By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelOpini

‘Tak Tahu Berterima Kasih’, Perkataan Dedy Pada Seorang Anak Kecil Seperti Maling Teriak Maling dan Hanya Melukai Hati

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 21 Januari 2025 | 03:13 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Dedi Cozbuzzer dari sebelum menjadi Artis hingga kini di 2025/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Dedi Cozbuzzer (DC) adalah contoh nyata bagaimana prilaku manusia yang merasa superior terhadap manusia lainya.

Ia selalu menempatkan diri dan keluarganya seolah layak jadi contoh bagi khalayak banyak.

Saat menyerang seorang anak kecil, karena si anak kecil mengatakan dan mengeluh “Ayamnya kurang enak” pada saat dikasih jatah Makan Begizi Gratis.

DC mengata-ngatai anak kecil itu dengan kata-kata PeA dan bullian lainya. Kemudian ia mencontohkan anaknya yang harus menghabiskan jatah nasi box saat syuting.

Dede CozBuzzer, seolah mengatakan bahwa anak kecil tersebut, sebagai anak yang tidak tahu terima kasih, tidak mau menerima dan tidak bersyukur atas makanan yang dikasih pemerintah secara gratis.

Di sisi lain, Dede CozBuzzer dikasih hidung gratis dan berfungsi baik oleh Tuhan. Namun ia tidak suka, tidak mau menerima pemberian gratis tersebut. Kemudian dia permak hidung tersebut.

Dikasih mata, tetep diutak-atik, karena merasa kurang gagah. Dagu direnovasi sedemikian rupa, biar tampak gagah. Dia tidak suka dengan dagu asal yang menurut dia jelek.

Dan menjelmalah dia seperti sekarang ini. Setelah permak sana sini. Karena dia tidak suka dengan apa yang Tuhan berikan.

Lantas sekarang, dengan jumawa merasa berhak marah kepada anak kecil karena Si Anak kecil bilang ayamnya “Kurang enak”.

Pantaskah ??

Nggak pantas sama sekali !
Karena dia lebih tidak menerima atas apa yg telah diberikan. Dia merasa mukanya jelek, makanya dipermak.

Lantas kenapa anak kecil tidak boleh bilang makanan kurang enak??

Lucunya.. Sekarang dia bilang diserang buzzer, padahal dialah Buzzer itu sendiri. Dia yang pertama mengintimidasi anak kecil.

Sekarang seolah yang terdzolimi??

Itulah sebenarnya gunanya banyak kaca dan cermin di tempat Nge-Gym, biar bisa sering bercermin sebelum menghakimi orang.

Baca Juga:   Di Balik Hilirisasi: Kerentanan Perempuan yang Terabaikan

Nuduh orang lain tidak bersyukur dan berterima kasih, sebenarnya dianya yang jauh dari rasa terima kasih. Kalau memang DC punya sikap menerima, bersuykur dan berterima kasih. Ngapain harus permak muka??? Artinya dia tidak suka dengan apa yang Tuhan berikan.

Itulah pentingnya bukan sekedar badan yang besar, kepala yang besar, tapi otak sebesar biji wijen.***


Penulis: NN.

Disclaimer: Tulisan ini telah terbit dan viral dimedia sosial Facebook.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Adi Maliano Satu-Satunya dalam Catatan Sejarah Kader GMNI Kendari yang Menjabat sebagai Ketua KNPI Kendari
Senin, 13 April 2026 | 12:29 WIB
DPP GMNI Desak Pemerintah Segera Benahi Ketimpangan Infrastruktur dan Akses Pendidikan di Daerah 3T
Minggu, 12 April 2026 | 23:11 WIB
Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.
Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum
Minggu, 12 April 2026 | 16:52 WIB
Soekarno Bukan Sekedar Presiden
Minggu, 12 April 2026 | 13:37 WIB
Foto: Benediktus Aquino, Alumni GMNI DKI Jakarta (Dokpri)/MARHAENIST.
Ekonomi Biru: Analisis Kritis Atas Kapitalisme Maritim
Sabtu, 11 April 2026 | 22:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Wacana tentang kekuasaan totaliter secara tradisional didominasi oleh visi…

Airlangga Hartarto Mundur Dari Ketua Umum Golkar, Ada Apa?

Marhaenist, Jakarta - Airlangga Hartarto mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum (Ketum)…

Foto: Ketua DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta Selatan, Dendy Se. MARHAENIST

Kasus Ditindak Tunggu Viral, GMNI Jaksel Minta Polri Tambah Personel Reskrim

Marhaenist.id, Jakarta - Viral di media sosial, seorang pegawai toko roti dianiaya…

Mahasiswa Perlu Sederhanakan Istilah Bahasa Agar Mudah Dipahami Masyarakat

Marhaenist.id - Kadangkala mahasiswa organisasi gerakan menggunakan bahasa akademis yang sulit dipahami…

Ahok: Mas Ganjar Paling Pantas Jadi Presiden, Layak Diperjuangkan

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja mundur dari Komisaris…

DPC GMNI Tangsel Sesalkan Tindakan Kekerasan terhadap Mahasiswa Katolik di Pamulang

Marhaenist.id, Pamulang Tangsel - Baru-baru ini, sebuah video yang menjadi viral di…

Foto: Anggota GMNI Touna usai kegiatan/MARHAENIST.

Peringatan Bulan Bung Karno, GMNI Touna: Membakar Semangat Nasionalisme dan Patriotisme Kader Marhaenis

Marhaenist.id, Touna - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

YLBHI: 10 Faktor Jokowi Layak Disebut Pemimpin Korup dan Pelanggar Hukum dan HAM Terorganisir

Marhaenist.id - Menutup tahun 2024, salah satu organisasi nirlaba bernama Organized Crime…

Mao Zedong, Beberapa Masalah Mengenai Metode Memimpin

Marhaenist.id - Mao Zedong adalah mantan pemimpin Republik Rakyat China atau disingkat RRC.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?