By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

GMNI Pertanyakan Kenaikan Laba Pertamina Ditengah Kesulitan Masyarakat Akibat Kenaikan BBM

Marhaenist ID
Marhaenist ID Diterbitkan : Senin, 12 September 2022 | 16:01 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Bagikan

Marhaenist – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) Arjuna Putra Aldino mempertanyakan kenaikan harga BBM ditengah laba Pertamina naik dua kali lipat di tahun 2022.

“Data yang dirilis majalah Fortune, laba Pertamina naik dua kali lipat, Pertamina mencatat pendapatan sebesar Rp 820,659 triliun dengan laba bersih Rp 29,191 triliun. Pertamina mencatat laba bersih terhadap pendapatan sebesar 3,6%, bahkan Pertamina masuk 500 perusahaan migas global terbesar. Kenapa harga BBM dinaikkan ditengah Pertamina untung berlipat?,” tanya Arjuna

Hal ini diungkapkan Arjuna dalam forum Dialog Terbuka Penyampaian Aspirasi Kelompok Cipayung Plus bersama Kelompok masyarakat yang dilaksanakan di Margasiswa, Senin (12/09/2022) dengan tema “Kenaikan Harga BBM Kepentingan Siapa? Masalah atau Solusi?”.

Agenda ini dihadiri oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, Menteri Sosial Tri Rismaharini dan Kepala Bagian Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Sekretariat Jenderal PHI dan Jamsos, Agatha Widianawati. Serta juga dihadiri oleh Ketua Umum Kelompok Cipayung Plus, Ketua Umum GMMI, HMI, PMII, GMKI, PMKRI, KMHDI, dan lain-lain.

Arjuna juga menyoroti adanya kenaikan kompensasi kepada Direksi dan Komisaris dengan total Rp446 miliar. Hal ini tercantum dalam Laporan Keuangan Pertamina tahun 2021. Kenaikan kompensasi kepada direksi dan komisaris Pertamina ini memperlihatkan pejabat pengelola energi kita tidak sensitif dengan kehidupan masyarakat yang masih sulit. Hal ini terkesan berpesta pora ditengah penderitaan rakyat.

“Bagaimana dengan kenaikan kompensasi kepada Direksi dan Komisaris Pertamina dengan total Rp446 miliar ditengah kenaikan harga BBM? Ini pertunjukan yang buruk, tidak mencerminkan empati sebagai penyelenggara negara,” terangnya.

Dasar data yang menjadi rujukan pengambilan kebijakan subsidi BBM juga dipertanyakan oleh Arjuna. Masalahnya menurut Arjuna, data konsumsi bbm berbeda-berbeda versi dari antar kementerian dan lembaga. Lantas, yang menjadi rujukan pemerintah untuk memproyeksikan anggaran subsidi energi sebesar Rp. 502 triliun berangkat dari data yang mana.

Baca Juga:   Tanggapi Isu-Isu Liar Mengenai Konflik Internal, DPC GMNI Kota Gorontalo: Proses Hukum Masih Berjalan

“Kementerian ESDM punya data sendiri soal konsumsi bbm, Pertemina punya sendiri, BPS juga punya sendiri, semua berbeda-beda satu sama lain. Lantas yang jadi pertanyaan, anggaran subsidi energi sebesar Rp. 502 triliun diproyeksikan dari data yang mana? Jangan sampai ini gelap, tidak transparan, rawan penyelewengan anggaran,” ungkap Arjuna

Advertisement. Scroll to continue reading.

Rifky Nuril Huda, Wakil Bendahara Umum DPP GMNI yang juga aktif dalam isu energi juga menyampaikan ketimpangan antara produksi dan konsumsi bbm nasional. Menurut Rifky, jumlah dan kapasitas kilang minyak kita yang minim menjadi penyebab negara kita selalu bermasalah dalam akses bahan bakar minyak.

“Kondisi hari ini Lifting minyak bumi konsumsi dan produksi sangat tidak imbang. Kondisi ini salah satunya dipengaruhi jumlah kilang untuk pengelolaan dari minyak mentah menjadi minyak jadi yang minim,” kata Rifky

Rifky juga menyampaikan tata kelola migas kita saing sengkarut dan tumpah tindih. Membuat tata kelola migas menjadi tidak efisien dan seringkali terjadi benturan kepentingan serta ego sektoral masing-masing lembaga.

“Dan di dukung regulasi yang tidak pro terhadap rakyat yaitu Undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Adanya UU tersebut muncul SKK Migas di hulu dan BPH Migas di hilir. Problemnya di dua lembaga hulu dan hilir ini saling sengkarut,” ungkapnya.

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Merayakan atau Melupakan Kartini di Tengah Krisis Ruang Aman Perempuan
Sabtu, 18 April 2026 | 10:23 WIB
Nasib Guru Honorer di Tengah Gelombang Pengangkatan PPPK Pegawai SPPG
Sabtu, 18 April 2026 | 10:01 WIB
Kunjungan Seremonial Kepala BGN di Jember dalam Bayang Bayang
Sabtu, 18 April 2026 | 09:57 WIB
Indikasi Skandal dalam Program makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:53 WIB
Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis
Sabtu, 18 April 2026 | 09:42 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Agung Nugroho: Proteksi Sosial Harus Bersama-Sama Kita Tingkatkan

Marhaenist - Acara Puncak Perayaan Hari Ulang Tahun KSPSI yang ke 50…

Demokrasi Bukan Hadiah Elite, Tetapi Hak Rakyat

Marhaenist.id - Pemilihan Kepala Daerah bukan sekadar persoalan teknis elektoral, melainkan merupakan…

Marhaenis Berbagi: DPK GMNI UIN Jakarta dan Cirendeu Bagikan Takjil Gratis Untuk Masyarakat

Marhaenist - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Komisariat UIN Jakarta dan Cirendeu…

Menimbang Urgensi Perubahan Wantimpres Menjadi DPA

Marhaenist.id - Usul DPR terhadap revisi Undang-Undang (UU) Nomor 19 Tahun 2006…

Bulan Bung Karno: Ini Bukan tentang Persatuan, Tapi tentang Siapa yang Punya Kepentingan!

Marhaenist.id - Bulan Juni selalu menjadi bulan yang istimewa bagi bangsa Indonesia.…

Usai Biden Mundur, Kini Harris Justru Unggul Tipis Dari Donald Trump

Marhaenist - Kamala Harris nampaknya semakin pede bakal melenggang setelah hasil survei…

Food Estate Gagal, Warga Kalteng: Warga Sering Kebanjiran

Marhaenist.id, Palangkaraya - Kegagalan program food estate di beberapa daerah Kalimantan Tengah…

Tolak Perusahaan Sawit di Wilayah Adat Suku MOI Kabupaten Sorong Papua

Marhaenist.id - Dengan Kabar baru dari pemerintah pusat melalui menteri ESDM bahwa…

DPC GMNI Binjai Beri Raport Merah Terhadap Kinerja Kadis PUPR Kota

Marhaenist.id, Binjai - Raport merah sebagai kinerja buruk sepertinya cocok diberikan oleh…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?