By using this site, you agree to the Privacy Policy and Terms of Use.
Accept
Marhaenist
Log In
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Onward Issue:
Atatürk, Prabowo, dan Arah Baru Geopolitik Indonesia: Membaca Sinyal Negara Kuat di Tengah Turbulensi Global
Inilah Alasan Soekarno tidak Menginginkan Masjid Istiqlal Dibangun dengan Kayu
Pemuda Sumba Timur Soroti Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumba Timur
Indonesia Menggugat: DPC GMNI Jakarta Timur Desak Evaluasi Kapolri dan Pecat Menteri HAM
Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?

Vivere Pericoloso

Ever Onward Never Retreat

Font ResizerAa
MarhaenistMarhaenist
Search
  • Infokini
    • Internasionale
  • Marhaen
    • Marhaenis
    • Marhaenisme
    • Study Marhaenisme
    • Sukarnoisme
  • Indonesiana
    • Kabar Alumni GMNI
    • Kabar GMNI
  • Kapitalisme
  • Polithinking
  • Insight
    • Bingkai
    • Historical
  • Manifesto
  • Opini
Ikuti Kami
Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.
Kabar Alumni GMNI

Peringati Hari Lahir Pancasila, Sekjend PA GMNI: Momentum Penguatan Konsepsi Bernegara Bagi Oase Indonesia Raya

La Ode Mustawwadhaar
La Ode Mustawwadhaar Diterbitkan : Sabtu, 1 Juni 2024 | 18:24 WIB
Bagikan
Waktu Baca 4 Menit
Sekjen Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Abdy Yuhana. MARHAENIST
Bagikan

Marhaenist – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Abdy Yuhana, mengajak agar peringatan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni dijadikan momentum untuk mengingat kembali pentingnya visi dan konsep bernegara.

Menurut Abdy, peringatan ini telah diresmikan melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 tentang Hari Lahir Pancasila. Dalam konteks sejarah bangsa, pada 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan pidatonya di sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang kemudian dikenal sebagai Lahirnya Pancasila, yang diterima secara aklamasi oleh peserta sidang. Dalam pidato tersebut, Soekarno memaparkan ide-idenya mengenai dasar negara Indonesia yang dinamai “Pancasila”.

Soekarno menyebutkan lima dasar yang harus dimiliki negara Indonesia, yang dengan Pancasila, persatuan nasional dapat terwujud dengan mempersatukan kemajemukan dalam konteks keindonesiaan.

“Bapak Bangsa kita, Soekarno, menyatakan bahwa segala sesuatu harus dipimpin oleh ide, konsepsi, menghayati dan melaksanakan ide. Soekarno merumuskan satu konsep ide dan gagasan untuk Indonesia, yaitu Pancasila,” kata Abdy di sela aktivitasnya di Bali, Sabtu 1 Juni 2024.

Abdy menjelaskan bahwa sebelum ditawarkan untuk negara, konsep Pancasila diperkenalkan oleh Bung Karno dalam lingkup kecil, mulai dari Surabaya, Bandung, Ende, hingga Bengkulu. Setelah mendapatkan apresiasi positif, Bung Karno kemudian menawarkan Pancasila kepada negara dalam sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945 yang akhirnya ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila.

“Hingga kini, Pancasila menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia dan merupakan norma dasar negara yang fundamental,” kata anggota DPRD Provinsi Jawa Barat tersebut.

Selain itu, Bung Karno juga memperkenalkan Pancasila kepada dunia. Dalam Sidang Umum PBB pada 30 September 1960, Bung Karno menyampaikan pidato berjudul “Membangun Dunia Kembali” (To Build The World A New). Bung Karno menegaskan bahwa Pancasila adalah lima prinsip negara yang tidak berakar pada gagasan Manifesto Komunis atau Deklarasi Kemerdekaan Amerika Serikat, melainkan sebagai sebuah konsep yang lebih tinggi dari dua ideologi besar tersebut.

Baca Juga:   Bantu Korban Banjir di Sumbar, DPD PA GMNI Riau Salurkan Paket Bantuan Untuk Para Korban

Melihat kiprah Bung Karno dalam membangun negara Indonesia dan di kancah dunia, Abdy Yuhana menekankan pentingnya bagi seorang pemimpin, politisi, atau negarawan untuk merumuskan dan memiliki ide, konsep, serta gagasan atau visi dalam bernegara.

“Saat ini, kita tampaknya kering dalam berkonsepsi dalam membangun bangsa dan negara. Dalam politik dan bernegara, yang muncul adalah pragmatisme politik sebagai akibat dari diterapkannya demokrasi liberal atau yang oleh Bung Karno disebut demokrasi 50 persen + 1,” ucapnya.

Abdy menambahkan bahwa dalam peringatan Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni ini, penting untuk mengingat kembali pentingnya konsep bagi seorang politisi atau negarawan dalam kepentingan bangsa Indonesia.

Dia berharap agar dalam bernegara atau berpolitik, jangan sampai meraih kekuasaan dengan cara-cara yang tidak mencerminkan sebagai negara demokrasi konstitusional.

