By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaInternasionale

Surat Megawati ke Iran Jadi Perhatian Internasional, Pesannya Dinilai Mewakili Suara Moral Indonesia

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 5 Maret 2026 | 00:38 WIB
Bagikan
Waktu Baca 7 Menit
Foto: Megawati Soekarnoputri dan Ayatullah Ali Khamenei (
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Presiden ke-5 Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ali Khamenei.

Pernyataan tersebut dituangkan dalam surat resmi yang ditujukan kepada Pemerintah Republik Islam Iran dan keluarga almarhum.

Dalam suratnya, Megawati menyebut Ayatullah Ali Khamenei wafat akibat serangan militer mendadak terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Surat tersebut disampaikan atas nama pribadi, keluarga besar Presiden Pertama Republik Indonesia Soekarno, serta dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan.

Megawati menegaskan simpati dan solidaritas kepada keluarga almarhum, para pemimpin Iran, serta seluruh rakyat Iran. Ia menyatakan bahwa pesan tersebut mencerminkan sikap bangsa Indonesia yang konsisten menjunjung tinggi perdamaian, keadilan, dan kedaulatan negara merdeka.

Dalam isi suratnya, Megawati mengenang Ali Khamenei sebagai ulama dan negarawan yang selama lebih dari tiga dekade memimpin Iran di tengah tekanan geopolitik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer.

Ia menilai kepemimpinan Khamenei menunjukkan upaya konsisten dalam memadukan iman keagamaan, keadilan sosial, serta sikap anti-imperialisme dalam satu garis perjuangan.

Megawati juga menyinggung kedekatan historis dan ideologis antara Khamenei dan Bung Karno. Ia menyebut berbagai kesaksian yang menunjukkan bahwa sejak usia muda Khamenei mengagumi pemikiran Bung Karno, termasuk Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, sebagai referensi penting dalam merumuskan hubungan antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial di Iran.

Sebagai putri tertua Bung Karno, Megawati menegaskan adanya ikatan batin dan sejarah antara rakyat Indonesia dan rakyat Iran. Menurutnya, hubungan tersebut tidak hanya dibangun melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui kesamaan nasib sebagai bangsa yang menentang kolonialisme, imperialisme, dan ketidakadilan global.

Baca Juga:   Aktivis 98 Kecam Tindakan Represif Aparat dan Tuntut Keadilan atas Gugurnya Kawan Ojol Pejuang Demokrasi

Ia turut mengenang kunjungan resminya ke Teheran pada 2004 saat menjabat Presiden Republik Indonesia dalam rangka menghadiri Konferensi D-8 dan memperkuat hubungan bilateral kedua negara.

Dalam kunjungan tersebut, Megawati bertemu langsung dengan Ali Khamenei dan merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta karisma kepemimpinannya.

Ia juga mengingat undangannya kepada Khamenei untuk berkunjung ke Indonesia pada 2004 dan 2005, meskipun tidak sempat terwujud hingga akhir hayatnya.

Di bagian akhir surat, Megawati menegaskan sikap Indonesia yang menolak dan mengecam segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian dunia. Ia menekankan bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, serta penghormatan terhadap hukum internasional.

Surat tersebut kini menjadi perhatian luas karena dinilai mencerminkan sikap moral dan historis Indonesia dalam memandang dinamika geopolitik global, sekaligus menegaskan komitmen terhadap perdamaian dunia dan solidaritas antarbangsa.

Berikut isi lengkap surat Megawati Soekarnoputri kepada Pemerintah Republik Islam Iran:

Isi Surat..

“Dengan hati yang terkejut dan sangat berduka, saya, Prof. Dr. Megawati Soekarnoputri, selaku Presiden ke-5 Republik Indonesia, mewakili keluarga besar Dr. (H.C.) Ir. Soekarno (Bung Karno), serta sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer mendadak terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026.

Atas nama pribadi, keluarga besar Bung Karno, serta mewakili bangsa dan rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian, keadilan, dan kedaulatan negara merdeka, saya menyampaikan simpati dan solidaritas yang tulus kepada keluarga almarhum, Pemerintah Republik Islam Iran, dan seluruh rakyat Iran.

Selama lebih dari tiga dekade, Ayatullah Ali Khamenei memimpin bangsanya dalam situasi yang sangat berat, di tengah tekanan geopolitik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer, seraya mempertahankan kedaulatan nasional dan martabat dunia Islam. Dalam diri beliau, kami melihat seorang ulama dan negarawan yang berupaya memadukan iman keagamaan, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme dalam satu garis perjuangan yang konsisten.

Baca Juga:   Rp 1.000,7 Triliun untuk Papua, Rakyatnya Tetap Miskin

Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatullah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno, Bapak Bangsa, Proklamator, dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Berbagai kesaksian menunjukkan bahwa sejak usia muda beliau mengagumi pemikiran Bung Karno, membaca karya-karyanya, serta menjadikan pengalaman Indonesia, khususnya Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, sebagai referensi dalam merumuskan sintesis antara agama, kebangsaan, dan keadilan sosial di Iran.

