
Marhaenist.id, Tojo Una-una — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Tojo Una-una menggelar kegiatan refleksi tiga tahun kepengurusan pada Jumat malam, (30/1/2026), pukul 20.00 WITA, bertempat di Sniv Home Brew.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan diskusi bertajuk “Desa Mandiri Mewujudkan Indonesia Emas”.
Kegiatan refleksi tersebut pula dihadiri oleh para Ketua Komisariat GMNI Tojo Una-una, perwakilan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Tojo Una-una, serta Himpunan Mahasiswa Muhammadiyah (HMM) PSDKU Universitas Tadulako.
Kehadiran berbagai elemen mahasiswa ini menjadi penanda kuatnya semangat kolaborasi dalam membangun gagasan dan gerakan kerakyatan di daerah.
Refleksi tiga tahun kepengurusan ini bertujuan untuk mengevaluasi perjalanan organisasi, menilai capaian serta tantangan yang dihadapi, sekaligus merumuskan strategi penguatan organisasi ke depan.
Dalam diskusi, isu desa mandiri menjadi fokus utama sebagai basis pembangunan nasional yang berkeadilan dan berkelanjutan.
Ketua DPC Persatuan Alumni GMNI Tojo Una-una, Moh. Fadli D. Lahalik, dalam sambutannya menegaskan bahwa refleksi organisasi merupakan momentum penting untuk memperkuat orientasi gerakan GMNI agar tetap berpihak pada rakyat, khususnya masyarakat desa.
“Desa mandiri adalah fondasi utama kemajuan bangsa. GMNI Tojo Una-una harus hadir dan berkomitmen menjadi bagian dari solusi dalam membangun desa yang kuat, berdaya, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai pandangan kritis mengenai peran mahasiswa dalam mendorong kemandirian desa, mulai dari aspek ekonomi rakyat, pendidikan, hingga penguatan kesadaran politik masyarakat desa.
Melalui kegiatan refleksi dan diskusi ini, DPC GMNI Tojo Una-una berharap dapat mempertegas arah perjuangan organisasi sekaligus menjadi titik awal kerja-kerja nyata dalam mendukung terwujudnya desa mandiri sebagai pilar menuju Indonesia Emas.
Dengan semangat persatuan dan komitmen ideologis, GMNI Tojo Una-una menyatakan kesiapan untuk terus hadir dan berjuang bersama rakyat.***
Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.