By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Paul Finsen Mayor: Negara Harus Membaca Budaya Geopolitik Papua, Bukan Memaksakan Modal

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 15 Januari 2026 | 09:03 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Paul Fisen Mayor, Anggota DPD RI asal Papua Barat Daya (Dokpri)/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id, Jakarta – Interupsi Senator Papua Barat Daya, Paul Finsen Mayor, dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjadi penanda penting perlawanan politik rakyat Papua terhadap arah pembangunan nasional yang dinilai semakin menjauh dari kebutuhan riil masyarakat adat.

Dalam forum resmi negara tersebut, Finsen secara tegas meminta Presiden RI Prabowo Subianto menghentikan ekspansi perkebunan kelapa sawit di Papua.

Di hadapan forum paripurna, Finsen menegaskan bahwa penolakan terhadap sawit merupakan kehendak langsung masyarakat adat Papua, bukan sikap personal atau manuver politik sesaat.

“Pimpinan, masyarakat adat di Papua itu menolak wacana sawit di Papua. Jadi nanti sampaikan ke Pak Prabowo sama Bahlil itu setop dengan barang itu karena orang Papua tidak suka,” tegas Finsen di hadapan forum paripurna, usai dipersilakan berbicara oleh Ketua DPD RI Sultan Najamudin, Rabu (14/01/2026).

Penolakan tersebut, menurut Finsen, bukan sekadar persoalan komoditas atau investasi, melainkan kritik mendasar terhadap model ekonomi ekstraktif yang selama ini menjadikan Papua sebagai wilayah ekspansi modal, bukan sebagai subjek pembangunan.

Ia menilai, kebijakan sawit di Papua berpotensi mengulang pola lama eksploitasi sumber daya alam yang mengorbankan tanah adat, hutan, dan ruang hidup masyarakat.

Dalam perspektif budaya geopolitik Nusantara dan Marhaenisme, sawit dipandang bukan sebagai simbol kemajuan, melainkan sebagai bentuk perampasan alat produksi rakyat, yang meminggirkan posisi orang Papua dalam sistem ekonomi nasional.

Finsen yang juga merupakan Alumni GMNI menekankan bahwa pembangunan sejati harus bertumpu pada kedaulatan rakyat atas tanahnya, bukan pada perluasan konsesi korporasi.

Selain menolak ekspansi sawit, Finsen juga melontarkan kritik keras terhadap pembentukan batalion ketahanan pangan di Papua. Menurutnya, pelibatan pendekatan keamanan dalam isu pangan justru menunjukkan kegagalan negara membaca kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga:   Pelantikan PA GMNI, Megawati: Sering Kali Orang Lupa Dengan Sumpah

“Itu didatangkan apa, batalion pertanian atau perkebunan? Orang Papua butuh sekolah dan rumah sakit, bukan markas tentara,” ujar Finsen.

Pernyataan tersebut mempertegas paradoks pembangunan di Papua: ketika negara berbicara tentang ketahanan pangan dan kedaulatan wilayah, yang dihadirkan justru struktur militer, bukan penguatan kapasitas produksi rakyat. Dalam pandangan Marhaenisme, ketahanan pangan sejati lahir dari rakyat yang berdaulat atas tanahnya, bukan dari disiplin senjata atas ruang hidup.

Finsen pun meminta pimpinan DPD RI agar menyampaikan pesan tegas ini langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, guna menghentikan kebijakan yang dinilai tidak sensitif terhadap realitas sosial, budaya, dan ekologis Papua.

Menanggapi interupsi tersebut, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin yang memimpin rapat menyatakan pihaknya akan mengupayakan pertemuan langsung dengan Presiden untuk menyampaikan aspirasi yang sama.

“Kita sedang mencari jadwal ketemu, termasuk dengan Pak Presiden, dalam rapat konsultasi untuk menyampaikan hal yang sama,” kata Sultan.

Isu sawit, ketahanan pangan, dan pendekatan keamanan di Papua kembali menjadi sorotan nasional. Bagi banyak kalangan, sikap Senator Paul Finsen Mayor mencerminkan tuntutan agar negara mengoreksi arah geopolitik-ekonomi di Papua, dari wilayah yang dipandang sebagai frontier strategis dan ladang ekspansi modal, menuju Papua sebagai rumah rakyat, ruang hidup masyarakat adat, dan bagian utuh peradaban Nusantara, sebagaimana amanat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.***

Penulis: Sang/Editor: Bung Wadhaar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Bakercab GMNI Bandung Desak DPRD Kota Bandung Tolak LKPJ Pemkot Bandung
Senin, 11 Mei 2026 | 17:58 WIB
DPK GMNI IPB Soroti Dampak Reklamasi dan Tol Laut terhadap Nelayan Cilincing
Senin, 11 Mei 2026 | 17:16 WIB
Hantu Film Pesta Babi: Seseram Apakah bagi Pemerintahan Prabowo-Gibran?
Senin, 11 Mei 2026 | 12:16 WIB
Soekarno, Marhaenisme, dan Krisis Demokrasi Modern
Minggu, 10 Mei 2026 | 19:33 WIB
Lanjutkan Program Bersama PA GMNI, PERADI UTAMA Buka PKPA Beasiswa Murni Batch 3 untuk Kader GMNI se-Indonesia
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:02 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Mahasiswa Cipayung Plus Kota Medan temui Ganjar Pranowo diskusikan energi baru terbarukan. MARHAENIST

Temui Ganjar, Mahasiswa Cipayung Plus Diskusikan Energi Baru Terbarukan

Marhaenist - Sejumlah organisasi mahasiswa yang tergabung Kelompok Cipayung Plus Kota Medan…

Ibu, Ibu, dan Sejarah Hari Ibu

Marhaenist.id - Setiap tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu. Peringatan Hari…

Wacana Revisi UU Pilkada Menguat, Didin Indra Saputra: Demokrasi Jangan Mundur

Marhaenist.id, Jakarta – Wacana revisi Undang-Undang Pemilihan Kepala Daerah (UU Pilkada) yang…

Foto: Warga Kebun Sayur Geruduk Polda Metro Jaya Untuk Bebaskan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpah Syarat/MARHAENIST

Polda Metro Jaya Jakarta Didatangi Warga Kebun Sayur, Tuntut Pembebasan Pak Juned dan Pak Jumadi Tanpa Syarat

Marhaenist.id, Jakarta - Warga Kebon Sayur bersama Aliansi Perjuangan Warga Kebon Sayur…

Prabowonomics vs Pemikiran Bung Hatta: Pertarungan Dua Zaman dalam Satu Konstitusi

Marharnist.id - Perdebatan antara pendekatan ekonomi yang hari ini dikenal sebagai Prabowonomics…

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. FILE/Dok PDIP

Bertemu Dengan Muhaimin Iskandar, Puan: Begini Saja Sudah Sinyal

Marhaenist - Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani tidak menampik adanya potensi…

Peningkatan PPN akan Menjadi Disinsentif Bagi Masyarakat Kecil

Marhaenist.id - Keputusan pemberlakuan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 12 persen…

Bangun Karakter Mahasiswa Berasaskan Marhaenisme, GMNI Pekalongan Adakan PPAB

Marhaenist - Jajaran pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Pekalongan mengadakan…

Tolak Perusahaan Sawit di Wilayah Adat Suku MOI Kabupaten Sorong Papua

Marhaenist.id - Dengan Kabar baru dari pemerintah pusat melalui menteri ESDM bahwa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?