By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Dilanda Banjir, Poros Rakyat Salurkan Bantuan 1 Ton Beras ke Masyarakat Kecamatan Nosu Kabupaten Mamasa

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Jumat, 15 Maret 2024 | 23:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 5 Menit
Foto: Poros Rakyat Mamasa saat berada dilapangan untuk melakukan penyaluran bantuan dari donasi yang disalurkan oleh para donatur/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Mamasa – Poros Rakyat Mamasa yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) PUS Kondosapata Wai Sapalelean, Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) Mamasa, Liga Mahasiswa untuk Demokrasi (LMND) Mamasa, Literasi Pangngukiq, GRD Mamasa, Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Mamasa, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Mamasa, serta Mamasa Bijak melakukan penggalangan donasi untuk korban banjir di Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

“Donasi yang dikumpulkan melalui aksi galang dana dan membuka posko penyaluran donasi di Kantor PKK Mamasa, juga melalui rekening, sejak tanggal 8 Maret – 13 Maret 2024 tercatat sebanyak Rp7.244.000. Sementara itu AMAN PUS Kondosapata Wai Sapalelean mengakses dana tanggap darurat dari Pengurus Besar AMAN sebesar Rp.30.555.000,” kata Taufik Rama Wijaya salah satu kader AMAN yang akrab disapa Rama dalam konferensi presnya kepada Marhaenist.id, Jumat (15/3/2024).

Rama juga bertutur bahwa donasi yang dikumpulkan dari masyarakat Mamasa dan Sulbar maupun dari PB AMAN, telah dibelikan beras dan kebutuhan lainnya yang bisa meringankan beban korban banjir terutama perempuan dan anak-anak.

“Donasi yang berhasil kami kumpulkan ini kami belanjakan untuk membeli 1 Ton Beras dan 100 Paket kebutuhan pokok termasuk kebutuhan perempuan dan anak,” ujar Rama yang juga salah satu penggagas Poros Rakyat Mamasa.

Rama juga berharap bantuan yang mereka salurkan dari donasi yang mereka dapatkan bisa bermanfaat dengan baik untuk memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan para korban banjir di Kecamatan Nosu.

“Kami berharap Bantuan ini dapat berguna bagi korban, meski kami tahu bahwa Bantuan ini belum bisa memenuhi semua kebutuhan korban, tapi kami telah berupaya semaksimal mungking,” harap Rama.

Baca Juga:   DPC GMNI Jeneponto Gelar Rekrutmen Anggota Baru Melalui PPAB Lintas Komisariat

Rama juga juga memastikan bahwa semua donasi yang dikumpulkan Poros Rakyat Mamasa dari para donatur akan tersalurkan dengan baik kepada korban, dan untuk menjaga kepercayaan publik, mereka membuat laporan keuangan yang akan disebarluaskan kepublik..

“Kami pastikan semua donasi akan tersalurkan dengan baik kepada mereka yang membutuhkan dan untuk menjaga kepercayaan publik, Poros Rakyat Mamasa juga membuat laporan keuangan secara publik, agar masyarakat dapat mengawasi penggunaan donasi yang telah terkumpul,” pungkas Rama.

Disisi lain, Rihardes Langi’ Memanna Ketua Umum DPC GMNI Mamasa yang juga penggerak Poros Rakyat Mamasa mengatakan bahwa aksi yang mereka lakukan bersama organisasi lainnya di Mamasa adalah bentuk dari kepekaan sosial mereka yang cepat tanggap terhadap hal-hal yang terjadi dimasyarakat.

“Aksi yang kami lakukan adalah bentuk panggilan nurani dan tanggung jawab moral sebagai pemuda dan mahasiswa untuk terus peka terhadap kondisi yang terjadi di masyarakat, apalagi ini persoalan kemanusiaan. Jadi, apa yang kami lakukan setidatnya dapat sedikit meringankan beban yang dialami saudara-saudara yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Nosu,” ujar Rihardes sapaan akrabnya.

