By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Insight

Sosok Perempuan Inspiratif Susi Pudjiastuti

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Minggu, 4 Februari 2024 | 15:46 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Susi Pudjiastuti. (Dok. Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019)/Marhsenist.id.
Bagikan
Foto: Susi Pudjiastuti. (Menteri Kelautan dan Perikanan Periode 2014-2019)/Marhsenist.id.

Marhaenist.id – Susi Pudjiastuti lahir pada 15 Januari 1965 di Pangandaran, Jawa Barat. Beliau merupakan putri dari Hajjah Suwuh Lasminah dan Ahmad Karlan. Keluarga Susi Pudjiastuti menetap di Pangandaran, dengan orang tua yang bergerak dalam bidang peternakan, melakukan transaksi hewan ternak dari Jawa Tengah untuk diperdagangkan di Jawa Barat. Kakeknya, Haji Ireng, merupakan tuan tanah di daerah tersebut, menunjukkan bahwa keluarga Susi bukanlah keluarga biasa.

Susi Pudjiastuti mengikuti pendidikan seperti anak-anak pada umumnya. Setelah menyelesaikan SD dan SMP, beliau melanjutkan ke SMA Negeri 1 Yogyakarta. Selama masa sekolah, Susi aktif dalam berbagai kegiatan, termasuk Gerakan Golput. Kegiatan organisasinya mengambil banyak waktu sehingga akhirnya, pada kelas 11, beliau memutuskan untuk keluar dari SMA. Meskipun putus sekolah, hal itu tidak menghentikan semangatnya. Susi memilih menjual perhiasannya untuk mendapatkan modal sebesar Rp 750.000 dan memulai bisnis.

Pada tahun 1983, di Pangandaran, Susi memulai bisnisnya dengan menjadi pengepul atau tengkulak ikan. Awalnya, ia menjual ikan dengan menggunakan sepeda berkeliling pantai. Dengan kecerdasan dan ketekunan, pada tahun 1996, Susi berhasil mendirikan pabrik pengolahan ikan yang diberi nama PT. ASI Pudjiastuti Marine Product. Bisnis pengolahan ikan miliknya terus berkembang, mulai dari satu wilayah ke wilayah lain, bahkan menembus pasar Asia dan Amerika.

Untuk mendukung perkembangan bisnisnya, pada tahun 2004, Bank Mandiri memberikan pinjaman dana sebesar USD 4,7 juta. Uang tersebut digunakan untuk membangun landasan dan membeli pesawat Cessna Grand Caravan seharga 20 miliar. Susi mendirikan PT. ASI Pudjiastuti Aviation dan menggunakan pesawat tersebut untuk mengirimkan hasil tangkapan laut ke pasar Jakarta dan Jepang dengan Call Sign Susi Air.

Baca Juga:   Resensi Ekologi Marx – John Belammy Foster

Selain sukses di bidang bisnis, niat baik Susi Pudjiastuti muncul saat terjadi bencana tsunami di Aceh. Beliau mengirimkan pesawatnya untuk membantu korban dengan mengangkut sandang dan pangan. Inisiatif baik ini membawa dampak positif, dan lembaga non-pemerintah memintanya untuk terus berpartisipasi dalam upaya pemulihan di Aceh. Kesuksesannya membawa Susi Pudjiastuti menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan dalam Kabinet Kerja Joko Widodo dan Jusuf Kalla,

Tidak perlu derajat pendidikan tinggi, siapa pun yang bersedia berusaha akan mencapai tujuan pada waktunya. Kemauan yang kuat selalu menemukan jalan. Sosok perempuan seperti Susi Pudjiastuti mencerminkan dan mengajarkan kepada kita bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati usaha. Mereka yang tekun berusaha adalah yang akan memetik hasil dari jerih payahnya menuju kesuksesan.

Penulis: Jullieta Kaledia Salma

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Komandante ‘Pacul’ Saat Ziarahi Makam Bung Karno

Marhaenist.id, Blitar - Ketua DPD Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMNI) Jawa…

Ekonomi Lesu, Larangan Jual Rokok Ketengan Sangat Tidak Tepat

Marhaenist - Ekonom menilai larangan menjual rokok eceran sangat tidak tepat di…

Foto: Saat Bung Karno jatuh sakit dan saat Bung Karno wafat/MARHARNIST.

Ironi, Bung Karno Bapak Proklamator Kemerdekaan yang Diakhir Hayatnya Malah Diperkosa Kemerdekaannya

Marhaenist.id - Kalah itu Bung Karno kesakitan. Ia berteriak "Sakit....Sakit ya Allah...Sakit...!"…

Benarkah Soekarno Komunis?

Marhaenist.id - Katerlibatan Presiden Soekarno dengan komunis sering terdengar dan bahkan tak…

Kecam Kasus Kekerasan Seksual di Aceh Tengah, DPC GMNI Bener Meriah: Itu Tidak Manusiawi

Marhaenist.id, Benar Meriah - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia…

Selamatkan Demokrasi: DPC GMNI Jeneponto Desak Usut Tuntas Teror Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrien Yunus

Marhaenist.id, Jeneponto – Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI)…

Bantu Korban Banjir di Sumbar, DPD PA GMNI Riau Salurkan Paket Bantuan Untuk Para Korban

Marhaenist.id, Pekanbaru - Dewan Pengurus Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Kucing Hitam Atau Kucing Putih dan Deng Xiaoping

MARHAENIST - Ketika mendengar ungkapan "Kucing Hitam Kucing Putih", pikiran tentang kucing…

GMNI dan GSNI Gelar Audiensi dengan Ketua DPRD Surabaya: Soroti Program MBG, Efiensi Anggaran Pendidikan dan Kesehatan

Marhaenist.id, Surabaya – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?