By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Arah Politik Luar Negeri PDI Perjuangan dalam Konflik Israel – Palestina

Marhaenist Indonesia
Marhaenist Indonesia Diterbitkan : Sabtu, 6 Juli 2024 | 08:34 WIB
Bagikan
Waktu Baca 8 Menit
Aji Cahyono (Kiri) sebagai Penulis & Research Fellow in Megawati Fellowship Program bersama Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (10/01/2024). Sumber: Kompas TV
Bagikan

Marhaenist – Penulis tak sengaja membaca perkembangan isu terkini dalam pemberitaan media massa, terdapat dua isu yang berbeda muncul di Headline news yakni mengenai topik “Rakernas V Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) tahun 2024” dan “Penyerangan Israel terhadap warga pengungsi Palestina di Kota Rafah.” Sebagai pengantar awal, penulis berupaya mengungkapkan perseteruan antara Israel-Palestina, yang menjadi sorotan jagad dunia maya.

Akhir-akhir ini, masyarakat Indonesia dalam penggunaan sosial media (bermunculan di Instastory), postingan yang seragam dengan slogan “All Eyes on Rafah,” merespon serangan membabi buta yang dilancarkan oleh Israel terhadap warga Palestina yang mengungsi di Kota Rafah (perbatasan dengan Mesir), selatan Gaza. Rafah merupakan pengungsian terakhir bagi Warga Palestina (khususnya 1,4 juta warga Gaza), setelah Gaza Utara, Gaza, dan Tepi Barat diserang secara masif oleh militer Israel, yang menyebabkan warga yang mengungsi di kamp banyak yang meninggal dunia.

Kebrutalan Israel menyerang warga Palestina yang mengungsi di Kota Rafah awal Mei (hampir 8 bulan sejak bulan Oktober 2023, Otoritas Kesehatan di Gaza menginformasikan 36.171 tewas) merupakan kejahatan genosida. Berdasarkan keterangan Otoritas Kesehatan Gaza, sejumlah 45 orang meninggal akibat kamp pengungsi terbakar karena serangan Israel pada Minggu (26/5/2024), termasuk 23 wanita, anak-anak dan lanjut usia (CNBC). Meskipun Israel berdalih bahwa penyerangannya tertuju pada kelompk Hamas. Sejumlah negara yang tergabung dalam komunitas internasional, turut memberikan kecaman terhadap Israel. Bahkan, Mahkamah Internasional/Internationl Court Justice (ICJ) memberikan perintah agar Israel menghentikan serangannya.

Berdasarkan pengungkapan media massa, awal mula perseteruan antara Israel – Palestina meletus pada 7 Oktober 2023. Yang mana, terdapat penyerangan kelompok militan Islam Palestina, seperti Harakah Muqawqamah al-Islamiyah (Hamas)/Gerakan Perlawanan Islam di Palestina, melakukan serangan mendadak dari jalur Gaza terhadap kawasan pemukiman Israel. Penyerangan tersebut dimanfaatkan oleh Hamas, untuk melancarkan serangan kepada masyarakat Israel yang mayoritas beragama Yahudi, pada hari Sabtu (Shabbat merupakan hari istirahat yang dikenal dalam Judaisme). Kemudian Israel melancarkan serangan balik secara masif hingga sampai saat ini.

Baca Juga:   Kongres GMNI XXII: Panggung Oportunis atau Forum Progresif?

Laporan The New York Times mewartakan lebih dari satu tahun sebelum kejadian, bahwa militer Israel memprediksi bahwa Hamas akan melancarkan serangan, namun asumsi hanya sebatas keinginan, dan bukan perkara mudah untuk menyerang kawasan teritorial yang di klaim oleh Israel, dengan pertahanan Iron Dome. Bahkan sejumlah elit Hamas dan Israel menunjukkan adu kekuatan. Misalnya yakni pidato kemenangan klaim tokoh Hamas, Ismail Haniyeh seolah-olah keinginan tercapai dengan menghujani roket wilayah Israel, dengan seruannya “nasrum minallah wa fathun qarib” (pertolongan Allah dan kemenangan yang sudah tercapai didepan mata) serta takbir berkali-kali.

