By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Tuntut Sisa Ganti Rugi Lahan, GMNI Baubau Kawal Masyarakat Talaga Raya Gelar Aksi ke PT AMI

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 20 September 2024 | 22:55 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: DPC GMNI Baubau saat mengawal masyarakat Telaga Raya melakukan aksi damai ke PT AMI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Buteng – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Baubau bersama masyarakat Talaga Raya melakukan aksi damai menuntut PT. Agra Morini Indah (AMI) untuk menyelesaikan sisa ganti rugi lahan, tanaman produktif dan rumput laut yang sudah bertahun-tahun belum juga diberikan kepada masyarakat.

Dari pantauan media Sekitar Sultra dilapangan, pada Kamis (19/9/2024) pukul 09.00 Wita. DPC GMNI Kota Baubau bersama Masyarakat Talaga Raya menduduki Armada PT. AMI.

Seorang warga Talaga Raya, La Lede yang ikut dalam aksi tersebut mengatakan bahwa mereka datang menduduki PT. AMI untuk menuntut agar perusahaan tersebut segera membayarkan sisa ganti rugi lahan yang belum terbayarkan hingga kini sebagai hak mereka.

“Kami datang disini untuk menuntut hak kami, hanya itu yang kami inginkan. Sejak 2007 PT AMI berada disini kenapa belum juga bisa menyelesaikan hak-hak kami,” kata La Lede salah satu masyarakat Talaga Raya.

Awalnya jumlah ganti rugi lahan, tanaman dan rumput laut berdasarkan hasil musyawarah mufakat dengan warga bersama pihak pemerintah Kabupaten Buton Tengah sebesar Rp 14.642.800.000.

Yang menjadi tuntutan masyarakat talaga raya adalah sisanya Rp 4.642.800.000, yang dijanjikan sejak tahun 2019 dan sampai dengan sekarang belum juga terbayarkan.

Disisi lain, La Ode Ahmad Faisal mengatakan bahwa masyarakat Talaga Raya selalu diberikan janji-janji untuk pembayaran sisa uang ganti rugi tetapi yang sampai saat ini belum terealisasi.

“Masyarakat Talaga ini sudah cukup sabar menunggu janji-janji perusahaan, harus berapa lama lagi masyarakat menunggu, kami pastikan bahwa sebelum hak-hak masyarakat talaga raya diberikan oleh PT AMI, kami tidak akan beranjak dari sini,” ucapnya.

Faisal sapaan akrabnya, juga menuturkan bahwa masyarakat Talaga Raya sudah sangat resah terhadap tindakan-tindakan pihak PT. AMI yang menurut mereka tidak mempunyai iktikad baik untuk menyelesaikan hak-hak mereka.

Baca Juga:   Gelar Konfercab Persatuan, Rifki Pratama dan Andi Supriyanto Resmi Pimpin GMNI Bima

“Masyarakat Talaga Raya itu, sudah sangat diresahkan dengan tindakan yang dilakukan oleh PT. AMI karena sampai saat ini belum punya iktikad baik untuk menyelesaikan masalah ganti rugi lahan ini dan justru terkesan mengabaikannya,” sambungnya.

Selain itu juga, kata Faisal, mereka juga khawatir akan dampak lingkungan yang kemungkinan akan mengakibatkan mata pencaharian masyarakat Talaga Raya terhambat.

“Saat ini mereka juga khawatir akan ada kemungkinan dampak lingkungan dikemudian hari yang berimbas pada hilangnya mata percarian mereka sebagai sumber pengasilan untuk kehidupannya,” tandasnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Fotografer Anadolu Raih Juara Lomba Fotografi di Uni Emirat Arab

Marhaenist.id, Dubai - Fotografer jurnalistik Anadolu, Ali Jadallah, meraih juara pertama pada…

Kader GMNI di Jatim Kritik Oknum yang Tolak Kongres Persatuan

Marhaenist.id, Surabaya - Menanggapi pernyataan kontroversial dari pihak yang mengatasnamakan Dewan Pimpinan…

Di Tengah Gelombang Demo dan Kondisi Bangsa yang Tidak Baik-Baik Saja, Panja RUU PPRT DPR Tetap BeKerja

Marhaenist.id, Jakarta - Di tengah situasi demonstrasi yang mencekam di sekitar Gedung…

PETANI Kecam Pernyataan Jokowi Sikapi Baleg DPR RI

MARHAENIST - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyatakan bahwa kontroversi Rapat Badan Legislasi…

Imbas Kritik Kepolisian Lewat Lagu, Vokalis Sukatani Band Diduga Dipecat dari Guru

Marhaenist.id - Sungguh ironi di negeri ini, hanya karena sebuah lagu dan…

Memahami Pesoalan Gugatan Imanuel terhadap Keabsahan GMNI Arjuna dengan Nomor Perkara Hukum: 115/Pdt.G/2025/Jkt Pst

Marhaenist.id - Amar putusan Pengadilan yang mengabulkan petitum Imanuel itu tidak melihat…

Kembali Turun ke Jalan, GMNI Hadang Pengesahan RUU TNI

Marhaenist.id, Jakarta - Walaupun mendapat penolakan di masyarakat, DPR tetap mengesahkan revisi…

Rakyat, Pajak, dan Hak Pilih: Kenapa Pilkada Lewat DPRD Harus Kita Tolak

Marhaenist.id - Memasuki awal tahun 2026, wacana mengembalikan mekanisme Pemilihan Kepala Daerah…

Hendak Gelar Mimbar Rakyat Didepan Kementerian dan Stakeholder, GMNI Tangerang Dijegal Preman dan Aparat Keamanan

Marhaenist.id, Tanggerang - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) Kabupaten…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?