By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Mungkin Lebih Baik GMNI Dibubarkan Saja!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Selasa, 5 Agustus 2025 | 22:27 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Foto: Silvester Mbete, Alumni GMNI/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Sebagai mantan aktifis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ), ketika menjelang pelaksanaan Kongres XXII di Bandung – Jawa Barat, seorang sahabat lama alumni GMNI bertanya kepada saya, “Bung Sil ente mau hadir gak pada acara Kongres GMNI di Bandung ? Saya langsung katakan bahwa saya tidak mau ikut- ikutan gawe – gawe di acara itu. Biarlah adik menentukan jalan mereka sendiri”.

Ketika Kongres mulai digelar, disaat pembukaan saya tidak melihat seorang pejabat tinggi negara yang membuka Kongres. Ternyata yang membuka Kongres bukan Presiden/Wakil Presiden atau minimal Menteri Pemuda dan Olahraga, ternyata yang membuka Kongres itu adalah salah seorang alumni Senior.

Menyaksikan perhelatan itu, dalam hati saya berkesimpulan bahwa Organisasi GMNI yang dimasa lalu menjadi kebanggaan saya, ternyata tidak lagi dipandang sebagai organisasi Mahasiswa yang layak diperhitungkan dalam percaturan politik kebangsaan kaum muda Indonesia.

Mengamati pergumulan adik-adik dalam arena Kongres, ternyata ketika Kongres baru berjalan sehari sudah terjadi hura-hara. Dan persidangan Kongres pun mengalami Dead lock. Kalau Dead lock 3 atau 4 jam itu biasa, dan itu menjadi bagian dari sebuah dinamika berkongres atau jenis apapun dan dalam organisasi apapun itu hal yang lumrah. Tetapi ketika Dead lock nya berlangsung berhari – hari, itu bukan lagi hal yang biasa tapi itu yang luar biasa.

Ke luar biasa itu oleh sahabat saya dari organ Forum Alumni GMNi, Bung Adjat Sudrajat dalam pernyataan sikapnya menyatakan bahwa Kongres yang sudah melampaui batas waktu dan menguras energi dari peserta sudah berlangsung selama 11 hari mungkin bisa diusulkan ke organisasi yang mengelola “Guiness Book of Recird” untuk dicatat sebagai organisasi yang menyelenggarakan Kongres terlama di dunia.

Baca Juga:   Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Prabowo Subianto, Pertandingan Melawan Korupsi

Kalau sedikit berkilas balik dalam melihat kiprah organisasi ini, sebetulnya Kongres dengan spirit “Persatuan dan Kesatuan” akibat perpecahan saat pelaksanaan Kongres XXI di Ambon 5 tahun lalu yang melahirkan dua kubu dalam organisasi GMNI. Kubu yang satu dipimpin oleh Imanuel Cahyadi, sedangkan kubu yang lain dipimpin oleh Arjuna.

Melihat realitas perpecahan itu, berbagai pihak (Para Senior) memberi saran supaya dilakukan kongres persatuan kembali kedua kubu tersebut. Berbagai upaya dilakukan. Dan upaya itu digaungkan jauh sebelum perhelatan Kongres ke XXII dilaksanakan.

Dengan sebuah harapan bahwa melalui mekanisme “Kongres Persatuan” perpecahan antara kedua kubu akan terselesaikan. Tapi realitanya berbanding terbalik dari harapan banyak pihak.

Melihat kondisi obyektif yang tidak sehat dalam keorganisasian GMNI, yang tidak habis-habisnya berkonflik, satu hal mendasar tanpa disadari akan terjadi proses “demoralisasi” oleh publik terhadap kelembagaan organisasi ini.

Akibat dari itu pula secara internal akan terjadi kemandekan kaderisasi dalam proses berorganisasi. Karna kaderisasi yang tidak berjalan efektif, maka terjadi kemandekan dalam rotasi kepemimpinan organisasi di setiap lini dan tingkatan. Kondisi ini yang menjadi masalah dikemudian hari bagi organisasi ini.