Lanjut, Rihardes Langi’ Memanna juga menyampaikan rasa terima kasih terhadap semua pihak yang telah membantu berdonasi dan mempercayakan kepada mereka untuk melakukan galangan dana untuk membantu korban banjir di Kecamatan Nosu.

“Kami berterima kasih kepada masyarakat Mamasa dan juga Sulbar secarah umum yang telah memberikan kepercayaan kepada kami sebagai perpanjangan tangan untuk menyalurkan bantuan kepada mereka yang terkena musibah banjir. Perlu diketahui, donasi ini berasal dari masyarakat Mamasa, donasi yang dikumpulkan kawan-kawan mahasiswa se- Sulbar dan juga kawan-kawan PB AMAN,” sambung Rihardes.

Diakhir, Rihardes Langi’ Memanna menuturkan bahwa Poros Rakyat Mamasa dibentuk sebagai organisasi yang akan selalu peka terhadap yang terjadi dimasyarakat Mamasa dan akan tetap menjadi mitra kritis untuk Pemerintah Kabupaten Mamasa.

Baca Juga:   GMNI Nyatakan RSU Sylvani Salah Satu Rumah Sakit Terbaik di Kota Binjai

Poros Rakyat Mamasa akan tetap berusaha hadir dalam setiap sendi persoalan kerakyatan dan akan tetap menjadi mitra kritis Pemda Mamasa untuk membangun Mamasa yang lebih baik,” tutup Rihardes Langi’ Memanna.

Diketahui, hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Nosu, Kabupaten Mamasa, Sulbar, pada Rabu (6/3/2024), yang mengakibatkan sungai meluap dan merendam ratusan hektar sawah dan rumah masyarakat.

Tercatat, wilayah Kelurahan Nosu, Desa Siwi, Desa Batu Papan, Desa Minanga Timur, Desa Parinding dan Desa Minanga menjadi kebanjiran.***

Penulis: Bung Rihardes/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Merdeka dalam Bayang-Bayang Kekerasan dan Kebijakan Serampangan: Refleksi 80 Tahun Republik Indonesia

Marhaenist.id - Delapan puluh tahun Indonesia merdeka, kita kembali ditarik pada pertanyaan…

Pulau Buru dan Pengarahan Tenaga Kerja Tapol

Marhaenist.id - Pada tahun 1969, 800-an tahanan politik yang dituduh terlibat dalam…

DPC PA GMNI Humbahas Ajak Kampus di Sumut Gerakkan Mahasiswa sebagai Relawan Pemulihan Psikologis Anak Korban Bencana

Marhaenist.id, Humbang Hasundutan — Bencana alam yang kembali melanda sejumlah wilayah di…

Mengurai Benang Kusut Korupsi SDA dan Syahwat Politik Dinasti di Wilayah Pesisir

Marhaenist,id - Integritas ekosistem pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia kini berada di…

Keterhilangan Eksistensial: Dari Krisis Kesadaran hingga Kolonisasi Atensi

Marhaenist.id - (Pengantar) Krisis kesadaran yang muncul di era digital menemukan bentuk…

Marhaenisme Tidak Pernah Mati

Marhaenist.id - Marhaenisme merupakan sebuah ideologi yang dikembangkan oleh Bung Karno pada…

Tips Cantik Tradisional

Marhaenist.id - Sejak zaman nenek moyang, manusia mewarisi praktik perawatan tubuh dan…

Inginkan Persatuan, DPC GMNI Oku Timur Menolak Tegas Kongres GMNI di Kota Bandung

Marhaenist.id, Oku Timur- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Breaking News: Yurike Sanger, Istri Ke 7 Bung Karno Dikabarkan Meninggal Dunia

Marhaenist.id, USA -Yurike Sanger, istri ketujuh dari Proklamator sekaligus Presiden pertama RI,…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?