By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Pesan Emil Salim Kepada Ganjar: Kapal Mau Karam Kok Masih Bernyanyi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 28 Januari 2024 | 00:26 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ganjar Pranowo saat menemui ekonom yang juga mantan Menteri Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim di kediamannya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/01/2024)/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Ganjar Pranowo menemui ekonom yang sekaligus mantan Menteri Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim di kediamannya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/01/2024) malam.

Calon presiden nomor urut 3 itu mendapat pesan untuk menyelamatkan situasi bangsa dan negara melalui perumpamaan “kapal titanic mau nabrak es kok masih nyanyi-nyanyi” dari Emil Salim.

Ganjar tiba di kediaman sekira pukul 19.10 WIB, dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Emil Salim, kurang lebih dua jam.

Ditemui usai pertemuan, Ganjar mengaku banyak mendapat masukan dari Emil Salim berkaitan dengan permasalahan bangsa yang harus diselesaikan.

“Surprise saja buat saya karena tenyata beliau telah menulis surat ke saya cukup lama dan ingin menyampaikan beberapa poin penting, masukan sebagai seorang senior,” ujar Ganjar.

Ia menambahkan, poin yang disampaian di antaranya global climate change karena Emil Salim memang konsentrasi di bidang lingkungan.

“Beliau pernah menjadi menteri yang concern soal lingkungan. Sehingga beliau sampaikan bagaimana global climite change itu mesti mendapat perhatian. Beliau sampiakan sangat sistematis,” paparnya.

Penyelesaian itu, lanjut Ganjar, juga harus melihat potensi di Indonesia yang menghadapi bonus demografi, ada transisi energi, dan ada problem pangan.

“Kalau bicara itu semua harus simultan. Maka perencanaannya harus terbaik dimitigasi sungguh-sungguh. Ke depan kota menghadapi situasi yang memang tidak mudah. itu pesan yang menurut saya enting sekali untuk dilakukan,” ucapnya.

Ditambahkan Ganjar, Emil Salim juga meminta agar ke depan fokus membangun pendidikan untuk merespon situasi dunia yang berubah. Khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Situasi dunia yang berubah itu mesti direspon dengan pendidikan yang sangat baik, merata, dan berkeadilan. Itu keyword yang sangat bagus sekali dan beliau menyampaikan berulang-ulang kepada saya agar perhatikan Indonesia Timur,” terangnya.

Baca Juga:   Reshuffle Kabinet, Ugal-Ugalan Diakhir Masa Jabatan

Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu merasa senang telah berkesempatan bersilaturahmi dengan Emil Salim.

“Dan rasa-rasanya saya sedang mendapatkan kuliah singkat dari begawan ekonomi yang punya pengalaman luar biasa di banyak bidang. Saya senang sekali,” tuturnya.

Diungkapkan, Emil Salim sangat bersemangat saat memberikan masukan kepadanya. Bahkan, berulangkali mengepalkan tangan saat meminta penyelesaian atas problem yang ada.

“Problem itu saya kira semua sudah tahu. Tapi kenapa tidak ada strong leader yang mengambil keputusan. Mestinya disiapkan untuk menjemput 2045. beliau sambil mengepal tangan bilang cepat, cepat harus ada yang berani,” imbuh Ganjar.

Bahkan, Ganjar mengutip kalimat dari Emil Salim yang mengumpamakan situasi bangsa dan negara saat ini seperti Kapal Titanic yang akan menabrak gunung es.

“Itu situasi emosional beliau harapkan betul bahwa, eh, ada Kapal Titanic yang mau nabrak es kok kita masih nyanyi-nyanyi saja sih. Jadi ini situasi yang beliau gambarkan dengan sangat gamblang saya kira kita mampu mencerna artinya,” pungkas Ganjar.***

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Manifesto GMNI di Tengah Jerat Hegemoni Sosial
Rabu, 15 April 2026 | 14:58 WIB
Tanggapi Akan Adanya Pelaporan Firman Masengi, Pimred Marhaenist.id: Tuduhan Harus Diuji Secara Adil, Jangan Bungkam Ruang Kritik
Rabu, 15 April 2026 | 14:13 WIB
Mengapa Kepemilikan Alat Produksi tetap menjadikan Marhen Miskin?
Selasa, 14 April 2026 | 20:54 WIB
Routa Dikepung Oligarki Nikel dan Rakyat Dipinggirkan, DPP GMNI Bidang ESDM Siap Bergabung dalam Koalisi Besar Save Routa
Selasa, 14 April 2026 | 19:40 WIB
GMNI Cabang Bandung, Rumah yang Menghidupkan Pikiran dan Perjuangan
Selasa, 14 April 2026 | 19:26 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?

Marhaenist.id - Di ruang-ruang diskusi dan meja ngopi, banyak yang bertanya, apakah…

Wacana Kenaikan BBM, GMNI Soroti Penyelewengan Distributor

Marhaenist - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP…

Aksi Turun Gunung SBY Melawan Oligarki Rezim, Berhasilkah?

Marhaenist - Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melemparkan…

DPC GMNI Binjai Beri Raport Merah Terhadap Kinerja Kadis PUPR Kota

Marhaenist.id, Binjai - Raport merah sebagai kinerja buruk sepertinya cocok diberikan oleh…

Pj Bupati Jombang Ingatkan Pesan Bung Karno Pada Pekerja Saat Hari Buruh Internasional

Marhaenist.id, Jombang - Peringatan Hari Buruh Internasional di Kabupaten Jombang dilakukan oleh…

Mengapa PDI Perjuangan Memecat Joko Widodo?

Marhaenist.id, Jakarta - PDI Perjuangan resmi memecat pemecatan Joko Widodo (Jokowi), Gibran…

Lebaran di Tengah Cobaan: Menggali Makna Tahan Menderita dari Pesan Bung Karno

Marhaenist.id - Lebaran tahun ini mungkin berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Kita mungkin…

Pemerintah dan Praktik Manipulasi dalam Proyek Strategis Nasional pada Pengembangan Pantai Indah Kapuk (PIK 2)

Marhaenist.id - Di perairan Kabupaten Tangerang, Banten, ditemukan pagar laut sepanjang 30,16…

GMNI Berduka, Senior GMNI Antasari Azhar Telah Berpulang Kepada Sang Khalik

Marhaenist.id, Tangsel - Antasari Azhar, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?