By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
DPP GMNI Desak TGPF Bongkar Rantai Komando Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Penasaran Dengan Film Dokumenter “Pesta Babi” yang Lagi Viral, Beginilah Cara Nontonya!
Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
IndonesianaInfokini

Penasaran Dengan Film Dokumenter “Pesta Babi” yang Lagi Viral, Beginilah Cara Nontonya!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 12 Mei 2026 | 13:23 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Player tentang bagaimana cara nonton Film Pesta Babi (Dok. Penyelenggara)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Film dokumenter bertajuk “Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita” mulai ramai beredar dan viral di media sosial serta menjadi perbincangan publik dan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran dianggap sebagai ancaman bagi negara.

Film Pesta Babi sendiri mengangkat tema “Kolonialisme di Zaman Kita” dan disebut menjadi salah satu film dokumenter yang menyoroti persoalan eksploitasi sumber daya alam serta kehidupan masyarakat adat di Papua.

Film tersebut mengangkat isu eksploitasi sumber daya alam dan kehidupan masyarakat adat Papua di tengah praktik kolonialisme modern yang dinilai masih berlangsung hingga hari ini.

Pemutaran film tersebut didukung oleh sejumlah organisasi dan media, di antaranya Jubi.id, Greenpeace Indonesia, Yayasan Pusaka Bentala Rakyat, Watchdoc, serta LBH Papua Merauke.

Mereka mengajak publik untuk memperluas ruang diskusi mengenai situasi sosial, lingkungan, dan hak-hak masyarakat adat di Papua melalui medium film dokumenter.

Film Pesta Babi disebut menghadirkan potret kehidupan masyarakat Papua yang berhadapan dengan ekspansi industri dan proyek-proyek besar yang dianggap mengancam ruang hidup masyarakat adat.

Tema “kolonialisme di zaman kita” menjadi kritik terhadap praktik pembangunan yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada rakyat lokal.

Bagi yang penasaran dengan film dokumenter nya, film tersebut kini dapat ditonton masyarakat luas melalui skema nonton bareng (nobar) yang dibuka secara publik oleh penyelenggara.

Berdasarkan informasi yang tercantum dalam poster resmi yang beredar di media sosial, masyarakat cukup mengumpulkan minimal 10 orang peserta untuk bisa mengadakan pemutaran film tersebut.

Setelah memenuhi syarat tersebut, penyelenggara akan mengirimkan file film kepada pihak yang mendaftar.

Program nobar ini mulai dibuka sejak 27 April dan ditujukan untuk memperluas diskusi publik mengenai kondisi sosial, lingkungan, dan kehidupan masyarakat adat Papua yang diangkat dalam film dokumenter tersebut.

Baca Juga:   Pernyataan Sikap SP-NTT: Polemik Geothermal Flores-Lembata dan Polemik Investasi di Pulau Padar Taman Nasional Komodo

Dalam poster dijelaskan, terdapat beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh penyelenggara nobar, di antaranya:

1. Dilarang menyebarkan film dalam bentuk apa pun.

2. Wajib mengirimkan dokumentasi kegiatan nobar.

3. Film akan dikirim setelah penyelenggara mengunggah poster nobar di media sosial dan menandai akun: @idbaruid, @newsjubi, @yayasanpusaka, @watchdoc_insta, @lbhpapuamerauke, dan @greenpeaceid dengan tagar #PapuaBukanTanahKosong.

Player besar tentang bagaimana cara nonton Film Pesta Babi (Dok. Penyelenggara)/MARHAENIST.

Poster tersebut juga mencantumkan tautan pendaftaran nobar melalui laman bit.ly/musimnobar_pestababi serta nomor narahubung 0823-2301-8859 bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut.

Ajakan nobar ini mendapat perhatian luas di media sosial karena dianggap menjadi cara alternatif membangun ruang diskusi publik melalui pemutaran film dokumenter secara kolektif di berbagai daerah.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

DPP GMNI Desak TGPF Bongkar Rantai Komando Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis
Selasa, 12 Mei 2026 | 14:47 WIB
Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
Senin, 11 Mei 2026 | 17:58 WIB
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Senin, 11 Mei 2026 | 17:16 WIB
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Senin, 11 Mei 2026 | 12:16 WIB
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:33 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Foto: Fauzan Luthsa, Analis Geopolitik Eurasia Strategi Institute (Dokpri)/MARHAENIST.

Peta Baru Kekuasaan Kazakhstan Pasca-Referendum

Marhaenist.id, Jakarta, – Kazakhstan memasuki fase baru dalam konfigurasi politiknya setelah referendum…

Polemik Pembangunan Kopdes Merah Putih, GMNI Kendari Bongkar Dugaan Penyerobotan Lahan Warga oleh Kepala Desa Polindu

Marhaenist.id, Kendari — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Komplikasi Program Makan Bergizi Gratis

Marhaenist.id - Gagasan Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai diperkenalkan ke publik pada…

Sukarno: Islam Harus Berjuang Mengalahkan Kekolotan

MARHAENIST - Sukarno membayangkan perjuangan paling bermanfaat bagi umat Islam adalah perjuangan…

GMNI Surabaya Kecam Aksi Oknum Ormas, Dukung Kepolisian Tegakkan Hukum dan Lindungi Warga Lansia

Marhaenist.id, Surabaya — Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Inginkan Persatuan, DPC GMNI Oku Timur Menolak Tegas Kongres GMNI di Kota Bandung

Marhaenist.id, Oku Timur- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Antara Dapur MBG dan Nyawa di Kota Tual: GMNI Jakarta Timur Dukung Penuh Kapolri Jadi Petani!

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Berjuang Tak Selalu Harus Dengan Moncong Senjata

Marhaenist.id - Perjuangan tidak tunggal. Bung Karno memilih jalur politik karena yakin…

Revolusi Industri 4.0 dan Ancaman Pemiskinan Struktural Kaum Buruh

Marhaenist.id - Revolusi Industri 4.0, yang ditandai dengan integrasi teknologi digital, kecerdasan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?