By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Republik Pengantar Paket

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 29 April 2025 | 21:53 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Yongki, Mantan Ketua DPC GMNI Malang/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sekarang marilah kita menyulam kembali ingatan kita tentang pengalaman pahit pada masa-masa kolonial. Suatu masa yang suram itu telah menggugah semangat perjuangan para pendiri bangsa kita. Pada masa itu mereka sangat sibuk untuk mencari jalan keluar menuju kebebasan dan merdeka. Mereka bertaruh segalanya bahkan berkorban nyawa demi mencapai kemerdekaan.

Tuhan tidak menutup mata, setelah melewati masa perjuangan yang panjang itu, maka tiba saatnya bagi bangsa Indonesia untuk merdeka. Tetapi pada kemudian hari apa yang terjadi?. Setiap dari kita telah menghirup udara kemerdekaan itu namun masih tercekik. Apa sebabnya kita masih tercekik?. Barulah kita menyadari bahwa kita tidak berjalan di atas relnya Republik Indonesia.

Apa itu relnya Republik Indonesia?. Bung bisa menafsirkan dengan berbagai tafsir, namun satu hal yang pasti relnya Republik Indonesia yang saya maksud adalah cita-cita dari Republik Indonesia itu sendiri. Sekarang ini kita merasakan sebagai bangsa yang hidup dalam fatamorgana. Kehilangan kepercayaan diri mengubah kita dari bangsa patriot menjadi bangsa pengantar paket.

Lebih jelas saya ingin kita menggali lagi apa itu Republik Indonesia. Dalam karya-karya Tan-Malaka seperti Madilog dan Naar de Republiek Indonesia, Tan Malaka menekankan pentingnya republik sebagai alat untuk membangun masyarakat sosialis yang bebas dari penindasan kolonial dan feodalisme. Visi yang sama dilontarkan oleh Bung Karno tentang dasar Negara Indonesia Merdeka dalam pidato termasyhurnya pada 1 Juni 1945 di depan sidang BPUPKI itu. Singkat kata bahwa cita-cita kita adalah sebagai Republik Indonesia yang merdeka untuk membangun masyarakat sosialis.

Dalam karya-karya kita sebagai bangsa yang modern ini, tidak nampak jelas kita sedang membangun masyarakat yang sosialis itu, kita terombang – ambing seperti bertemu di jalan buntut, terisolasi dari tradisi – tradisi klasik, dan semakin dicekik oleh kapitalis, namun sekedar melangsungkan nasib kita hanya bisa memilih menjadi bangsa pengantar paket. Lantas siapa pemilik paket itu ?. Mereka adalah para kapitalis, para konglomerat atau kaum-kaum Oligarki.

Baca Juga:   Pancasila di Persimpangan Algoritma

Mereka membangun gedung – gedung pencakar langit di atas tanah – tanah rakyat secara paksa, demikian pula merampas kekayaan rakyat hingga tak tersisa. Dengan kondisi menderita rakyat ingin meminta bantuan kepada pemerintah, namun yang tidak diduga adalah jawaban pemerintah yang lesu. “Ya nanti kita usahakan ya” sudah begitu saja dan berlalu.

Baru-baru ini CNBC memberitakan kepada kita mengenai laporan dari World Bank. Dalam laporan Word Bank itu terang-terang menunjukkan data bahwa mayoritas masyarakat di Indonesia sebagai penduduk miskin, dengan porsi sebesar 60,3% dari jumlah penduduk pada 2024 sebesar 285,1 juta jiwa. Kabar ini laksana badai yang belum berlalu, terus menerjang dalam kalbu. Kemiskinan masih menjadi hantu. Apakah kita belum siap untuk bergerak maju ?.

Sekarang marilah kita melihat apa yang telah kita perbuat, benar – benar suatu masalah yang sulit diatasi ialah perilaku pejabat kita yang tidak berkenan. Korupsi, Kolusi, Nepotisme terus menjadi – jadi. Tradisi semacam ini yang buat rakyat Indonesia miskin dan melarat. Bertumbuh dalam ketidak jujuran semakin mendekatkan kita pada kehancuran. Mengenai ketidak jujuran ini, Bung Hatta telah mengingatkan kita dengan berkata: “Kurang cerdas dapat diperbaiki dengan belajar, kurang cakap dapat dihilangkan dengan pengalaman, tapi kalau kurang jujur ini yang sulit diperbaiki”.

Sekarang barulah kita mengerti Republik Indonesia sekarang sangat berbeda jauh dari Republik rancangan Tan Malaka, Republik rancangan Bung Karno dan Republik rancangan Bung Hatta. Di dalam Republik Indonesia sekarang ini, tumbuh benih-benih ketidak jujuran, semakin menjalar menjulang tinggi melampaui hati nurani.

Cinta, kekeluargaan, dan gotong royong sekedar metafisik. Bung di dalam Republik Indonesia sekarang itu, kita bertemu sebuah perusahaan asing penjual Pizza, sementara rakyat kita “sekedar melangsungkan nasib hanya bisa memilih menjadi pengantar paket”.***

Baca Juga:   Tigalisme, Klimaks Kehancuran GMNI: Persatuan???

Penulis: Yongky, Mantan Ketua DPC GMNI Malang.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Breaking News: Yurike Sanger, Istri Ke 7 Bung Karno Dikabarkan Meninggal Dunia

Marhaenist.id, USA -Yurike Sanger, istri ketujuh dari Proklamator sekaligus Presiden pertama RI,…

Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpah Syarat/MARHAENIST

Polda Metro Jaya Jakarta Didatangi Warga Kebun Sayur, Tuntut Pembebasan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpa Syarat

Marhaenist.id, Jakarta - Warga Kebon Sayur bersama Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur…

Setelah Gelar PKPA, Program Beasiswa Peradi Utama – PA GMNI akan Memasuki Tahapan UPA: Inilah Syarat dan Ketentuannya

Marhaenist.id, Jakarta — Setelah sukses menyelenggarakan Beasiswa Murni Batch 1 Pendidikan Khusus…

Gemini Club Prediksikan Ganjar-Mahfud Akan Menang Tipis Pada Pilpres 2024

Marhaenist.id, Jakarta - Debat capres-cawapres dinilai bisa berpengaruh secara signifikan terhadap elektabilitas…

Kabar Duka! Murdaya Widyawimarta Poo, Pengusaha Nasional Sekaligus Tokoh GMNI Meninggal Dunia

Marhaenist.id, Jakarta - Murdaya Widyawimarta Poo, salah satu konglomerat ternama di Indonesia…

Emak-emak Muslimat di Lumajang Antusias Ketemu Atikoh Ganjar; Harus Jadi Ibu Negara

Marhaenist.id, Lumajang - Siti Atikoh Suprianti, istri calon Presiden RI Ganjar Pranowo…

Komandan Pacul Resmi Ditetapkan Sebagai Wakil Ketua MPR RI 2024-2029

Marhaenist.id, Jakarta - Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA)…

Saat Bokek, Soekarno Sering Minta Duit ke Temannya Yang Kaya Ini

Marhaenist - Semua orang mengetahui bahwa Soekarno adalah salah satu tokoh sentral…

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin. REUTERS

Indonesia Berharap Kehadiran Xi Jinping di KTT G20

Marhaenist - Indonesia selaku tuan rumah KTT G-20 kembali menyampaikan harapannya agar…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?