
Marhaenist.id, Jakarta – Media Marhaenist.id menyampaikan duka cita mendalam atas tragedi tabrakan kereta antara KRL dan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta mengguncang masyarakat Indonesia.
Peristiwa tersebut menjadi pengingat serius bahwa keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama bagi negara untuk menyelamatkan pengguna dikemudian hari.
Dalam keterangannya, Media Marhaenist.id melalui Pimpinan Redaksinya, La Ode Mustawwadhaar, menegaskan bahwa insiden tragis tersebut bukan sekadar musibah biasa, melainkan alarm keras bagi pemerintah dan seluruh pemangku kebijakan untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional.
“Kami dari Marhaenist.id turut berbelasungkawa sedalam-dalamnya atas tragedi tabrakan kereta ini. Semoga para korban yang meninggal dunia mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan serta kekuatan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan doa bagi para korban luka agar segera mendapatkan perawatan terbaik dan dapat pulih secepatnya.
Menurutnya, tragedi seperti ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian rutin yang kemudian dilupakan setelah perhatian publik mereda.
“Keselamatan rakyat harus menjadi hukum tertinggi dalam pelayanan publik. Jangan sampai tragedi ini hanya menjadi berita sesaat tanpa adanya langkah konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” lanjut pria yang kerap disapa La Ode tersebut.
Ia juga meminta pemerintah, khususnya Kementerian Perhubungan, PT KAI, serta seluruh pihak terkait agar segera melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel terhadap penyebab kecelakaan tersebut agar tidak terjadi lagi dikemudian hari.
Selain itu, ia juga mendorong adanya modernisasi sistem pengawasan jalur kereta, peningkatan teknologi keselamatan, perawatan sarana dan prasarana yang lebih ketat, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi publik.
“Transportasi publik adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Negara harus hadir memastikan bahwa setiap warga yang menggunakan layanan publik merasa aman, bukan justru dihantui rasa takut,” tegas La Ode.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya berorientasi pada kuantitas proyek, tetapi harus dibarengi dengan kualitas keselamatan yang maksimal. Sebab, satu nyawa rakyat jauh lebih berharga daripada sekadar capaian angka pembangunan.
Marhaenist.id juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan tragedi ini sebagai momentum bersama dalam memperkuat budaya keselamatan nasional, terutama di sektor transportasi massal yang menyangkut kepentingan jutaan orang setiap hari.
“Duka ini adalah duka kita bersama. Semoga tragedi ini menjadi titik balik bagi lahirnya sistem transportasi yang lebih aman, manusiawi, dan bertanggung jawab,” tutup La Ode.***
Penulis: Redaksi/Editor: Redaksi.