Mencermati tak kunjung usainya perseteruan antara Israel-Palestina dalam upaya menguraikan ketegangan konflik, menjadi isu prioritas konflik kawasan Timur Tengah. Maka perlu adanya upaya dalam menguraikan ketegangan konflik dikawasan tersebut, terutama bagaimana Indonesia memperjuangkan Palestina sebagai bangsa dan negara yang berdaulat dan mendapatkan kemerdekaannya, tanpa adanya intervensi dan cawe-cawe secara politik yang menyebabkan tidak independen.

 

Politik Luar Negeri PDI Perjuangan: Perjuangan Bangsa Palestina

Warga Palestina merawat seorang anak di Jalur Gaza selatan setelah serangan udara Israel, 24 Oktober 2023 (foto OSV News/Ibraheem Abu Mustafa, Reuters).

Sejauh penelusuran penulis, tak banyak scholar maupun akademisi yang konsen meneliti maupun mengkaji secara mendalam mengenai “Partai Politik dalam Politik Luar Negeri/Hubungan Internasional” bisa jadi menjadi pengembangan mata kuliah pada Program Studi “Hubungan Internasional” dibeberapa kampus di Indonesia maupun mancanegara.

Studi kasusnya yakni PDI Perjuangan melalui Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, melalui pidatonya pada peringatan peringatan Konferensi Asia – Afrika tahun 2017 di Istana Negara, mengungkapkan banyak negara Asia dan Afrika yang sudah merdeka, namun beban sejarah bagi Indonesia masih ada, saat Palestina belum dinyatakan sebagai negara yang merdeka. Oleh karena itu, Megawati terang-terangan akan terus berjuang untuk bangsa Palestina.

Baca Juga:   Implikasi Putusan MK Yang Menghapus Presidential Threshold

Dalam studi kasus ini, penulis berupaya menangkap informasi mengenai dinamika perseteruan antara Israel-Palestina beserta prediksi penulis mengacu rekomendasi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDI Perjuangan tahun 2024 yang diselenggarakan di Jakarta, 24-26 Mei 2024, tertuang dalam poin 15 memuat bahwa PDI Perjuangan merespon adanya kerawanan dunia, dengan fenomena konflik antar negara yang belum menemukan adanya gencatan senjata.

Rekomendasi PDI Perjuangan selaras dengan Preambule UUD ’45 (pada saat itu Bung Karno ikut merumuskan), perjuangan Indonesia dalam Politik Luar Negeri Indonesia bersifat Bebas-Aktif, yang berkewajiban ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Sejak awal, PDI Perjuangan secara konsisten dalam menyuarakan Palestina sebagai bangsa yang merdeka, serta bagaimana Palestina sebagai negara yang mendapatkan pengakuan secara internasional, baik secara de facto maupun de jure. Hal ini beralasan dengan pendekatan historis, bahwa Indonesia sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat, mendapatkan pengakuan dari bangsa Palestina pada tahun 1948.

Melalui kader-kadernya yang menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), yang ditugaskan di Komisi I (membidangi urusan kebijakan luar negeri), tetap intens dalam mengawal isu-isu kemanusiaan maupun perdamaian dunia.

Penulis mengutip rilis media Sekretaris Jendral PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, pada Kamis (6/6/2024) dengan judul “Ide, Gagasan, Pemikiran, Cita-Cita dan Perjuangan Bung Karno Selalu Relevan bagi Indonesia dan Dunia” dalam poin ketiga, pemikiran Bung Karno dalam perspektif global, menjelaskan tentang gagasan struktur dunia yang demokratis mengedepankan kemanusiaan, persaudaraan dunia, keadilan, ko-eksistensi damai dan kesetaraan setiap negara dalam keanggotaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Hal tersebut merespon bahwa kondisi pertarungan geopolitik saat ini, lebih mengedepankan pendekatan realis (untung – rugi). Sehingga PDI-P memberikan rekomendasi kepada pemerintah agar menjalankan peranan politik luar negeri Bebas-Aktif, berdasarkan prinsip-prinsip yang pernah dibahas dalam forum Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non-Blok (GNB), Conference of the New Emerging Forces (Conefo). Menurut Hasto Kristiyano dalam disertasinya berjudul “Diskursus Pemikiran Geopolitik Sukarno dan Relevansinya terhadap Pertahanan Negara”, bahwa pemikiran Bung Karno relevan dengan tantangan geopolitik dunia, ditengah pertarungan hegemoni sumber daya alam, penguasaan pasar dan unjuk kekuatan militer.

