By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
ArtikelStudy Filsafat

Mengenal Aliran-Aliran Filsafat!

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Kamis, 12 Desember 2024 | 00:33 WIB
Bagikan
Waktu Baca 6 Menit
Foto: Karikatur Filsuf Filsafat/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ada satu teman bertanya yang telah lama mengusik dalam pikirannya. “Bang ada beberapa aliran filsafat”. Sebenarnya aliran filsafat itu sangat banyak, dan disini saya akan memaparkan beberapa aliran filsafat secara singkat.

1. Empirisme

Empirisme menekankan bahwa semua pengetahuan berasal dari pengalaman inderawi kita. Kita memahami dunia melalui pengamatan dan percobaan.

“Seperti halnya seorang ilmuwan yg mengumpulkan data dari eksperimen untuk memahami fenomena alam.
Atau Jika kita ingin mengetahui apakah air mendidih pada suhu 100 derajat Celsius, maka kita akan mendidihkan air lalu mengukur suhunya. Pengamatan ini memberikan bukti empiris bahwa air mendidih pada suhu tersebut.

Dan filsuf yang berpengaruh dalam aliran ini adalah :John Locke, David Hume.

2. Rasionalisme

Rasionalisme berpendapat bahwa akal adalah sumber utama pengetahuan. Pengetahuan bisa dicapai melalui pemikiran logis dan deduksi tanpa harus bergantung pada pengalaman inderawi.

“Seperti seorang matematikawan yang membuktikan teorema melalui logika dan deduksi, tanpa perlu melihat atau merasakan bentuk geometris. Contohnya Memahami bahwa 2+2=4 melalui logika tanpa memerlukan objek fisik untuk dihitung.

Tokoh utama/yg berpengaruh terhadap aliran ini adalah René Descartes, Baruch Spinoza

3. Eksistensialisme

Eksistensialisme menekankan keberadaan individu dan kebebasan pribadi. Setiap orang harus menciptakan makna dan tujuan hidup mereka sendiri.

“Seperti seorang seniman yang menciptakan lukisan tanpa pola atau aturan tertentu, hanya berdasarkan perasaan dan pandangannya sendiri.
Atau jika kita Memilih karier yang sesuai dengan passion pribadi kita, meskipun bertentangan dengan harapan keluarga atau masyarakat.

Dan Tokoh Utama/yg berpengaruh terhadap aliran ini adalah: Jean-Paul Sartre, Søren Kierkegaard

4. Nihilisme

Nihilisme adalah pandangan bahwa kehidupan tidak memiliki makna, tujuan, atau nilai intrinsik.

Baca Juga:   Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian - Part I

“Seperti seseorang yang melihat hidup sebagai permainan yang tidak memiliki aturan dan tujuan yang pasti.
Atau ketika seseorang Merasa bahwa segala upaya dan perjuangan tidak berarti apa-apa karena pada akhirnya semuanya akan lenyap.”

Dan Tokoh Utama yg berpengaruh terhadap aliran ini adalah: Friedrich Nietzsche (meskipun Nietzsche lebih sering dianggap sebagai kritikus nihilisme daripada penganutnya)

5. Pragmatisme

Pragmatisme menekankan bahwa kebenaran adalah apa yang bekerja dalam praktik. Teori atau keyakinan dianggap benar jika berguna dan memberikan hasil yang bermanfaat.

“Seperti seorang teknisi yang memilih metode perbaikan yang paling efektif dan efisien, bukan yang teoritis paling benar. Atau jika kita Menggunakan teknik belajar yang terbukti meningkatkan pemahaman dan hasil ujian, terlepas dari teori pendidikan yang mendasarinya.”

Dan Tokoh Utama yg berpengaruh terhadap aliran ini adalah: William James, John Dewey

5. Stoisisme

Stoisisme mengajarkan pengendalian diri, kebijaksanaan, dan ketenangan batin sebagai cara untuk mencapai kebahagiaan.

” Seperti seorang pelaut yang tetap tenang di tengah badai, fokus pada hal-hal yang bisa dia kendalikan.
Ini mengajarkan kita agar Tetap tenang dan menerima situasi ketika menghadapi kegagalan, sambil fokus pada hal-hal yang bisa dikendalikan dan diperbaiki”.

Filsuf yang berpengaruh terhadap aliran ini adalah: Epictetus, Marcus Aurelius

6. Idealisme

Idealisme berpendapat bahwa realitas pada dasarnya bersifat mental atau spiritual. Dunia fisik adalah hasil dari pikiran atau kesadaran.

“Seperti seorang penulis yang menciptakan dunia fiksi dalam bukunya, di mana segala sesuatu bergantung pada imajinasi dan konsep mentalnya.
Atau dalam pengalaman kita terhadap dunia fisik dibentuk oleh cara kita berpikir dan memahaminya.