Mengamati situasi yang tidak sehat ini, kalo menurut hemat saya, bubarkan saja Kongres itu. Tidak perlu dilanjutkan. Kalau dilanjutkan dalam keterpaksaan, pasti hasilnya tidak optimal. Pasti ada residu yang tertinggal yang dibawa pulang oleh peserta yang tidak legowo menerima keputusan yang dipaksakan oleh pihak lain. Dan residu itu akan jadi bahan bakar pemicu perpecahan dimasa depan.

Atau dengan opsi lain, kalau realitas bahwa organisasi ini sudah tidak bisa disatukan lagi, yaa BUBARKAN SAJA…!!! Supaya tidak ada lagi pihak yang mengklaim penguasaan terhadap kelembagaan tersebut. Biarkan GMNI menjadi bagian dari memory collective yang pernah beraktifitas di lembaga tersebut.

Baca Juga:   Pengambilalihan (Buy Out) Korporasi Bangkrut oleh Buruh

Merdeka…..

Marhaen….. Jaya..


Penulis: Silvester Mbete, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print

ARTIKEL TERBARU

Demokrasi Bukan Dagangan Elite: GMNI Situbondo Tolak Tegas Pilkada oleh DPRD
Selasa, 13 Januari 2026 | 12:57 WIB
Dokumen Rahasia Amerika: AS Mengetahui Skala Pembantaian Tragedi 1965
Selasa, 13 Januari 2026 | 10:42 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Kendalikan Hama Belalang dengan Ayam: Kebijakan Kemandirian Pangan Ibrahim Traoré di Burkina Faso
Senin, 12 Januari 2026 | 19:19 WIB
Sukarno dan Analisis Anti-Kolonialnya yang tidak Rasis
Senin, 12 Januari 2026 | 15:03 WIB
Foto: Ibrahim Traore, Presiden Burkina Faso (Sumber: Inilah.com)/MARHAENIST.
Ibrahim Traoré, Pan-Afrikanisme dan Langkah-Langkahnya untuk Kedaulatan Afrika
Senin, 12 Januari 2026 | 15:02 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Dibuka oleh Anggota DPRD, DPC GMNI Wakatobi Sukses Gelar PPAB Ke II

Marhaenist.id, Wakatobi - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, Prabowo Subianto, Pertandingan Melawan Korupsi

MARHAENIST - Indonesia memulai sebuah era baru, memilih presiden secara langsung pada…

Hadiri Kampanye Akbar di GBK, Atikoh dan Alam Curi Perhatian Ratusan Ribu Pendukung Ganjar-Mahfud

Marhaenist.id, Jakarta - Siti Atikoh Suprianti dan Zinedine Alam turut hadir mendampingi…

Alumni GMNI Ingatkan Gagasan Soekarno untuk Mengatasi Situasi Global

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Skandal Korupsi Tol Balikpapan-Samarinda: Keresahan Masyarakat Kalitim Sejak 2023 Akhirnya Terjawab

Marhaenist.id - Jalan tol merupakan jalur alternatif yang disediakan pemerintah untuk masyarakat…

Dukung Fatwa Mahkamah Internasional, Indonesia Minta Israel Akhiri Pendudukan di Palestina

Marhaenist.id, Den Haag - Mahkamah Internasional (ICJ) di Den Haag, Belanda, pada…

Mengapa Tahun Baru Terdengar Istimewa?

Marhaenist.id - Sudah bukan rahasia lagi bagi kita semua, "Tahun Baru" selalu…

The Art oF War Sun-Tzu: Menyerang Dengan Siasat

Marhaenist.id - Dalam sepanjang sejarah Kekaisaran Tiongkok, ada banyak jenderal dan ahli…

UKM (Usaha Kok Merugi)

Marhaenist - Begitulah kira-kira persepsi masyarakat luas tentang para pejuang keluarga atau…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format

Vivere Pericoloso

🎧 Online Radio

Copyright © 2025 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?