By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Kesengsaraan Rakyat Indonesia Disebabkan oleh Nekolim

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 15 Desember 2024 | 20:30 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Wilson Musa bersama Rekannya sesama Kader GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Belajar dari Bung Karno di dalam menghadapi Nekolim, ia mencanangkan gerakan berdikari dan menyuarakan prinsip kepribadiaan nasional.

Dalam buku, Soenarno T. Hardjono kembali mengingatkan semua pihak tentang bahaya laten Neokolonialisme – Neoimperialisme.

Bung Karno sudah mengingatkan bahwa Nekolim adalah bentuk baru dari kolonialisme-imperialisme. Hanya saja, kolonialisme bentuknya terlihat dengan segala panca indera. Hindia Belanda yang berpusat di Jakarta.

Sedangkan Nekolim, wujudnya sungguh-sungguh tidak terlihat. Keduanya bagai sekeping uang logam yang berbeda sisi, namun bertujuan merampok kekayaan kita dengan kerja-kerja silumannya. Kerajaan tersebut, selain berwujud siluman, kekuasaannya pun mengglobal,

Suatu rezim penghisap yang dengan wajah cerianya, telah membodohi dan menciptakan ketergantungan bagi negara-negara berkembang. Seperti yang disampaikan oleh Bung Karno, selama rakyat belum mencapai kekuasaan politik atas negeri sendiri, maka sebagian atau semua syarat-syarat hidupnya, baik ekonomi, sosial, maupun politik diperuntukkan bagi kepentingan-kepentingan yang bukan kepentingannya, bahkan berlawanan dengan kepentingan rakyat.

“Kita harus terus membumikan ajaran Bung Karno”

Perjuangan politik Bung Karno adalah mewujudkan Indonesia yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadiaan dalam kebudayaan yang harus termanifestasikan melalui bangunan struktur masyarakat Indonesia yang dicirikan oleh gotong royong dan musyawah mufakat.

Namun, bangsa ini kembali bahwa perjuangan itu tidaklah mudah. Politik devide et impera terus bekerja, dan posisi Indonesia yang strategis dan kaya akan sumber daya alam menjadikan Indonesia sebagai rebutan kepentingan asing.

Kemiskinan yang masih dialami masyarakat dapat diatasi dengan watak kekuasaan yang membebaskan. Diwujudkan dengan mempraktikkan Pancasila dalam karakternya yang progresif dan revolusioner.

Realitas kemiskinan yang terjadi di Indonesia harus didekati dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila 1 Juni 1945 dan Konstitusi UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 melalui jalan Trisakti.

Baca Juga:   Gaduh Ijazah Jokowi dan Rapuhnya Imperatif Hukum Indonesia

Karena itulah mengapa petani-petani Indonesia harus berdaulat agar Indonesia bisa berdikari dalam pangan. Dan ingat pula bahwa watak seorang pemimpin hanya terlahir, apabila seluruh gerak perjuangannya menyatu dengan rakyat.

Teristimewa kini masyarakat Indonesia dan jajaran pemerintahan harus terlibat total dalam membangun martabat wong cilik untuk hidup lebih baik, sebagai manusia merdeka yang berdaulat.

Demikianlah yang dicita-citakan oleh Bung Karno.***


Penulis: Wilson Musa, Kader GMNI Halmahera Utara.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB
Athar Hasimin Nahkodai PA GMNI Baubau, Konfercab I Tegaskan Perlawanan Apatisme Intelektual dan Pragmatisme Sempit
Minggu, 19 April 2026 | 21:56 WIB
Aktivis ’98 Soroti Arah Kebijakan Pemerintahan Prabowo–Gibran dalam Momentum 71 Tahun KAA: Dasa Sila Bandung Jangan Dikhianati
Minggu, 19 April 2026 | 19:29 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Marhaenist.id, Jakarta - Walaupun mendapat penolakan di masyarakat, DPR tetap mengesahkan revisi…

Surat Megawati ke Iran Jadi Perhatian Internasional, Pesannya Dinilai Mewakili Suara Moral Indonesia

Marhaenist.id, Jakarta — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati…

Hari Perempuan Internasional Dalam Perspektif Sarinah : Emansipasi Yang Berpihak Pada Kaum Tertindas

Marhaenist.id - Setiap tanggal 8 Maret, dunia memperingati Hari Perempuan Internasional sebagai…

Hidupkan Suara Utusan Golongan di MPR

Marhaenist.id - Rusaknya bangsa ini karena semua semua ditentukan suara terbanyak. Dari…

Resensi Buku: The Shallows What the Internet Is Doing to Our Brains – Nicolas Carr

Marhaenist.id - Dalam tradisi membaca linear melalui buku fisik, individu memproses pengetahuan…

DPC GMNI Bantaeng Kutuk Keras Tindakan Represif Oknum ASN Dinas PUPR Sinjai terhadap Kader GMNI Sinjai

Marhaenist.id, Bantaeng - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPC GMNI Jaktim Dukung Pemerataan Anggaran KJP melalui Dana Sarapan Pagi Gratis

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

PBB Selidiki Kejahatan Perang yang Terjadi di Ukraina

PENYELIDIK Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan pada Jumat (23/9) bahwa adanya kejahatan perang…

Moment Ganjar Lamar Aktivis Perempuan Jogjakarta

Marhaenist.id, Jogjakarta - Capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo punya cara jitu…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?