By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar GMNI

DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Senin, 11 Mei 2026 | 17:16 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Bung Gio dan Bung Almendo dari GMNI IPB turun langsung berdialog bersama masyarakat nelayan dan Komunitas Nelayan Cilincing (Dok. GMNI IPB)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Institut Pertanian Bogor (IPB) menyoroti dampak pembangunan reklamasi dan proyek tol laut terhadap kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara.

Hal tersebut disampaikan setelah Bung Gio dan Bung Almendo dari GMNI IPB turun langsung berdialog bersama masyarakat nelayan dan Komunitas Nelayan Cilincing (KUNCI).

Dalam kunjungan tersebut, GMNI IPB melihat langsung kondisi pesisir yang dinilai semakin memprihatinkan akibat pencemaran industri dan penyempitan ruang tangkap nelayan.

Air laut yang menghitam, aroma limbah yang menyengat, hingga kepungan aktivitas industri menjadi potret nyata kondisi pesisir Cilincing saat ini.

Ketua Komunitas Nelayan Cilincing (KUNCI), Bang Edi, mengungkapkan bahwa perubahan kondisi laut telah sangat memengaruhi kehidupan nelayan kecil.

“Dulu satu mil sudah ada ikan. Sekarang harus jauh, karena laut dekat pesisir sudah tercemar dan ruang tangkap makin sempit,” ujarnya, Senin (11/5/2026).

Foto: Kehidupan masyarakat nelayan di pesisir Cilincing, Jakarta Utara (Dok. GMNI IPB)/MARHAENIST.

GMNI IPB menilai, persoalan yang dihadapi nelayan saat ini bukan sekadar menurunnya hasil tangkapan, melainkan penyempitan ruang hidup yang terjadi secara sistematis akibat reklamasi, pembangunan tol laut, serta proyek-proyek pesisir lainnya.

Akibat kondisi tersebut, nelayan dipaksa melaut lebih jauh dengan biaya operasional yang semakin tinggi dan risiko keselamatan yang lebih besar.

Selain itu, pembangunan tanggul beton dan proyek pesisir tertentu juga dikhawatirkan memengaruhi arus laut saat musim barat yang dapat mengancam keselamatan kapal-kapal kecil milik warga.

Meski menghadapi berbagai tekanan, masyarakat nelayan Cilincing dinilai tetap berupaya bertahan melalui berbagai inovasi lokal.

Mulai dari perubahan metode budidaya kerang hingga gagasan pembangunan keramba sebagai alternatif ekonomi masyarakat pesisir.

Penampakan Proyek Pembangunan Reklamasi dan proyek tol laut di pesisir Cilincing, Jakarta Utara (Dok. GMNI IPB)/MARHAENIST.

GMNI IPB menegaskan bahwa masyarakat pesisir bukan kelompok yang tidak mampu beradaptasi. Namun, mereka membutuhkan dukungan nyata berupa perlindungan lingkungan, akses teknologi, riset, serta kebijakan yang berpihak kepada rakyat kecil.

Baca Juga:   DPC GMNI Tangsel Periode 2025–2027 Resmi Dilantik, Tekankan Reaktualisasi Gerakan Mahasiswa di Era Digital

Selain bergerak dalam isu nelayan, KUNCI juga dinilai berhasil membangun kesadaran sosial masyarakat melalui kegiatan seni, budaya, olahraga, hingga advokasi lingkungan.

Berbagai gerakan yang dilakukan masyarakat Cilincing dipandang sebagai upaya menjaga identitas kampung nelayan sekaligus mempertahankan ruang hidup mereka.

GMNI IPB menegaskan bahwa kritik masyarakat pesisir bukanlah bentuk penolakan terhadap pembangunan, melainkan kritik terhadap pembangunan yang dinilai eksklusif dan minim partisipasi rakyat.

“Ketika laut tercemar, ruang tangkap menyempit, dan nelayan dipinggirkan dari kebijakan, maka yang dipertaruhkan bukan hanya ekonomi masyarakat pesisir, tetapi juga keadilan sosial dan kedaulatan maritim bangsa,” tegas GMNI IPB.