Baca Juga:   Dialektika “Menuju” dan “Mencapai”: Analisis Semantik-Ideologis dalam Pemikiran Tan Malaka dan Soekarno

Atau merujuk pada rekomendasi perdamaian yang pernah disampaikan oleh Bung Karno melalui pidato dihadapan Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) XV pada 30 September 1960, dengan judul “To Build The World A New.” Mengutip dalam buku “PANCASILA: Dari Indonesia untuk Dunia” karya Darmansjah Djumala & Bernanda Rurit, 15 tahun Indonesia sebagai bangsa yang merdeka, pentingnya membangun suatu dunia yang sehat dan aman, membangun dunia yang penuh keadilan dan kemakmuran untuk semua.

Kemudian penulis mengutip pemikiran Bung Karno dalam buku Dibawah Bendera Revolusi Djilid I, terdapat kemiripan dengan cara pandang nasionalisme Barat (yang hanya memikirkan bangsanya sendiri, menjajah dan mengeksploitasi), sehingga bukan menjadi karakteristik bangsa Timur (mengedepankan kolektif dan persaudaraan universal, saling bergotong royong membangun peradaban semesta).


Aji Cahyono, Magister Interdisciplinary Islamic Studies Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Jadi Pembicara Diskusi yang Digelar PA GMNI Jakarta Raya, Soni Sumarsono: Kota Global Harus Punya Ideologi Keadilan Sosial

Marhaenist.id, Jakarta - Penjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2016–2017, Soni Sumarsono, menegaskan…

Kolonialisme Baru: Negara Tersandera oleh Oligarkhi

Marhaenist.id - Yang sekarang terjadi adalah Pemerintah disandera (state capture) oleh kekuatan…

Pemimpin Baru Yogya Harus Bisa Wujudkan Kota Yang Bersih, Berbudaya, Bermartabat dan Berkemajuan

Marhaenist.id, Yogyakarta - Lima tahun ke depan, Yogyakarta akan menjadi kota yang…

Foto: Deodatus Sunda Se & S. Abraham Christian, Ketua dan Sekertaris DPD GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.

GMNI DKI Jakarta Sampaikan Duka atas Meninggalnya Anak di Maluku, Desak Investigasi Transparan dan Reformasi Kultural Kepolisian

Marhaenist.id, Jakarta, - Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta menyampaikan duka…

Alumni UI Garda Pancasila (AUIGP) Dukung DPR-RI Gunakan Hak Angket

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni Universitas Indonesia Garda Pancasila (AUIGP) mendukung DPR RI…

GMNI Halut Kepemipinan Erik Sibu dan Fridodis Korois Resmi Memasuki Sekretariat Baru

Marhaenist.id, Halut - Erik Sibu dan Fridodis Korois yang baru saja terpilih…

Ahmad Yandi Khadafi: Hakim Tak Boleh Jadi Alat Kekuasaan: Wujudkan Asas Keadilan, Bebaskan Hasto!

Tangerang, Marhaenist.id - Proses hukum terhadap Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, kini…

Bahlil Respon Pernyataan Cak Imin, Karyono Wibowo Nilai Bukan Sekadar Balas Dendam Politik

Marhaenit.id, Jakarta — Pernyataan Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan…

Mengapa Harus #AdiliJokowi? Analisis Dampak Kebijakan dan Pengelolaan Anggaran yang Menyebabkan Kesengsaraan Rakyat

Marhaenist.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas oleh pemerintahan Prabowo…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?