Yang terpenting, imbuh dia, konsep tersebut harus menjadi panduan untuk mencegah manipulasi dalam bernegara, baik dalam demokrasi maupun sistem hukum.

“Konsepsi sangat penting dalam membangun bangsa. Jadi, jika ada pemimpin negara yang mengatakan bahwa konsepsi atau ideologi tidak penting, itu menandakan bahwa ia adalah seorang pemimpin tanpa arah. Karena pemimpin tanpa ideologi tidak punya arah. Bung Karno membangun bangsa dengan serius dan dengan konsep yang jelas,” ujar Abdy.

Diakhir, Sekjend DPP PA GMNI itu mengucapkan selamat Hari lahir Pancasila yang jatuh pada hari sabtu tanggal 1 Juni 2024.

“Selamat Hari Lahir Pancasila, mari tetap kokoh dan abadi menjaga keindonesiaan,” pungkasnya.***

Penulis: Team Media DPP PA GMNI/ Editor: Bung Wadhar.

iRadio
Bagikan Artikel
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp Copy Link Print
Ad image

ARTIKEL TERBARU

Atatürk, Prabowo, dan Arah Baru Geopolitik Indonesia: Membaca Sinyal Negara Kuat di Tengah Turbulensi Global
Minggu, 1 Maret 2026 | 02:28 WIB
Inilah Alasan Soekarno tidak Menginginkan Masjid Istiqlal Dibangun dengan Kayu
Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:23 WIB
Pemuda Sumba Timur Soroti Penghentian Penyelidikan Dugaan Korupsi Dana Desa di Sumba Timur
Jumat, 27 Februari 2026 | 23:46 WIB
Indonesia Menggugat: DPC GMNI Jakarta Timur Desak Evaluasi Kapolri dan Pecat Menteri HAM
Kamis, 26 Februari 2026 | 18:29 WIB
Siapakah Marhaen di Butta Turatea Hari Ini?
Kamis, 26 Februari 2026 | 16:23 WIB

BANYAK DIBACA

Negara Hukum Berwatak Pancasila
Kelompok Cipayung Plus Jatim Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Perdamaian Bangsa
DPR Nilai Saatnya Mahkamah Agung Bersih-Bersih
UU PDP Disahkan, Pemerintah Diminta Bentuk Pengawas Independen
Beliau Ini Tukang Buat Masjid Bagus

Lainnya Dari Marhaenist

Kemenangan Rakyat dan Ganja di Thailand

Marhaenist - Langkah pemerintah Thailand membatalkan rencana memasukkan ganja sebagai narkoba dan…

Bertemu Ganjar di Kota Ambon, Aktivis Gemini Club Merasa Seperti Bertemu Saudara Kandung yang Terpisah

Marhaenist.id, Ambon - Kedatangan Ganjar Pranowo dalam Kampanye terbukanya di lapangan Merdeka…

Sivitas Akademika Unair Kritik Demokrasi Era Jokowi: Pelemahan, Intervensi, dan Ketidakadilan

Marhaenist.id, Surabaya - Sivitas Akademika Universitas Airlangga (Unair) Surabaya melontarkan kritik pedas…

Surat Cinta dari Timur Buat GMNI: Perpecahan! Nasionalisme?

Marhaenist.id - Jika tidak ada Kongres persatuan, mari kita anggota serta para…

Ganjar dan Politik Rasional

Marhaenist.id - Di dunia politik, banyak hal omong kosong yang dipertontonkan bahkan…

Jelang Pelantikan Prabowo-Gibran, DPP PA GMNI Layangkan Pernyataan Sikap

Marhaenist.id, Jakarta - Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa…

Soekarno dan Pramuka: Gerakan Indonesia Merdeka Menuju Indonesia Maju

Marhaenist.id - "Pramuka adalah bagian dari gerakan Indonesia merdeka." Pernyataan ini bukanlah…

GMNI Rokan Hulu Tegas Tolak Wacana Penempatan Polri di Bawah Kementerian

Marhaenist.id, Rokan Hulu — Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional…

KUHP Baru Dinilai Jadi “Napas Lega” bagi Tersangka Pembunuhan Jembatan Wari Halmahera Utara

Marhaenist.id — Penemuan mayat di Jembatan Wari beberapa waktu lalu menghebohkan publik. Korban…

Tampilkan Lebih Banyak
  • Infokini
  • Indonesiana
  • Historical
  • Insight
  • Kabar Alumni GMNI
  • Kabar GMNI
  • Bingkai
  • Kapitalisme
  • Internasionale
  • Marhaen
  • Marhaenis
  • Marhaenisme
  • Manifesto
  • Opini
  • Polithinking
  • Study Marhaenisme
  • Sukarnoisme
Marhaenist

Ever Onward Never Retreat

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • ▪️ Kirim Artikel
  • ▪️ Format
  • ▪️Donasi Perjuangan

Vivere Pericoloso

🎧 Radio Online

Copyright © 2026 Marhaenist. Ever Onward Never Retreat. All Rights Reserved.

Marhaenist
Ikuti Kami
Marhaenist
Merdeka!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?