-isu keamanan yang mungkin muncul selama pemilu, sehingga pelatihan oleh mereka akan lebih efektif dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Penting untuk memastikan bahwa setiap pelatihan yang ditujukan untuk penyelenggara pemilu dilakukan oleh pihak yang memiliki mandat dan keahlian yang sesuai. Dalam konteks ini, kepolisian lebih tepat dan lebih dapat diterima untuk memberikan pelatihan terkait penanganan pelanggaran dan gangguan keamanan selama pemilu. Keterlibatan militer dalam pelatihan tersebut hanya akan menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi pengaruh militer dalam proses politik, yang dapat merusak integritas dan netralitas penyelenggara pemilu.

Oleh : Eko Zaiwan, Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Peneliti Presisi45

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Umumkan Pasangan Cagub-Cawagubnya, PDIP Tak Munculkan Nama Anies

Marhaenit.id, Jakarta - DPP PDI Perjuangan mengumumkan enam bakal pasangan calon gubernur dan…

Diplomasi Kesehatan Indonesia di Masa Transisi Global Pasca Keluarnya AS Dari WHO

Marhaenist.id  - Penarikan Amerika Serikat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bukan sekadar…

Dilanda Bencana Alam, GMNI Touna Gelar Aksi Galang Dana untuk Korban Gempa Poso

Marhaenist.id, Touna - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-Una (Touna) melakukan…

RUU TNI 2024: Adaptasi atau Ancaman bagi Demokrasi?

Marhaenist.id - Perubahan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) TNI 2024 membawa sejumlah perbedaan…

Pilkada Mau Ditarik, Rakyat Mau Diparkir

Marhaenist.id - Tukang sablon, tukang jahit, pemasang baliho, digital printing, biro iklan,…

Luncurkan Tujuh Buku Jelang Purnatugas, Arief Hidayat Tegaskan Warisan Pemikiran Konstitusi Bernafaskan Pancasila

Marhaenist.id, Jakarta  — Hakim Mahkamah Konstitusi Prof. Dr. Arief Hidayat, S.H., M.S.…

Rupiah, Budaya Geopolitik Nusantara, dan Ujian Marhaenisme

Marhaenist.id - Nilai tukar rupiah kembali mencatat rekor terlemah terhadap dolar Amerika…

UU PDP Resmi Berlaku, Andi Aditya: Tantangan Baru bagi Penyelenggara Pilkada di Era Digital

Marhaenist.id, Jarkarta – Undang-Undang (UU) Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi…

Namanya Tan Malaka!

Marhaenist.id - Tokoh ini namanya seolah terkubur selama puluhan tahun. Setelah reformasi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?