By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Polemik Hilirisasi Aspal Buton, DPC PA GMNI Buton Soroti Ketimpangan dan Desak Pemerataan Industri
Tragedi PRT Benhil, Koalisi Masyarakat Sipil: Jangan Lindungi Pelaku, Negara Harus Berdiri di Pihak Korban
Kedaulatan Rakyat Digugat, DPD GMNI Jakarta: Mengapa Pengadilan Militer Memperlakukan Korban Seperti Terpidana?
Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara
GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Polemik Hilirisasi Aspal Buton, DPC PA GMNI Buton Soroti Ketimpangan dan Desak Pemerataan Industri

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 5 Mei 2026 | 11:49 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Ilustrasi Gambar "Polemik Hilirisasi Aspal Buton, PA GMNI Buton Soroti Ketimpangan dan Desak Pemerataan Industri" (Desain AI)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Buton – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Buton soroti terkait rencana hilirisasi Aspal Buton yang berlokasi di Karawang. Kebijakan tersebut dinilai menimbulkan polemik, terutama menyangkut keadilan ekonomi bagi daerah penghasil sumber daya.

Dalam pandangan DPC PA GMNI Buton, keputusan pembangunan fasilitas hilirisasi di Karawang memang memiliki dasar dari sisi pemerintah dan industri.

Lokasi tersebut dinilai strategis karena dekat dengan pusat industri dan pasar besar, memiliki infrastruktur yang telah siap, serta terintegrasi dengan BUMN dan proyek strategis nasional (PSN).

Selain itu, Karawang dinilai memudahkan integrasi rantai pasok konstruksi serta sinkron dengan pembangunan jalan tol dan proyek infrastruktur nasional.

Langkah ini juga dipandang sebagai upaya menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor aspal yang sebelumnya mencapai lebih dari 70 persen.

Dengan menempatkan pabrik di dekat pusat konsumsi, penyerapan produk dinilai bisa lebih cepat dan memungkinkan pengembangan skala industri secara lebih efisien.

Namun demikian, Ketua PA GMNI Buton, Bambang yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Ketua DPC GMNI Baubau menilai kebijakan tersebut berpotensi menciptakan ketidakadilan sosial.

Ia menegaskan bahwa daerah penghasil justru tidak memperoleh nilai tambah yang signifikan dan terkesan dirugikan.

“Daerah penghasil hanya menjadi pemasok bahan mentah, sementara nilai tambah dinikmati daerah lain. Ini berimplikasi pada hilangnya potensi lapangan kerja dan tidak optimalnya peningkatan pendapatan daerah,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).

Menurut Bambang, hilirisasi seharusnya tidak sekadar memindahkan lokasi industri, melainkan memastikan siapa yang menjadi subjek utama dari proses industrialisasi tersebut.

“Hilirisasi bukan sekadar memindahkan pabrik, tapi soal siapa yang menikmati nilai tambah. Jika bahan baku berasal dari Buton, maka masyarakat Buton harus menjadi subjek utama industrialisasi,” tegasnya.

Baca Juga:   Alumni GMNI dan Tuntutan Pemberian Hak-Hak Pensiun Untuk Bung Karno

Ia juga menilai kebijakan tersebut bertentangan dengan semangat kemandirian ekonomi yang pernah digaungkan oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, yakni berdikari (berdiri di atas kaki sendiri).

Jika hilirisasi tetap dilakukan di luar daerah asal, dikhawatirkan akan memperlebar ketimpangan pembangunan antara wilayah barat dan timur Indonesia.

PA GMNI Buton berpendapat bahwa pembangunan industri hilirisasi Aspal Buton di daerah asal sebenarnya memungkinkan, baik secara teknis maupun ekonomi.

Pulau Buton diketahui memiliki salah satu cadangan aspal alam terbesar di dunia, sehingga pembangunan industri di wilayah tersebut justru dinilai lebih efisien dari sisi hulu.

Selain itu, jika industri dibangun di Buton, dampak positif yang dapat dirasakan antara lain peningkatan lapangan kerja lokal, kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta tumbuhnya industri turunan seperti logistik, konstruksi, dan UMKM.

Buton bahkan dinilai berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia Timur, sekaligus menjadi hub distribusi aspal untuk kawasan Sulawesi, Maluku, dan Papua.

“Masalahnya bukan Buton tidak mampu, tetapi negara belum cukup serius membangun kapasitas itu,” tambah Bambang.