Sebagai putri tertua Bung Karno, penggagas Konferensi Asia-Afrika dan salah satu arsitek Gerakan Non-Blok, saya merasakan secara mendalam ikatan historis dan ideologis antara rakyat Indonesia dan rakyat Iran. Persaudaraan ini terjalin bukan hanya melalui diplomasi formal, tetapi juga melalui kesamaan nasib sebagai bangsa-bangsa yang menentang penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan, dan menginginkan tatanan dunia yang lebih adil dan bermartabat.

Saya juga terkenang kunjungan resmi saya ke Teheran pada tahun 2004 dalam kapasitas sebagai Presiden Republik Indonesia untuk menghadiri Konferensi D-8 dan memperkuat hubungan persahabatan kedua negara. Kala itu, saya berkesempatan bertemu langsung dengan Ayatullah Ali Khamenei dan merasakan sambutan persahabatan yang hangat serta karisma kepemimpinan yang kuat. Saya sempat mengundang beliau untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka Konferensi Ulama Islam Internasional tahun 2004 dan peringatan 50 tahun Konferensi Asia-Afrika tahun 2005, meskipun kunjungan tersebut tidak sempat terwujud hingga akhir hayat beliau.

Pada kesempatan ini, saya menegaskan kembali bahwa bangsa Indonesia berdiri bersama rakyat Iran dalam menolak dan mengecam keras segala bentuk agresi militer sepihak yang melanggar kedaulatan negara dan membahayakan perdamaian kawasan maupun dunia. Kami meyakini bahwa penyelesaian konflik harus ditempuh melalui dialog, perundingan yang adil, dan penghormatan terhadap hukum internasional, bukan melalui kekerasan.

Baca Juga:   Pemerkosaan Kekuasaan Venezuela oleh Amerika Serikat Mengingatkan Pidato Bung Karno dalam Konferensi Asia-Afrika

Kepada keluarga besar almarhum Ayatullah Ali Khamenei, para pemimpin dan ulama Iran, serta seluruh rakyat Iran, saya memanjatkan doa agar Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang melapangkan tempat beliau di sisi-Nya, menerima segala amal perjuangannya, serta mengampuni segala kekhilafannya. Semoga rakyat Iran dianugerahi kekuatan, persatuan, dan kebijaksanaan untuk melewati masa-masa sulit ini, serta mampu menjaga kemerdekaan, kehormatan, martabat, dan kedaulatan negerinya di tengah badai sejarah yang sedang bergelora.

Dalam duka yang mendalam ini, kiranya kita dapat terus merawat warisan terbaik para pendahulu kita, baik Bung Karno di Indonesia maupun para pemimpin revolusi di Iran, yakni tekad untuk membangun dunia yang damai, bebas dari imperialisme dan hegemoni, serta berpihak kepada mereka yang tertindas. Semoga persahabatan antara bangsa Indonesia dan bangsa Iran tetap terpelihara dan semakin erat di masa yang akan datang.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa senantiasa membimbing langkah kita semua”.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merdeka Menjadi Perempuan: Refleksi Nilai Kartini di Era Generasi Z
Selasa, 21 April 2026 | 22:17 WIB
Ilustrasi Gambar tentang "Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan" karya Noufal Hanif (Desain AI)/MARHAENIST.
Melampaui Kartini: Ini Bukan Lagi Soal Mengenang, Tapi Melawan
Selasa, 21 April 2026 | 20:10 WIB
Persimpangan Krisis Filsafat dan Ideologi dalam Menyelamatkan Alam
Selasa, 21 April 2026 | 10:25 WIB
Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Hadiri Sidang Palti Hutabarat, Ganjar: Ini Soal Persaudaraan dan Kemanusiaan

Marhaenist - Mantan Capres dan politisi PDIP, Ganjar Pranowo hadir langsung dalam…

Ramai Soal Begal Konstitusi, Garuda Biru Bergema di Medsos

MARHAENIST - Serempak warganet beramai-ramai membagikan gambar burung garuda berwarna biru disertai…

Fenomena #KaburAjaDulu: Cermin Keresahan Pemuda terhadap Sistem Pemerintahan

Marhaenist.id - Tagar #KaburAjaDulu bukan sekadar tren di media sosial, tetapi mencerminkan…

Transisi Kabinet

MARHAENIST - Hari-hari terakhir pemerintahan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan reshuffle kabinetnya.…

Melalui Musyawarah Komisariat, GMNI IPB Aktif Kembali dengan Kepengurusan Baru

Marhaenist.id, Bogor — Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Jumpai Ketua DPRD Riau, Cipayung Plus Desak Pembentukan Pansus Defisit APBD: Biar Tahu Siapa Biang Keroknya!

Marhaenist.id, Pekanbaru – Kelompok Cipayung Plus Riau resmi mendesak DPRD Provinsi Riau…

Kawal Putusan MK, GMNI Jember Gelar Unjuk Rasa

MARHAENIST - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kasus Oplosan BBM: Negara Harus Bertanggung Jawab atas Kerugian Konsumen

Marhaenist.id, Jakarta - Terungkapnya praktik pengoplosan BBM di PT Pertamina Patra Niaga…

Kritik Inteligensia dan Legitimasi Kekuasaan: Dari Situasi Hindia Belanda ke Indonesia “Merdeka” Hari Ini

Marhaenist.id - Dalam karya sejarahnya yang monumental Revolusi: Indonesia dan Lahirnya Dunia…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?