Filsuf yang berpengaruh terhadap aliran ini adalah: Immanuel Kant, Georg Wilhelm Friedrich Hegel

Baca Juga:   Resensi Buku: The Shallows What the Internet Is Doing to Our Brains - Nicolas Carr

7. Materialisme

Materialisme berargumen bahwa semua yang ada adalah materi dan bahwa segala sesuatu, termasuk pikiran dan kesadaran, dapat dijelaskan melalui interaksi materi fisik.

“Seperti seorang insinyur yang melihat seluruh dunia sebagai rangkaian mesin yang bekerja berdasarkan hukum fisika.
Seperti dalam kehidupan kita menganggap bahwa semua emosi dan pikiran kita adalah hasil dari aktivitas otak dan interaksi kimiawi”.

Filsuf yang berpengaruh terhadap aliran ini adalah: Karl Marx (dalam konteks materialisme historis dan dialektis)

8. Utilitarianisme

Utilitarianisme adalah teori etika yang menekankan bahwa tindakan yang benar adalah yang menghasilkan kebahagiaan terbesar bagi jumlah orang terbanyak.

“Seperti seorang pemimpin yang membuat keputusan yang menguntungkan masyarakat secara keseluruhan, meskipun ada beberapa individu yang dirugikan atau dalam kehidupan kita, Mendukung kebijakan publik yang meningkatkan kesejahteraan mayoritas masyarakat, meskipun mungkin tidak sempurna bagi semua individu”.

Filsuf yang berpengaruh terhadap aliran ini adalah:Jeremy Bentham, John Stuart Mill.

9. Positivisme

Positivisme adalah pandangan bahwa pengetahuan yang valid hanya dapat diperoleh melalui metode ilmiah dan fakta empiris. Menolak spekulasi metafisik yang tidak dapat diuji secara ilmiah.

“Seperti seorang peneliti yang hanya mengandalkan data dan bukti empiris untuk menyusun teori ilmiah.
Seperti kita Menggunakan statistik dan penelitian ilmiah untuk membuat keputusan bisnis, alih-alih berdasarkan intuisi atau tradisi kita sendiri.

Tokoh utama/filsuf yang berpengaruh terhadap aliran ini adalah: Auguste Comte.

Jadi Dengan menjelaskan beberapa aliran filsafat ini , kita dapat melihat bagaimana masing-masing pendekatan memberikan cara yang unik untuk memahami dan menjelaskan dunia serta tempat kita di dalamnya.

Setiap aliran menawarkan perspektif berbeda yang membantu kita menjelajahi pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang kehidupan, pengetahuan, dan moralitas***

Baca Juga:   Sebuah Tribut untuk Warisan Keadilan Arief Hidayat dalam Diplomasi Konstitusional Asia

Dikutip dari Halaman Page Facebook Teropong Filsafat.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Kongres IV PA GMNI Bandung, Nasionalisme Menjawab Tantangan Jaman

Marhaenist - Mulai Senin (06/12/2021) hingga Rabu (08/12/2021), Persatuan Alumni (PA) Gerakan…

Pertarungan Energi dan Genosida Epistemik: Manusia, AI, dan Life 3.0

Marhaenist.id - Sejarah manusia, sejak mula, adalah riwayat keberanian untuk merebut yang…

GMNI Surabaya Dukung Polri Tetap Berada di Bawah Presiden

Marhaenist.id, Surabaya - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI)…

ABC Dialektika Materialis, Trotsky 1939

Marhaenist.id - Belakangan ini, terutama sejak runtuhnya Tembok Berlin, ada serangan yang…

Polemik Kopdes Merah Putih di Desa Polindu Kian Memanas, Inilah Kata Praktisi Hukum!

Marhaenist.id, Buteng — Polemik pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Polindu,…

Fix, Alumni UI Deklarasi Dukung Ganjar

Marhaenist.id, Jakarta - Alumni Universitas Indonesia (UI) menyatakan dukungannya kepada Ganjar Pranowo…

Pasca Terpilih Menjadi Ketua dan Mendapatkan SK, Hasmin Berkomitmen Siap Membesarkan GMNI di Wakatobi

Marhaenist.id, Wakatobi - Salah satu organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung,…

Dari Desa Hadapi Perubahan Iklim, Akar Desa Indonesia Teken MoU dengan Kemendes PDT

Marhaenist.id, Jakarta – Komitmen bersama dalam menghadirkan desa sebagai pusat perubahan kembali…

Aku Lelah, Mencintaimu adalah Tindakan Masokis

Marhaenist.id- Mencintaimu adalah ibadah paling melelahkan yang pernah aku jalani. Ia bukan…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?