By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Selamat Datang di “AI New Normal”
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Polithinking

Pesan Emil Salim Kepada Ganjar: Kapal Mau Karam Kok Masih Bernyanyi

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Minggu, 28 Januari 2024 | 00:26 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Ganjar Pranowo saat menemui ekonom yang juga mantan Menteri Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim di kediamannya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/01/2024)/Marhaenist.id.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Ganjar Pranowo menemui ekonom yang sekaligus mantan Menteri Urusan Kependudukan dan Lingkungan Hidup, Emil Salim di kediamannya di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/01/2024) malam.

Calon presiden nomor urut 3 itu mendapat pesan untuk menyelamatkan situasi bangsa dan negara melalui perumpamaan “kapal titanic mau nabrak es kok masih nyanyi-nyanyi” dari Emil Salim.

Ganjar tiba di kediaman sekira pukul 19.10 WIB, dan langsung melakukan pertemuan tertutup dengan Emil Salim, kurang lebih dua jam.

Ditemui usai pertemuan, Ganjar mengaku banyak mendapat masukan dari Emil Salim berkaitan dengan permasalahan bangsa yang harus diselesaikan.

“Surprise saja buat saya karena tenyata beliau telah menulis surat ke saya cukup lama dan ingin menyampaikan beberapa poin penting, masukan sebagai seorang senior,” ujar Ganjar.

Ia menambahkan, poin yang disampaian di antaranya global climate change karena Emil Salim memang konsentrasi di bidang lingkungan.

“Beliau pernah menjadi menteri yang concern soal lingkungan. Sehingga beliau sampaikan bagaimana global climite change itu mesti mendapat perhatian. Beliau sampiakan sangat sistematis,” paparnya.

Penyelesaian itu, lanjut Ganjar, juga harus melihat potensi di Indonesia yang menghadapi bonus demografi, ada transisi energi, dan ada problem pangan.

“Kalau bicara itu semua harus simultan. Maka perencanaannya harus terbaik dimitigasi sungguh-sungguh. Ke depan kota menghadapi situasi yang memang tidak mudah. itu pesan yang menurut saya enting sekali untuk dilakukan,” ucapnya.

Ditambahkan Ganjar, Emil Salim juga meminta agar ke depan fokus membangun pendidikan untuk merespon situasi dunia yang berubah. Khususnya di wilayah Indonesia Timur.

“Situasi dunia yang berubah itu mesti direspon dengan pendidikan yang sangat baik, merata, dan berkeadilan. Itu keyword yang sangat bagus sekali dan beliau menyampaikan berulang-ulang kepada saya agar perhatikan Indonesia Timur,” terangnya.

Baca Juga:   Perempuan Garda Depan Pemenangan Pasangan Pram dan Rano

Capres yang berpasangan dengan Mahfud MD itu merasa senang telah berkesempatan bersilaturahmi dengan Emil Salim.

“Dan rasa-rasanya saya sedang mendapatkan kuliah singkat dari begawan ekonomi yang punya pengalaman luar biasa di banyak bidang. Saya senang sekali,” tuturnya.

Diungkapkan, Emil Salim sangat bersemangat saat memberikan masukan kepadanya. Bahkan, berulangkali mengepalkan tangan saat meminta penyelesaian atas problem yang ada.

“Problem itu saya kira semua sudah tahu. Tapi kenapa tidak ada strong leader yang mengambil keputusan. Mestinya disiapkan untuk menjemput 2045. beliau sambil mengepal tangan bilang cepat, cepat harus ada yang berani,” imbuh Ganjar.

Bahkan, Ganjar mengutip kalimat dari Emil Salim yang mengumpamakan situasi bangsa dan negara saat ini seperti Kapal Titanic yang akan menabrak gunung es.

“Itu situasi emosional beliau harapkan betul bahwa, eh, ada Kapal Titanic yang mau nabrak es kok kita masih nyanyi-nyanyi saja sih. Jadi ini situasi yang beliau gambarkan dengan sangat gamblang saya kira kita mampu mencerna artinya,” pungkas Ganjar.***

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Desak Pengusutan Terbuka Dugaan Kekerasan Oknum Brimob di Kota Tual yang Tewaskan Anak 14 Tahun
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:25 WIB
Selamat Datang di “AI New Normal”
Minggu, 22 Februari 2026 | 00:06 WIB
Kader GMNI Kota Palu Desak Transparansi Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Aparat di Tual
Sabtu, 21 Februari 2026 | 22:13 WIB
Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!
Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:25 WIB
Megawati Institute: Temuan KPF adalah Alarm Demokrasi. Pemerintah Perlu Segera Melakukan Investigasi Independen dan Terbuka
Jumat, 20 Februari 2026 | 13:15 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

GMNI Kecam Aksi Pencurian yang Marak Terjadi di Kabupaten Touna

Marhaenist.id, Touna - Aksi pencurian yang kerap terjadi di Kabupaten Tojo Una-Una…

Koalisi Mahasiswa Balikpapan: HUT RI dan IKN Untuk Siapa?

Marhaenist.id - Konflik agraria telah menjadi permasalahan mendalam yang menghantui tanah air…

Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Marhaenist.id, Jakarta - Serikat Pemuda Nusa Tenggara Timur (SP-NTT) menilai gempuran investasi…

Foto: Pernyataan Sikap GMNI Jakarta Selatan. MARHAENIST

Pernyataan Sikap GMNI Jaksel: Cabut UU TNI dan RUU Kepolisian Negara serta Mendesak Reformasi Kepolisian yang Demokratis

Proses Historis: Dari Militerisme Orde Baru Ke Reformasi Yang Mandeg Sejarah Indonesia…

Apresiasi Langkah Kejari, Ketua GMNI Inhil: Bongkar Tuntas Jaringan Korupsi di Indragiri Hilir

Marhaenist.id, Indragiri Hilir - Kejaksaan Negeri (Kejari) Indragiri Hilir (Inhil) membuat press…

Gelar Musda, Kader GMNI Terpilih Secara Aklamasi Sebagai Ketua KNPI Pemalang 

Marhaenist.id, Pemalang - Kader Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Fatkhu Rozaq Agung…

Peristiwa Cikini: Upaya Pembunuhan Terhadap Presiden Soekarno

Marhaenist.id - Pada tanggal 30 November 1957 terjadi upaya pembunuhan terhadap Presiden…

Toleransi Beragama: Jalan Hidup Damai Antar Umat Beragama di Indonesia

Marhaenist.id - Ketika anda menganggap pemeluk agama lain adalah sesat, memangnya mereka…

Konsep “Partai Perorangan” PSI

Marhaenist.id - Partai Solidaritas Indonesia (PSI) selama ini dikenal sebagai partai yang…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?