By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

Pernyataan Sikap GMNI Jaksel: Cabut UU TNI dan RUU Kepolisian Negara serta Mendesak Reformasi Kepolisian yang Demokratis

Trian Walem
Trian Walem Diterbitkan : Minggu, 6 April 2025 | 19:53 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Foto: Pernyataan Sikap GMNI Jakarta Selatan. MARHAENIST
Foto: Pernyataan Sikap GMNI Jakarta Selatan. MARHAENIST
Bagikan

Proses Historis: Dari Militerisme Orde Baru Ke Reformasi Yang Mandeg

Sejarah Indonesia pasca-kemerdekaan tidak bisa dilepaskan dari peran dominan militer dalam politik dan pemerintahan. Pada masa Orde Baru (1966-1998), TNI (dulu ABRI) menjadi pilar utama rezim otoritarian melalui doktrin Dwi Fungsi ABRI, yang melegitimasi intervensi militer di segala aspek kehidupan berbangsa.

Daftar Konten
Proses Historis: Dari Militerisme Orde Baru Ke Reformasi Yang MandegBerdasarkan proses historis di atas, GMNI Cabang Jakarta Selatan menilai:TUNTUTAN GMNI CABANG JAKARTA SELATAN:1. Cabut UU TNI dan Tolak RUU Kepolisian!
  • Era Orde Baru:

Militer tidak hanya bertugas di bidang pertahanan, tetapi juga menguasai pos-pos strategis di pemerintahan, bisnis, dan parlemen. Polri (waktu itu masih bagian dari ABRI) berfungsi sebagai alat represi rezim, termasuk dalam pembungkaman demokrasi, penculikan aktivis, dan pelanggaran HAM berat seperti peristiwa Tanjung Priok (1984), Talangsari (1989), dan penembakan mahasiswa Trisakti (1998).

  • Reformasi 1998 dan Janji Demiliterisasi:

Pasca-keruntuhan Soeharto, tuntutan reformasi total termasuk penghapusan Dwi Fungsi ABRI dan pemisahan Polri dari TNI (1999). TNI secara resmi ditarik dari politik praktis, tetapi warisan struktural dan budaya militerisme tetap hidup melalui doktrin “Peran Politik TNI” yang terselubung.

  • Kemunduran Demokrasi Pasca-Reformasi:

UU TNI No. 34/2004 tidak sepenuhnya memutus mata rantai militerisme, karena masih membuka celah intervensi sipil melalui Operasi Militer Selain Perang (OMSP). Polri gagal bereformasi menjadi institusi yang profesional dan akuntabel, terbukti dari maraknya kasus kekerasan aparat, impunitas, dan politisasi kepolisian (contoh: penanganan demo buruh, kriminalisasi aktivis, hingga represi mahasiswa). RUU Kepolisian yang sedang digodok justru mengancam demokrasi dengan memperluas kewenangan represif Polri tanpa pengawasan memadai.

Baca Juga:   Jalan Rusak Loloda Utara Kembali Telan Korban, GMNI Halut Desak Pemprov dan Pemkab Bertanggung Jawab

Berdasarkan proses historis di atas, GMNI Cabang Jakarta Selatan menilai:

UU TNI dan RUU Kepolisian adalah bentuk kemunduran reformasi yang mengembalikan Indonesia ke pola Orde Baru. Tanpa reformasi sejati, TNI/Polri akan terus menjadi alat kekuasaan, bukan pelindung rakyat. Gerakan mahasiswa memiliki tanggung jawab sejarah untuk melanjutkan perjuangan 1998 dalam menegakkan civilian supremacy.

TUNTUTAN GMNI CABANG JAKARTA SELATAN:

1. Cabut UU TNI dan Tolak RUU Kepolisian!

Kembalikan TNI ke BARAK dan pada fungsi pertahanan murni, hapuskan OMSP yang sarat intervensi sipil dan Tolak RUU Kepolisian yang mengancam kebebasan sipil dan mengukuhkan represi.

2. Reformasi Kepolisian yang Demokratis!

Polri harus belajar dari sejarah kelam sebagai alat rezim dan bertransformasi menjadi institusi yang melayani publik.

3. Wujudkan Supremasi Sipil!

Kita tidak boleh mengulang kesalahan Orde Baru yang membiarkan militer menguasai kehidupan demokrasi.

Jakarta, 05 Maret 2025

Hormat kami,
Dewan Pimpinan Cabang
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia
(GMNI)
Jakarta Selatan

 

Deodatus Sunda Se (Ketua GMNI Jaksel

Erdison (Sekretaris GMNI Jaksel)

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Reforma Agraria dan Krisis Keadilan Sosial
Kamis, 15 Januari 2026 | 15:13 WIB
Ketua GMNI NTT Desak Presiden Prabowo Tetapkan Perangkat Desa sebagai ASN atau PPPK
Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08 WIB
Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal
Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
GMNI Jakarta Selatan Serukan Aksi Solidaritas untuk Laras Faizati dan Aktivis yang Dikriminalisasi
Kamis, 15 Januari 2026 | 01:27 WIB
Etika Negara Demokrasi: Ketika Kekuasaan Harus Tunduk pada Kepercayaan Rakyat
Rabu, 14 Januari 2026 | 22:55 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

DPK GMNI UNM Siap Jadi Patron Persatuan GMNI di Kota Makassar

Marhaenist.id, Makassar - Dewan Pengurus Komisariat (DPK) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

GMNI Harus Kembali ke Jalan Persatuan

Marhaenist.id - Dalam beberapa tahun terakhir, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menghadapi…

Survei Terbaru, Ganjar Terus Meroket Puncaki Elektabilitas Capres

Marhaenist - Lembaga Charta Politika Indonesia merilis survei terbaru terkait elektabilitas calon…

Pesan Terakhir Ki Hadjar Pada Bung Karno

Marhaenist.id - Bung Karno membesuk Ki Hadjar Dewantoro sekitar April 1959, salah…

Gelar Kampanye Publik di Hari Sumpah Pemuda, GMNI Jaktim: Kami Melonak Sikap Apatisme terhadap Persoalan Bangsa dan Negara

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kooperasi dan Hegemoni Kapitalisme

Marhaenist.id - Sadar atau tidak, sistem kapitalisme hari ini telah menghegemoni manusia…

Mengenal Aliran-Aliran Filsafat!

Marhaenist.id - Ada satu teman bertanya yang telah lama mengusik dalam pikirannya.…

Persatuan Alumni GMNI Konsolidasikan Kaum Nasionalis di Sumbar

Marhaenist - Ketua Umum DPP Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA…

Gemini Club Prediksikan Ganjar-Mahfud Akan Menang Tipis Pada Pilpres 2024

Marhaenist.id, Jakarta - Debat capres-cawapres dinilai bisa berpengaruh secara signifikan terhadap elektabilitas…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?