Meski demikian, ia mengakui bahwa pembangunan industri di Buton membutuhkan intervensi serius dari pemerintah, seperti pembangunan pelabuhan industri, pemberian subsidi energi dan logistik, insentif bagi investor, serta pengembangan sumber daya manusia.

Mengutip semangat kebangsaan Soekarno, Bambang menegaskan bahwa pembangunan nasional seharusnya tidak berpihak pada kelompok atau wilayah tertentu, melainkan untuk seluruh rakyat Indonesia secara adil dan merata.

Sebagai penutup, DPC PA GMNI Buton menyimpulkan bahwa pembangunan hilirisasi di Karawang dapat dipahami sebagai langkah percepatan jangka pendek.

Namun, untuk jangka panjang, pembangunan industri di Buton dinilai sebagai solusi yang lebih adil dan berkelanjutan demi mewujudkan pemerataan pembangunan nasional.****

Baca Juga:   Pembukaan Konferda V PA GMNI Jakarta Raya Dijadwalkan Sabtu (13/12/2025), Inilah Ketentuan Panitia Bagi Peserta yang akan Hadir

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Tragedi PRT Benhil, Koalisi Masyarakat Sipil: Jangan Lindungi Pelaku, Negara Harus Berdiri di Pihak Korban
Senin, 4 Mei 2026 | 17:38 WIB
Kedaulatan Rakyat Digugat, DPD GMNI Jakarta: Mengapa Pengadilan Militer Memperlakukan Korban Seperti Terpidana?
Senin, 4 Mei 2026 | 13:43 WIB
Soroti Kebijakan Menteri HAM, DPP GMNI: Perjuangan HAM Adalah Hak Setiap Warga Negara, Bukan Hak Formalitas yang Harus Disertifikasi oleh Negara
Senin, 4 Mei 2026 | 12:49 WIB
GMNI: Dana Abadi Kebudayaan Rp6 Triliun Harus Kembali ke Rakyat untuk Perluas Lapangan Kerja dan Perkuat Kedaulatan Bangsa
Senin, 4 Mei 2026 | 12:22 WIB
DPP GMNI Soroti Intimidasi dan Kekerasan terhadap Insan Pers di Indonesia
Senin, 4 Mei 2026 | 04:12 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Keterhilangan Eksistensial: Dari Krisis Kesadaran hingga Kolonisasi Atensi

Marhaenist.id - (Pengantar) Krisis kesadaran yang muncul di era digital menemukan bentuk…

Kooperasi dan Hegemoni Kapitalisme

Marhaenist.id - Sadar atau tidak, sistem kapitalisme hari ini telah menghegemoni manusia…

Foto: Deodatus Sunda Se, Direktur Institut Marhaenisme 27 (Dokpri)/MARHAENIST

Cipayung Plus dan Kolom Kelima

"General, con cuatro columnas avanzando hacia Madrid, ¿cuál tomará la ciudad?" ("Jenderal,…

Penuntun Kaum Buruh, Semaoen 1920

MARHAENIST - Dengan ini saya mengaturkan cerita hal serikat buruh pada saudara-saudara…

Wujudkan Generasi Emas 2045, DPD GMNI Sulbar Gelar Konferda Ke-II

Marhaenist.id, Mamasa - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

DPC GMNI Bantaeng Kutuk Keras Tindakan Represif Oknum ASN Dinas PUPR Sinjai terhadap Kader GMNI Sinjai

Marhaenist.id, Bantaeng - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Ahok: Mas Ganjar Paling Pantas Jadi Presiden, Layak Diperjuangkan

Marhaenist.id, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama yang baru saja mundur dari Komisaris…

Jadi Narasumber Dialog PA GMNI, Hasto Kristiyanto: Demokrasi Harus Kembali Berpijak pada Kekuatan Rakyat

Marhaenist.id, Jakarta – Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto mengangkat pentingnya gagasan restrukturisasi politik…

Anggota Wantimpres Soekarwo dan rombongan bersama Bupati Malang M Sanusi (paling kiri) pada saat meninjau Stadion Kanjuruhan, di Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (06/10/2022). TELEGRAF/Koeshondo W. Widjojo

Kunjungi Stadion Kanjuruhan, Wantimpres Siapkan Data Primer Bagi Jokowi

Marhaenist - Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) menyiapkan data-data primer untuk disampaikan kepada…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?