By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Tolak Perusahaan Sawit di Wilayah Adat Suku MOI Kabupaten Sorong Papua

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 9 Juni 2025 | 16:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Melkior Paa, Sekretaris DPC GMNI Kota Sorong/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dengan Kabar baru dari pemerintah pusat melalui menteri ESDM bahwa akan diturunkan Perusahaan asing besar-besaran di wilayah tanah Papua, Papua Barat Daya yang ditujukan langsung kepada pemerintah daerah yaitu pemerintah Kabupaten Sorong. Perusahaan sawit di wilayah Kabupaten Sorong Tanah Adat Malamoi yang hari terkenal dengan Migas, Minyak bumi, Gas Sawit yang sedang berlangsung untuk mensuplai kepada pemerintah pusat untuk menunjang keberlangsungan pengelolaan negara republik Indonesia. Dan masih lagi mau turunkan Perusahaan sawit di wilayah adat Suku MOI yang mendiami kabupaten Sorong.

Menurut saya sebagai Sekretaris kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong sudah sangat cukup bila di kelola dengan baik tidak perlu harus ada penambahan perusahaan sawit lagi karena dari ketiga perusahaan besar yang sudah masuk beroperasi di wilayah perintah kabupaten Sorong terlebih khusus wilayah adat suku MOI yang mendiami wilayah kabupaten Sorong.

Kami sadar bahwasanya jika ketiga perusahaan ini dikelola oleh pemerintah pusat dengan baik maka negara Republik Indonesia ini akan lebih maju jika tidak ada pimpinan yang memikirkan sak pribadi nya tetapi jika pimpinan berfikir untuk membangun negara ini dengan baik maka rakyatnya sejahtera tidak lagi menjadi negara yang di sebut negara termiskin di dunia percuma banyak perusahaan yang masuk namun tidak terkelola dengan baik.

Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong menegaskan bahwasanya masyarakat kabupaten Sorong terlebih khusus suku MOI yang mendiami wilayah adat kabupaten Sorong sudah tidak lagi menerima perusahaan sawit yang masuk di wilayah adat kami dulu MOI. Kami sudah kasih lebih dari apa yang menjadi milik kita yang milik alam leluhur kita melalui MIGAS Minyak bumi, gas dan sawit.

Baca Juga:   UKM (Usaha Kok Merugi)

Kami tidak membutuhkan perusahaan manapun yang mau turun di wilayah adat kami yaitu masyarakat suku MOI di kabupaten Sorong. Dengan demikian kami menolak dengan tegas perusahaan asing yang mau masuk menghancurkan tanah adat kami tanah MOI. Kami tidak membutuhkan perusahaan karena kami bisa hidup tanpa perusahaan sawit tetapi kami tidak bisa hidup tanpa hutan adat kami.

Hutan adat kami adalah ibu yang membesarkan kami memberikan kehidupan kepada kami maka itu kami tolak dengan tegas semua rupa perusahaan yang di turunkan dari pemerintah pusat melalui keputusan menteri ESDM.

UU Otsus sangat jelas dalam aturan yang sudah di putuskan bahwasanya dalam UU Otsus PP nomor 106 dan 107 sudah jelaskan bahwa. Karena hutan kami akan memberikan sekolah bagi anak,cucu dan juga menjadi ibu dan kehidupan kepada kita di wilayah adat suku MOI maka kami menolak perusahaan sawit di wilayah adat suku MOI yang mendiami wilayah pemerintahan kabupaten Sorong.

Sebagai Sekretaris Kaderisasi DPC GMNI Kota Sorong, saya menegaskan kepada bapak menteri ESDM untuk mencabut izin perusahaan sawit dan tidak lagi menerima perusahaan asing lainnya di wilayah adat suku MOI yang mendiami wilayah pemerintahan kabupaten Sorong Provinsi Papua Barat Daya.***


Penulis: Melkior Paa, Sekretaris Ksderisasi DPC GMNI Kota Sorong.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kritik Blok Masela, DPP GMNI: Tolak Groundbreaking, Tuntaskan Tuntutan Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pemerintah dan Praktik Manipulasi dalam Proyek Strategis Nasional pada Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK 2)

Marhaenist.id - Di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, ditemukan pagar laut sepanjang 30,16…

Gelar Dialog Interaktif, DPC GMNI Kendari Ulas Perspektif Pergerakan Perempuan di Masa Kini

Marhaenist.id, Kendari - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Selat Hormuz Bergejolak, Bayu Sasongko: Momentum Nusantara Bangkit

Marhaenist.id, Jakarta — Ketegangan geopolitik yang kembali memanas di kawasan Timur Tengah…

Sikapi Situasi Politik Nasional, Raden Hernawan Tuntut Pemakzulan Gibran dan Copot Kapolri

Marhaenist.id, Jakarta – Aktivis Indonesia yang juga merupakan Kader Gerakan Mahasiswa Nasional…

Memperkuat Demokrasi di Tengah Badai Digital: Tanggapan Kritis atas Buku “Bawaslu di Tengah Era Big Data”

Marhaenist.id - Di era di mana informasi mengalir lebih cepat daripada Sungai…

Biografi Singkat Bung Karno

Marhaenist.id - Para Marhaenis pasti sudah tidak asing lagi dengan Ir. Soekarno…

GMNI Surabaya Soroti Kebijakan Parkir Minimarket: Premanisme Dilegalkan Lewat Kebijakan Parkir, UMKM Justru Jadi Korban

Marhaenist.id, Surabaya — Kebijakan Pemerintah Kota Surabaya yang melarang pelaku usaha ritel…

GMNI Berduka: Ketua Panitia Kongres Persatuan GMNI Ke – XV Nizis Edward Julistris, Telah Tutup Usia

Marhaenist.id, Bangka Tengah - Kabar duka kembali menyelimuti Keluarga Besar Alumni Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?