By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Mendukung dan Mengawasi Program Makan Bergizi Gratis

Eko Zaiwan
Eko Zaiwan Diterbitkan : Senin, 6 Januari 2025 | 20:28 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi Presiden dan Makanan Bergizi/Redaksi/Marhaenist
Bagikan

Marhaenist.id – Program Makan Bergizi Gratis yang dimulai secara serentak pada 6 Januari 2025 di berbagai wilayah Indonesia patut mendapatkan apresiasi tinggi. Program ini menyasar siswa sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat. Berbagai lokasi, seperti SD Negeri 11 Pagi Slipi di Jakarta dan SMK Negeri 6 Medan, menyambut baik program ini karena menyediakan menu makanan bergizi yang dapat membantu meningkatkan pola makan yang lebih baik.

Selain manfaat kesehatan, program ini juga melibatkan masyarakat setempat, seperti di Depok, di mana 50 warga lokal dilibatkan sebagai juru masak, sementara bahan baku diutamakan dari desa-desa dan produksi dalam negeri sesuai arahan pemerintah. Dengan cara ini, program diharapkan dapat menggerakkan ekonomi pedesaan sekaligus mendukung kemandirian pangan nasional.

Namun, keberhasilan program ini menghadapi tantangan besar dalam bentuk potensi penyalahgunaan anggaran. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, inisiatif serupa sering kali rawan terhadap penyelewengan jika tidak disertai dengan pengawasan yang memadai. Oleh karena itu, mekanisme pengawasan yang transparan dan akuntabel menjadi sangat penting, dengan melibatkan masyarakat secara aktif untuk memastikan bahwa tujuan program dapat tercapai sepenuhnya.

Pengawasan yang berkelanjutan perlu dilakukan melalui beberapa langkah konkret. Pertama, pembentukan tim pengawas independen yang melibatkan berbagai pihak, seperti masyarakat, akademisi, LSM, pemerintah daerah, dan media. Tim ini dapat menjalankan tugas penting seperti inspeksi mendadak, audit anggaran, dan evaluasi distribusi serta kualitas makanan. Kedua, penerapan teknologi digital, seperti aplikasi atau platform berbasis web, memungkinkan pencatatan data penerima manfaat, jadwal distribusi, menu makanan, dan alokasi anggaran. Penggunaan QR Code pada paket makanan juga dapat membantu melacak distribusi untuk mencegah tumpang tindih, sementara perangkat GPS memungkinkan pemantauan pengiriman bahan makanan secara langsung.

Baca Juga:   Ahlusunnah wa Syiah wal Marhaenisme: Teologi Perlawanan bagi Kaum Tertindas

Transparansi laporan juga harus menjadi prioritas utama. Laporan rutin yang mencakup jumlah penerima manfaat, penggunaan anggaran, dan hasil pengawasan perlu dipublikasikan secara terbuka. Selain itu, masyarakat perlu memiliki akses ke saluran pengaduan yang dapat digunakan untuk melaporkan ketidaksesuaian atau masalah dalam pelaksanaan program. Audit keuangan dan operasional oleh lembaga independen juga diperlukan untuk memastikan penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan dan standar gizi yang ditetapkan.

Peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi aspek penting dalam keberhasilan program ini. Edukasi kepada masyarakat tentang hak mereka sebagai penerima manfaat dapat mendorong partisipasi aktif dalam pengawasan.

Di sisi lain, pembentukan kelompok pengawas lokal dari warga setempat dapat memperkuat pengawasan di tingkat akar rumput. Penerapan sanksi tegas bagi pihak yang melakukan pelanggaran serta pemberian penghargaan kepada mereka yang berkontribusi positif dalam pelaksanaan program dapat meningkatkan akuntabilitas.

Inspirasi dapat diambil dari program serupa di berbagai negara. Di India, program Mid-Day Meal Scheme melibatkan teknologi untuk memantau distribusi makanan, sementara NGO membantu menjaga kualitas. Brasil melalui National School Feeding Programme memprioritaskan bahan baku dari petani lokal, mendorong ekonomi pedesaan. Jepang melalui Kyushoku melibatkan siswa dalam distribusi makanan untuk menanamkan rasa tanggung jawab, dan Amerika Serikat menggunakan sistem berbasis teknologi untuk memastikan transparansi subsidi.

Dengan kombinasi pendekatan lokal yang inovatif dan pembelajaran dari pengalaman negara lain, Indonesia dapat memperkuat program makan bergizi gratis ini agar lebih efektif dan berkelanjutan. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pelaksanaannya, tetapi juga pada pengawasan yang konsisten dan partisipasi semua pihak. Jika dikelola dengan baik, program ini dapat menjadi solusi nyata bagi masalah gizi sekaligus investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa.

Baca Juga:   DPR Bikin Emosi: Kok Bisa Orang-Orang ‘Kualitas Rendahan’ Duduk di Senayan?

Penulis : Eko Zaiwan, Alumni GMNI.

 

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Memahami Pesoalan Gugatan Imanuel terhadap Keabsahan GMNI Arjuna dengan Nomor Perkara Hukum: 115/Pdt.G/2025/Jkt Pst

Marhaenist.id - Amar putusan Pengadilan yang mengabulkan petitum Imanuel itu tidak melihat…

Menjadi Negeri Para Jenderal, Firman Tendry Masengi Kritik Dominasi Militer dalam Ruang Publik dan Politik Nasional

Marhaenist.id, Jakarta - Advokat sekaligus alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Firman…

Perempuan dan Kesejahteraan Buruh Era Rezim Jokowi

Marhaenist - hampir secara keseluruhan masyarakat internasional, mengetahui bahwa 1 mei merupakan…

Hukum Sebagai Panglima Bukan Kekuasaan

MARHAENIST - Baru saja kita memperingati hari konstitusi pada tanggal 18 agustus…

Menilai Keterlibatan TNI dalam Pelatihan KPU

Marhaenist.id-Pelatihan yang diberikan oleh TNI kepada penyelenggara pemilu, memunculkan sejumlah kekhawatiran yang…

GMNI Sampaikan Seruan Matinya Demokrasi di Makam Bung Karno Blitar

Marhaenist.id, Blitar - Solidaritas Pejuang-Pemikir Pemikir-Pejuang membuat Seruan Kebanggsaan Indonesia Berkabung; Matinya…

Resensi Buku: Antara Marhaenisme dan Marxisme

Marhaenist.id - (Pendahuluan) Marhaenisme merupakan salah satu pemikiran penting dalam sejarah perjuangan…

Kucing Hitam Atau Kucing Putih dan Deng Xiaoping

MARHAENIST - Ketika mendengar ungkapan "Kucing Hitam Kucing Putih", pikiran tentang kucing…

Pernyataan Sikap Politik Konsolidasi Barisan Nasionalis

___________________________________________________ Terdiri dari perwakilan 27 organisasi dan para tokoh kaum Nasionalis BK.…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?