By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Opini

Leviathan yang Tersenyum

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 31 Mei 2025 | 16:12 WIB
Bagikan
Waktu Baca 3 Menit
Ilustrasi Leviathan, Mahluk Mitologi yang mengerikan/MARHAENIST.
Bagikan

Marhaenist.id – Ketertiban atau Ketakutan?

Di negeri ini, kita tidak butuh kudeta untuk kembali ke zaman kekuasaan absolut. Cukup digandengkan dengan kata “stabilitas nasional”, “persatuan”, dan “nasionalisme”, maka kita rela menyerahkan akal sehat, hak kritik, dan kebebasan berpikir.

Begitulah cara Leviathan—makhluk politik buatan Thomas Hobbes—hidup kembali dalam diri kekuasaan yang dipoles demokrasi tapi bersenjata retorika militer.

Prabowo Subianto presiden terpilih adalah perwujudan dari ini: ia belum menjadi tiran dalam pengertian klasik, tapi penjaga keteraturan dengan simbol-simbol loreng dan logika ala barak –retret.

Berpikir Dicurigai

René Descartes pernah berkata, “Saya berpikir, maka saya ada.” Tapi hari ini, jika Anda berpikir terlalu keras—apalagi mempertanyakan kekuasaan—Anda bisa dianggap sebagai subversif. Demokrasi kita telah kehilangan methodic doubt, keraguan sehat yang diperlukan agar kekuasaan tak tumbuh liar.

Ketika kritik dilemahkan, ketika oposisi difitnah, dan ketika rakyat lebih senang menonton TikTok daripada memahami rancangan undang-undang, maka demokrasi tidak dibunuh—ia bunuh diri.

Leviathan yang Kita Undang Sendiri

Thomas Hobbes percaya bahwa manusia secara alami penuh hasrat dan cenderung saling memangsa. Maka satu-satunya jalan damai adalah menyerahkan kebebasan kepada kekuasaan mutlak — sang Leviathan.

Hari ini, kita melakukannya tanpa sadar:

Menyambut pemimpin militer dengan suara mayoritas.

Membenarkan pembatasan kebebasan atas nama ketertiban.

Menganggap demokrasi terlalu ribut dan “butuh pemimpin tegas”.

Kita tidak dipaksa tunduk. Kita memilih tunduk, karena takut akan “kekacauan” yang terus-menerus dijual media elite.

Saat Akal Jadi Alat Penindasan

Horkheimer, filsuf Mazhab Frankfurt, mengingatkan bahwa akal bisa menjadi alat penindasan bila dilepaskan dari nilai-nilai emansipatoris.
Akal modern, kata dia, telah berubah menjadi akal instrumental—yang hanya bertanya “bagaimana cara menang?” bukan “apakah ini adil?”

Baca Juga:   Reformasi Sigit dan Reformasi Kepolisian

Inilah yang terjadi hari ini.
Logika kekuasaan militer kembali naik daun bukan karena rasional secara moral, tapi karena efisien secara kekuasaan. Kritik dianggap gangguan. Minoritas dianggap beban. Oposisi dilabel radikal.

Maka demokrasi hari ini adalah demokrasi teknokratis—yang berbicara seperti Excel, bertindak seperti mesin, dan menekan seperti senjata.

Demokrasi yang Tak Mau Berpikir

Jika Hobbes mengajarkan bahwa kita butuh kekuasaan untuk menjaga kita dari kekacauan, dan Descartes mengajarkan kita berpikir untuk memastikan kebenaran, maka Horkheimer mengingatkan:

_Jika berpikir hanya untuk memperkuat kekuasaan, maka kita telah kehilangan jiwa._

Dan itulah yang sedang kita saksikan: Leviathan yang tersenyum, didukung oleh rakyat, tapi mengurung semua bentuk keberanian intelektual.

Kini pertanyaannya bukan lagi:
“Siapa yang akan memimpin kita?”

Tapi: “Apakah kita masih berpikir bebas di bawah kekuasaan yang mengaku menjaga kita?”


Penulis: Firman Tendry Masengi, Alumni GMNI.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Foto: Saat Abidin Fikri memaparkan materi Sosialisasi Empat Pilar dihadapan Mahasiswa Yogjakarta, Senin (20/4/2026) (Dok. Abidin Fikri)/MARHAENIST.
Sosialisasi Empat Pilar MPR RI Bersama H. Abidin Fikri Perkuat Semangat Kebangsaan Mahasiswa di Yogyakarta
Senin, 20 April 2026 | 23:18 WIB
GMNI Jakarta Timur Soroti Dugaan Cacat Hukum Transaksi Tanah, Desak Keadilan Agraria untuk Kaum Marhaen
Senin, 20 April 2026 | 22:09 WIB
Marhaenisme dalam Titik Nadir Rakyat
Senin, 20 April 2026 | 21:21 WIB
MBG, Sukarno, dan Politik di Meja Makan
Senin, 20 April 2026 | 13:49 WIB
PA GMNI Kaltim: Aksi 21 April Harus Jadi Momentum Koreksi dan Menjaga Marwah Pergerakan Mahasiswa
Senin, 20 April 2026 | 12:35 WIB

BANYAK DIBACA

Cara Melakuan Registrasi Data Alumni GMNI di Website Resmi PA GMNI
Cara Masuk di Login Database Alumni Untuk Mendapatkan Kartu Anggota di Website PA GMNI
Negara Hukum Berwatak Pancasila
Tirani yang Tersenyum dalam Bayang Kiamat Epistemik: Evolusi Kekuasaan dari Orwellian ke Huxleyian – Part I
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa

Lainnya Dari Marhaenist

Sesak Napas di Realita: Seni Melukis Mooi Indië Ala Wali Kota Jakarta Timur

Marhaenist.id – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jakarta…

Ramadhan Harga Pangan Naik Semua, Hanya Yang Asin Saja Yang Turun

Marhaenist, Jakarta  - Mayoritas harga komoditas pangan pada pekan pertama Ramadhan 1445…

Mahasiswa Jakarta Bergerak: Menantang Prabowo Diskusi Terbuka dan Siap Lapor Balik Prabowo Subianto

Marhaenist.id, Jakarta- Mahasiswa Jakarta Bergerak akan melaporkan Prabowo Subianto terkait dengan pelanggaran…

Hai Orang-Orang Yang Beriman, Ramadhan 2026 Jatuh Pada Kamis 19 Februari

Marhaenist - Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) menetapkan awal puasa atau 1…

Paradox Prabowo: Gengsi Global & Tragedi di Tapal Batas

Marhaenist.id - Hukum, dalam praktik kenegaraan kita, kerap direduksi menjadi properti dekoratif…

Surat Cinta dari Timur Buat GMNI: Perpecahan! Nasionalisme?

Marhaenist.id - Jika tidak ada Kongres persatuan, mari kita anggota serta para…

Mengenal Aliran-Aliran Filsafat!

Marhaenist.id - Ada satu teman bertanya yang telah lama mengusik dalam pikirannya.…

Antara Tan Malaka, Komunis, dan Islam

Marhaenist.id - Dibandingkan dengan tokoh-tokoh bangsa yang telah mendapatkan gelar Pahlawan Nasional,…

Konferda V Tetapkan Miartiko Gea Sebagai Ketua DPD Persatuan Alumni GMNI Jakarta Raya

Marhaenist.id, Jakarta — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?