By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Menilai Keterlibatan TNI dalam Pelatihan KPU

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Selasa, 6 Agustus 2024 | 00:13 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Anggota KPU Parsadaan Harahap menutup kegiatan Orientasi Tugas Anggota KPU Kabupaten/Kota Periode 2024-2029 Gelombang IX Tahun 2024, di Rindam Jaya, Jakarta, Jumat (2/8/2024)./KPU RI/Marhaenist.id
Bagikan

Marhaenist.id-Pelatihan yang diberikan oleh TNI kepada penyelenggara pemilu, memunculkan sejumlah kekhawatiran yang layak mendapatkan perhatian serius. Salah satu aspek kritis adalah persepsi negatif yang mungkin muncul di kalangan masyarakat mengenai integritas KPU dan Bawaslu. Masyarakat bisa melihat keterlibatan militer ini sebagai indikasi bahwa militer memiliki peran yang terlalu besar dalam proses pemilu, yang seharusnya dijalankan secara sipil dan netral. Keterlibatan militer dalam pelatihan penyelenggara pemilu bisa dianggap sebagai upaya militer untuk memperluas pengaruhnya dalam proses politik. Ini berpotensi mengganggu netralitas dan independensi penyelenggara pemilu yang seharusnya bebas dari intervensi pihak manapun, termasuk militer.

Menurut pemberitaan terbaru, Pelatihan Penyelenggara Pemilu yang diadakan di RINDAM (Resimen Induk Kodam) melibatkan berbagai pelatihan dan simulasi untuk meningkatkan kesiapan penyelenggara pemilu. Berita ini mencatat bahwa pelatihan ini mencakup materi mengenai teknik pengamanan, penanganan kerusuhan, dan prosedur operasi standar yang harus diterapkan dalam pelaksanaan pemilu. Namun, keberadaan pelatihan ini di institusi militer dapat menimbulkan kontroversi mengenai keterlibatan TNI dalam proses yang seharusnya netral dan non-militer.

Ada potensi konflik kepentingan jika militer terlibat dalam pelatihan pengawas pemilu. Militer seharusnya netral dalam urusan politik, dan pelatihan ini bisa menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaan kekuasaan atau pengaruh militer dalam proses pemilu. Netralitas militer dalam urusan politik adalah prinsip yang harus dijaga ketat untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam pemilu.

Kalaupun pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengawas pemilu dan memperkuat pemahaman mengenai hukum dan peraturan pemilu, kepolisian lebih tepat untuk melakukannya. Kepolisian memiliki peran yang jelas dan signifikan dalam menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pemilu. Mereka bertanggung jawab atas pengamanan logistik pemilu, perlindungan terhadap kandidat, serta penanganan konflik yang mungkin terjadi selama kampanye dan hari pemungutan suara. Kepolisian sudah memiliki pengalaman dan pengetahuan dalam hal pengawasan pemilu dari sisi keamanan. Mereka lebih tepat untuk memberikan pelatihan terkait penanganan pelanggaran dan gangguan keamanan selama pemilu daripada militer yang fungsinya lebih pada pertahanan negara.

Baca Juga:   Geopolitik Pangan: Entok, Limbah Pangan, dan Masa Depan Kedaulatan Pangan Nusantara

Melibatkan kepolisian dalam pelatihan pengawas pemilu bisa lebih diterima publik karena kepolisian dianggap lebih terkait langsung dengan penegakan hukum dan keamanan sipil. Pelatihan oleh kepolisian tidak akan menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi infiltrasi militer dalam proses politik. Kepolisian memiliki mandat dan keahlian yang relevan untuk menangani isu-isu keamanan yang mungkin muncul selama pemilu, sehingga pelatihan oleh mereka akan lebih efektif dan diterima dengan baik oleh masyarakat.

Penting untuk memastikan bahwa setiap pelatihan yang ditujukan untuk penyelenggara pemilu dilakukan oleh pihak yang memiliki mandat dan keahlian yang sesuai. Dalam konteks ini, kepolisian lebih tepat dan lebih dapat diterima untuk memberikan pelatihan terkait penanganan pelanggaran dan gangguan keamanan selama pemilu. Keterlibatan militer dalam pelatihan tersebut hanya akan menimbulkan kekhawatiran mengenai potensi pengaruh militer dalam proses politik, yang dapat merusak integritas dan netralitas penyelenggara pemilu.

Oleh : Eko Zaiwan, Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Peneliti Presisi45

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
Senin, 13 April 2026 | 12:29 WIB
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Minggu, 12 April 2026 | 23:11 WIB
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Minggu, 12 April 2026 | 16:52 WIB
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Putusan MK Mulai Jegal Klan Jokowi

MARHAENIST - Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan menetapkan minimal syarat usia calon di…

Ketum PA GMNI: Arah Pembangunan Nasional Harus Mengacu Pada Pembukaan UUD 1945

Marhaenist - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) bekerjasama dengan Dewan Pakar Nasional Persatuan…

DPP GMNI Tolak Klausul Transfer Data dalam Perjanjian Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat, Dinilai Ancam Kedaulatan Digital Nasional

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kader PMII Diserang OTK, DPD GMNI Sultra Desak Aparat Kepolisian Segera Tangkap Pelaku

Marhaenist.id, Kendari - Seorang bernama Awaludin Sisila (28) yang merupakan Kader dan…

Ganjar dan Politik Rasional

Marhaenist.id - Di dunia politik, banyak hal omong kosong yang dipertontonkan bahkan…

MDH Sebagai Pisau Analisa Marhaenisme

Marhaenist.id - Marhaenisme Adalah Ideologi yang Digagas Bung karno dengan Mengunakan sebuah…

Geopolitik Konstitusi Indonesia: Membaca Warisan Marhaenisme Arief Hidayat

Marhaenist.id - Di tengah dunia yang semakin terfragmentasi oleh konflik geopolitik, perang…

Gelar PPAB Raya, GMNI Lebak Cetak Puluhan Kader

Marhaenist.id, Lebak - Gerakan Mahasiwa Nasional Indonseia (GMNI) Lebak gelar Pekan Penerimaan…

Dampingi Rakyat Miskin, Alumni GMNI Berikan Layanan Jasa Hukum Probono

Marhaenist, Salatiga - Lembaga Bantuan Hukum Mitra Keadilan Bersama (LBH MKB) Salatiga…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?