GMNI IPB juga meminta negara, pemerintah daerah, dan instansi terkait agar memastikan setiap pembangunan di wilayah pesisir berjalan dengan prinsip keadilan ekologis, partisipasi masyarakat, dan perlindungan ruang hidup nelayan kecil.

Menurut GMNI IPB, persoalan yang terjadi di Cilincing menjadi cerminan penting tentang sejauh mana negara hadir melindungi kaum Marhaen di wilayah pesisir.

“Pembangunan tanpa keberpihakan hanya akan melahirkan ketimpangan baru. Jika suara nelayan terus diabaikan, maka yang tersisa kelak bukan lagi kampung nelayan, melainkan kampung tembok yang tercemar,” tutupnya.***

Penulis: Redaksi/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Kawal Dugaan Korupsi Proyek KDMP Rp112 T, Aliansi Mahasiswa Jakarta Gelar Aksi Ketiga & Serahkan Berkas Laporan Resmi ke Kejaksaan Agung
Kamis, 11 Juni 2026 | 19:02 WIB
Di Balik Kenaikan BBM: Ketika Beban Fiskal Dialihkan kepada Masyarakat dan Paradoks Swasembada Energi
Kamis, 11 Juni 2026 | 18:02 WIB
DPC GMNI Jakarta Timur Serukan “Revolusi Total”, Soroti Krisis Ekonomi hingga Dugaan Korupsi Program Strategis Negara
Kamis, 11 Juni 2026 | 08:55 WIB
Papan Catur Global dan Jerat Fosil: Menggugat Rabun Jauh Penguasa atas Kenaikan BBM dan Hilangnya Marwah Bangsa
Rabu, 10 Juni 2026 | 22:54 WIB
Prof. Ikrar Nusa Bhakti Soroti Minimnya Keterlibatan Dubes dalam Kunjungan Luar Negeri Presiden Prabowo
Rabu, 10 Juni 2026 | 14:21 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Penggusuran di Padang Halaban Oleh PT. SMART di Bawah Pengawalan Aparat adalah Bukti Keberpihakan Negara kepada Korporat

Marhaenist.id - Penggusuran rumah dan lahan warga di Padang Halaban, Kabupaten Labuhanbatu…

Masa Tenang, Ganjar Pilih Kulineran di Semarang

Marhaenist.id, Semarang - Di masa tenang, Ganjar Pranowo makan malam bersama Cak…

Seleksi CPNS Akan Segera Dibuka, Siapkan Dirimu Ini Jadwal Pendaftarannya

Marhaenist - Pendaftaran CPNS 2024 dikabarkan akan mulai dibuka pada bulan Juli.…

Warga Demak Korban Banjir Sukacita Ditengok Ganjar

Marhaenist.id, Demak - Duka mendalam akibat bencana banjir terlihat di wajah para…

1.000 Ton Beras dan 580 Ribu Ayam dari AS, Bayu Saongko: Diplomasi Dagang Tanpa Ketergantungan

Marhaenist.id, Surabaya - Pengamat geopolitik Nusantara, Bayu Sasongko, mengajak publik melihat kebijakan impor…

DPP GMNI Tolak Klausul Transfer Data dalam Perjanjian Perdagangan Indonesia–Amerika Serikat, Dinilai Ancam Kedaulatan Digital Nasional

Marhaenist.id, Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Kehadiran TNI di Sidang Korupsi Nadiem Makarim Dinilai Ancam Independensi Peradilan, DPP GMNI: Alarm Bahaya Supremasi Sipil

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Pulau Buru dan Pengarahan Tenaga Kerja Tapol

Marhaenist.id - Pada tahun 1969, 800-an tahanan politik yang dituduh terlibat dalam…

DPC GMNI Binjai Soroti Dugaan Mark Up Dana Rutin di Dinas Kesehatan Kota

Marhaenist.id, Binjai - Kasus dugaan pemotongan dana rutin yang mencuat dibeberapa Organisasi…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?